Advertisements

Sejarah LGBT

This tag is associated with 7 posts

Seminar “Gay” di Yogya sambut 40 tahun FK-UGM

Begitu lah judul berita harian Kompas bulan Februari 1986. Ya. Begitu terbukanya Mahasiswa-mahasiswa Universitas Gajah Mada 30 tahun yang lalu tentang Homoseksualitas, Apalagi tahun 70an-80-an bisa dibilang masa-masa krisis dan tingginya Anti-Homoseksualitas di dunia, bahkan di Amerika sendiri. Sebuah berita berisi pengumuman seminar tentang fenomena Homoseksualitas yang mendapatkan banyak dukungan, baik dari Universitas, Dekan, ahli dibidangnya serta masyarakat.

Berikut kutipan dari berita tersebut.

Seminar “Gay” di Yogya sambut 40 tahun FK-UGM

Sampul Majalah Gay America tahun 1983

Sampul Majalah Gay America tahun 1983

Yogyakarta, Kompas

Kajian ilmiah sekitar kehidupan kaum homoseks, juga dikenal dengan sebutan gay akan dilakukan hari Minggu 16 Februari di Yogyakarta. Tujuh pembicara utama, tiga dokter dan masing-masing seorang psikolog, psikiater, ahli hukum dan budayawan, tampil dalam seminar menyambut 40 tahun Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Dr. Rahadjo MD akan menyapaikan pandangan dalam judul Sejarah Perkembangan Gay di Yogyakarta, kemudian budayawan Umar Kayam tentang Gay sebagai suatu Gejala Sosial Budaya, psikolog Endang Prawitasari (Gay dari Aspek Psikologi), psikiater Prajitno Siswowijoto (Gay dari Aspek Psikiatri).Lamya Moeljatno .SH (Gay dipandang dari sudur hukum) Dr. Sofia Mubarika, Msc (AIDS) dan paling akhir Prof. Dr. R Soewasono (homoseks dan AIDS).

Kepada pers Selasa siang, Dekan FK-UGM Dr. Radjiman mengatakan “Usulan seminar gay datang dari para mahasiswa sendiri. Mereka yang lebih tertarik. Tapi karena memang bersifat ilmiah, kami tak berkeberatan mendukungnya”.

Salon Kecantikan Mendukung Benny, pemimpin mahasiswa FK-UGM menjelaskan, “Sambutan terhadap seminar Gay ini sangat melimpah.” Ia menambahkan, banyak salon kecantikan langsung mendukung dan berpartisipasi membantu menyebarluaskan undangan.

Ia berpendapat, selama ini masyarakat terlalu menolak kaum homoseks, dengan alasan kaum homoseks dianggap menyalahi norma-norma kemasyarakatan yang normal. Akibatnya pada homoseks malah membentuk kelompok tersendiri yang eksklusif dan melakukan aktifitasnya secara terselubung.

“Sedang di pihak lain, ilmu jiwa masa kini sudah memandang homoseks bukan abnormal lagi,” kata Benny. Ia juga mempertanyakan, homoseks mendapatkan sorotan tajam ketika penyakit AIDS ynag mengerikan muncul. Tapi apakah benar hanya homoseks yang beresiko kena AIDS?

Situasi ini membuat masyarakat ingin kejelasan terhadap masalah homoseks dan AIDS, karena bagaimanapun juga, kaum homoseks adalah bagian dari masyarakat. Atas dasar ini Dekan FK-UGM menambahkan, “Seminar Gay  terbuka untuk masyarakat umum. Bersifat populer namun tetap memiliki bobot ilmiah”. Seminar di Auditorium RS. Sardjito Yogyakarta ini dijadwalkan dimulai jam 09.00 minggu pagi (jup).

 

Kliping Kompas

 

Referensi bukti keabsahan berita

Advertisements

Kisah Nyata : Surat Coming-Out Michael kepada ibundanya

Michael dalam Film Tales of The City SUmber : slate.com

Michael dalam Film Tales of The City
SUmber : slate.com

Surat ini adalah bagian dari buku  Amistead Maupin berjudul Tales of the City, menceritakan kehidupan sekelompok orang yang tinggal di San Francisco dari tahun 1976 sampai pertengakan tahun 80-an.  Penulis surat ini adalah Michael Toliver, seorang gay yang saat itu mengetahui bahwa orang tuanya ikut dalam kampanye Anita Bryant di Floria ynag ingin menumpas para gay.  Berikut surat yang diberi judul “Letter for Mama” -Surat untuk Mama”. Terjemahan dalam bahasa indonesia ada di bagian bawah.

Dear Mama,

I’m sorry it’s taken me so long to write. Every time I try to write to you and Papa I realize I’m not saying the things that are in my heart. That would be O.K., if I loved you any less than I do, but you are still my parents and I am still your child.

I have friends who think I’m foolish to write this letter. I hope they’re wrong. I hope their doubts are based on parents who loved and trusted them less than mine do. I hope especially that you’ll see this as an act of love on my part, a sign of my continuing need to share my life with you. I wouldn’t have written, I guess, if you hadn’t told me about your involvement in the Save Our Children campaign. That, more than anything, made it clear that my responsibility was to tell you the truth, that your own child is homosexual, and that I never needed saving from anything except the cruel and ignorant piety of people like Anita Bryant.

I’m sorry, Mama. Not for what I am, but for how you must feel at this moment. I know what that feeling is, for I felt it for most of my life. Revulsion, shame, disbelief – rejection through fear of something I knew, even as a child, was as basic to my nature as the color of my eyes.

No, Mama, I wasn’t “recruited.” No seasoned homosexual ever served as my mentor. But you know what? I wish someone had. I wish someone older than me and wiser than the people in Orlando had taken me aside and said, “You’re all right, kid. You can grow up to be a doctor or a teacher just like anyone else. You’re not crazy or sick or evil. You can succeed and be happy and find peace with friends – all kinds of friends – who don’t give a damn who you go to bed with. Most of all, though, you can love and be loved, without hating yourself for it.”

But no one ever said that to me, Mama. I had to find it out on my own, with the help of the city that has become my home. I know this may be hard for you to believe, but San Francisco is full of men and women, both straight and gay, who don’t consider sexuality in measuring the worth of another human being.

These aren’t radicals or weirdos, Mama. They are shop clerks and bankers and little old ladies and people who nod and smile to you when you meet them on the bus. Their attitude is neither patronizing nor pitying. And their message is so simple: Yes, you are a person. Yes, I like you. Yes, it’s all right for you to like me, too.

I know what you must be thinking now. You’re asking yourself: What did we do wrong? How did we let this happen? Which one of us made him that way?

I can’t answer that, Mama. In the long run, I guess I really don’t care. All I know is this: If you and Papa are responsible for the way I am, then I thank you with all my heart, for it’s the light and the joy of my life.

I know I can’t tell you what it is to be gay. But I can tell you what it’s not.

It’s not hiding behind words, Mama. Like family and decency and Christianity. It’s not fearing your body, or the pleasures that God made for it. It’s not judging your neighbor, except when he’s crass or unkind.

Being gay has taught me tolerance, compassion and humility. It has shown me the limitless possibilities of living. It has given me people whose passion and kindness and sensitivity have provided a constant source of strength. It has brought me into the family of man, Mama, and I like it here. I like it.

There’s not much else I can say, except that I’m the same Michael you’ve always known. You just know me better now. I have never consciously done anything to hurt you. I never will.

Please don’t feel you have to answer this right away. It’s enough for me to know that I no longer have to lie to the people who taught me to value the truth.

Mary Ann sends her love.

Everything is fine at 28 Barbary Lane.

Your loving son,
Michael

Terjemahan

Teruntuk Mama

Maafkan aku karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menulis ini. Setiap kali aku mencoba menulis untukmu dan Papa, aku sadar kalau aku tidak menuliskan apa yang ada di dalam hatiku. Tentu sebenarnya itu juga tidak apa-apa, jika aku kurang menyayangimu, tapi kalian masih orang tuaku dan aku masih anak kalian.

Aku punya teman-teman yang berpikir bahwa aku ini bodoh menulis surat ini. Semoga saja mereka keliru.  Semoga saja keraguan mereka karena orang tua mereka tidak segitu sayang dan percaya pada mereka seperti sayang dan percayanya kalian padaku. Aku berharap kalian melihat ini sebagai uangkapan sayang dariku, sebuah tanda bahwa aku masih ingin membagi hidupku dengan kalian. Aku rasa. aku tidak akan menulis surat ini jika kalian tidak memberitahuku tentang keikut sertaan kalian dalam kampanye Save Our Children. Hal itu memperjelas bahwa sudah menjadi kewajibanku untuk memberitahu kalian tentang yang sebenarnya, bahwa anak kalian adalah seorang homoseksual, dan aku tidak akan pernah membutuhkan perlindungan dari apapun, kecuali dari orang-orang kejam dan orang sok alim seperti Anita Bryant.

Maafkan aku Mama, bukan karena siapa aku, tetapi karena apa yang harus kamu rasakan saat ini. Aku tahu seperti apa perasaan itu, perasaan yang sudah aku rasakan seumur hidupku. Rasa jijik, malu, tidak percaya -penolakan melalui ketakutan atas suatu hal yang aku tahu, bahkan sebagai seorang bocah, itu ada secara alami seperti warna mataku.

Tidak Mama, Aku tidak “diajak”.  Tidak ada homoseksual yang pernah menjadi guruku. Tapi kamu tahu Mama? Aku berharap ada seseorang yang lebih tua dariku dan lebih bijak dari orang-orang di Orlando yang pernah duduk di sampingku dan berkata “Kamu baik-baik saja nak, Kamu bisa tumbuh menjadi dokter, guru seperti orang lain. Kamu tidak gila,  sakit atau pun jahat. Kamu bisa sukses dan bahagia dan mendapatkan kedamaian dengan teman-teman -semua jenis teman- yang tidak peduli dengan siapa kamu tidur. Tapi yang terpenting, kamu bisa mencintai dan dicintai, tanpa harus membenci dirimu sendiri.”

Tapi, tidak ada seorangpun yang mengatakan itu padaku Mama. Aku harus mencari tahu itu sendiri, dengan bantuan kota ini, kota yang sudah menjadi rumahku. Aku tahu ini mungkin sulit untuk kalian percayai, tapi San Francisco penuh dengan laki-laki dan wanita, ada yang straight ada yang gay, yang tidak menggunakan seksualitas sebagai ukuran untuk menilai seseorang.

Mereka bukan orang-orang radikal yang aneh, Mama. Mereka penjaga toko dan pegawai bank dan  wanita-wanita tua dan orang-orang yang suka mengangguk dan senyum pada kalian ketika kalian berpapasan dengan mereka di bis. Mereka melakukan itu bukan karena merendahkan atau mengasihani. Dan pesan mereka sangat sederhana: Ya, kamu adalah seseorang. Ya, saya suka kamu. Ya. tidak apa-apa kalau kamu menyukaiku juga.

Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan sekarang. Kamu bertanya pada dirimu sendiri: Kesalahan apa yang sudah kami buat? Bagaimana kami bisa membiarkan ini terjadi? Siapa diantara kami yang membuatnya seperti ini?

Aku tidak bisa menjawabnya, Mama. Aku rasa, lama kelamaan sebenarnya aku tidak peduli. Yang saya tahu hanya ini: Jika kalian memang bertanggung jawab atas apa yang terjadi denganku, maka aku berterima kasih dengan sepenuh hatiku, atas kebahagian hidupku saat ini.

Aku tahu aku tidak bisa memberi tahumu bagaimana rasanya menjadi gay itu. Tetapi aku bisa memberi tahumu bagaimana rasanya tidak menjadi gay.

Ini adalah suatu hal di mana kita tidak harus bersembunyi dibelakang kata-kata, Mama. Seperti Keluarga dan Sopan santun dan Kekristenan. Ini tidak membuatmu takut, atau membuatmu takut atas kenikmatan yang Tuhan berikan. Ini  bukan seperti mengatai tetanggamu, kecuali ketika mereka kasar dan tidak baik.

Menjadi gay sudah mengajarkanku toleransi, rasa iba, dan rendah hati. Menjadi gay juga sudah menunjukkanku hidup dengan kemungkinan-kemungkinan yang tak ada batasnya. Juga sudah memperkenalkku kepada orang-orang yang mempunyai semangat dan kebaikan dan kepekaan yang sudah memberikan sumber kekuatan yang terus menerus. Ini sudah membawaku kepada keluarga manusia, Mama dan aku senang  berada di sini. Aku menyukainya.

Sudah tidak ada lagi yang bisa aku katakan, kecuali bahwa aku masih Michael yang sama, yang selama ini kalian kenal. Kamu hanya sudah mengenalku lebih baik sekarang. Aku belum pernah melakukan apapaun dengan penuh kesadaran untuk melukaimu. Tidak akan pernah.

Tolong, jangan berpikir bahwa kamu harus segera  menjawab surat ini. Buatku sudah cukup mengetahui bahwa aku tidak harus lagi berbohong kepada orang-orang yang sudah mengajariku tentang nilai-nilai kebenaran.

Mary Ann mengirim salam sayangnya untukmu.

Semuanya baik-baik saja di Barbary Lane 28

Anakmu yang menyayangimu,
Michael

Baca juga : Cerita jujur, dari hati seorang muslim gay Iskan Darilyas

Baca juga : Cinta 2 gay muslim yang tumbuh di masa Perang Irak akhirnya dipersatukan setelah terpisahkan lebih dari 1 dekade

Sumber: mic.com

Sejarah Lesbianisme

Lesbianisme adalah hasrat seksual dan romantis antara wanita dengan wanita. Bukti sejarah yang menyebutkan lesbianisme lebih sedikit dari pada homoseksualitas laki-laki, mungkin karena banyak tulisan sejarah dan catatan berfokus terutama pada laki-laki. Lesbianisme menjadi ilegal berasal dari catatan akhir Abad Pertengahan (1300-1500). Hukum dibuat selama Inkuisisi di Spanyol dan Kekaisaran Romawi Suci secara khusus menyebutkan lesbianisme (serta sodomi laki-laki). Sedangkan di Inggris tidak pernah punya undang-undang yang melarang lesbianisme.

Pada tahun 1636,John Cotton mengusulkan undang-undang kepada Massachusetts Bay membuat seks antara dua wanita menjadi pelanggaran berat, tetapi hukum tersebut tidak jadi diberlakukan. “kekotoran Unnatural, harus dihukum dengan kematian, apakah sodomi, yang merupakan persekutuan laki-laki dengan laki-laki atau wanita dengan wanita, atau buggery, yang merupakan persekutuan duniawi dari pria atau wanita dengan binatang atau burung. Pada tahun 1655, daerah-daerah jajahan Inggris pun (Connecticut Colony)  mengeluarkan peraturan terhadap sodomi antara perempuan (serta antara laki-laki), tapi akhirnya tidak tindak lanjutnya. Pada tahun 1779, Thomas Jefferson mengusulkan hukum yang menyatakan bahwa, “Barang siapa melakukan pemerkosaan, poligami, atau sodomi dengan pria atau wanita harus dihukum, jika seorang pria, dengan pengebirian, jika seorang wanita, dengan memotong thro setidaknya (tulang rawan hidung lubang berdiameter satu setengah inci), tetapi ini akhirnya juga tidak disyahkan.. Namun, pada 1649 di daerah jajahan bernama Plymouth, Sarah White Norman dan Mary Vincent Hammon dituntut  atas  “perilaku cabul dengan satu sama lain di tempat tidur”; dokumen catatan persidangan mereka hanya dikenal sebagai seks antara kolonis Inggris perempuan di Amerika Utara pada abad ke-17.  Hammon hanya menegur, mungkin karena dia di bawah enam belas tahun, tetapi pada tahun 1650 Norman dihukum dan diminta untuk mengakui secara terbuka bahwa dia melakukan “perilaku kotor” dengan Hammon, serta memperingatkan terhadap pelanggaran di masa depan.  Ini mungkin satu-satunya keyakinan untuk lesbianisme dalam sejarah Amerika.

Sejarah Kuno

Kode Hammurabi (1700 SM) secara luas dianggap sebagai penyebutan awal lesbian di dokumen sejarah yang masih ada sampai sekarang. Kode tersebut memuat referensi wanita yang disebut salzikrum (secara harfiah berarti: “anak-laki-laki”)., tetapi merupakan perempuan yang diizinkan untuk menikahi wanita lain . Kode ini juga berisi penyebutan awal kata transgender.

Yunani Kuno

Homoseksualitas perempuan hampir tidak disebutkan dalam literatur Yunani kuno. Hal ini dibahas secara singkat bersama heteroseksualitas dan homoseksualitas laki-laki dalam Pidato Aristohanes, bagian dari Plato Symposium. Dalam biografi Plutarch ynag berjudul Lycurgus dari Sparta, pada bagian dari kehidupan pararelnya, penulis mengklaim bahwa Spartan perempuan yang sudah tua  membentuk hubungan dengan gadis-gadis yang mirip dengan erastes/eromenos atau hubungan yang umum antara tua dan muda Yunani laki-laki.

Penggambaran aktivitas seksual antara perempuan yang sangat jarang, terdapat dalam bentuk sebuah Attic vas angka merah dalam koleksi Museum Nasional Tarquinia di Italia. Hal ini menunjukkan seorang wanita yang sedang berlutut meraba alat kelamin wanita lain.

 Sappho

Kata “lesbian” berasal dari Lesbos, sebuah pulau di mana penyair Yunani kuno Sappho lahir; namanya juga disinonimkan dengan kata yang saat ini kurang umu, yaitu „sapphic”. Narator dari banyak puisinya membicarakan infatuations dan cinta antara laki-laki dan laki-laki  atau perempuan dengan perempuan (kadang diberi tanggapan, kadang-kadang juga tidak).

sumber foto : wikipedia

sumber foto : wikipedia

Kekaisaran Romawi dan Kristen awal

Kisah cinta lesbian antara Iphis dan Ianthe, dalam Buku ke IX Ovid  si Metamorphoses, adalah yang paling jelas. Ketika ibu Iphis hamil, suaminya menyatakan bahwa ia akan membunuh anak tersebut jika yang lahir adalah seorang gadis. Ternyata yang lahir adalah seorang anak perempuan, Ia pun mencoba untuk menyembunyikanjenis kelaminnya dengan memberikan nama yang gender ambigu : Iphis. Ketika berumur tiga belas tahun, ayahnya memilihkan seorang gadis berambut emas bernama Ianthe sebagai pengantin Iphis. Cinta dua gadis ditulis simpatik:

Mereka usia yang sama, mereka berdua yang indah,

Telah belajar ABC dari guru yang sama, 
dan begitu pula cinta datang ke mereka berdua bersama-sama 
Dalam kepolosan sederhana, dan mengisi hati mereka

Dengan kerinduan yang sama.

Namun, ketika pernikahan semakin dekat, Iphis mundur, menyebut cintanya “mengerikan dan tidak akan pernah terjadi”. Dewi Isis mendengar keluh-kesah gadis itu lalu menjadikan dia menjadi laki-laki seutuhnya.

.Referensi cintai antara perempuan sangat jarang, Phaedrus berusaha untuk menjelaskan lesbianisme melalui mitos buatannya sendiri: Prometheus, pulang mabuk dari pesta, dan ternyata sudah keliru menukar alat kelamin beberapa wanita dan beberapa pria – “Nafsu sekarang sedang menikmati kesenangan sesat.

Hal ini sangat jelas bahwa paiderastia dan lesbianisme tidak ditunjukkan dalam pandangan sama-sama baik, mungkin karena adanya pelanggaran yang keras terhadap peran gender. Seneca Elder menyebutkan seorang suami yang membunuh istri dan kekasih perempuannya dan menyiratkan bahwa kejahatan mereka lebih buruk daripada perzinahan antara pria dan wanita. The Babyloniaca dari Iamblichus menggambarkan putri Mesir bernama Berenice yang mencintai dan menikahi wanita lain. Novelis ini juga menyatakan bahwa cinta tersebut “liar dan tanpa hukum”.

Contoh lain tentang pandangan dunia tentang  gender-seksual dari masa ke masa didokumentasikan dala Dialog dari Pelacur oleh Lucian, yang mana Megilla mengganti nama dirinya menjadi Megillus dan memakai wig untuk menutupi kepalanya yang dicukur. Dia menikahi Demonassa Korintus, meskipun Megillus adalah dari Lesbos. Temannya Leaena komentar bahwa “Mereka mengatakan ada wanita seperti itu di Lesbos, dengan wajah seperti laki-laki, dan tidak mau bergaul dengan laki-laki, tetapi hanya dengan wanita, seolah-olah mereka sendiri adalah laki-laki”. Megillus menggoda Leaena, yang merasa bahwa pengalaman ini terlalu menjijikkan untuk dijelaskan secara rinci. Ini jauh dari kemodernan estetika kelompok Sappho.

Dalam dialog lain  dari Lucian, dua orang berdebat, mana yang lebih baik, cinta antara laki-laki atau heteroseksualitas. Satu orang memprotes bahwa jika skandal laki-laki dilegitimasi, maka lesbianisme akan segera dimaafkan juga, adalah sebuah gagasan yang tak terpikirkan.

sumber foto : wikipedia

sumber foto : wikipedia

Awal Abad Pertengahan (476-1049 M)

Pada Abad Pertengahan, Gereja Kristen mengambil pandangan yang lebih ketat tentang hubungan sesama jenis antar perempuan. Penitentials, dikembangkan oleh para biarawan Celtic di Irlandia, merupakan buku panduan tidak resmi yang menjadi populer, terutama di kepulauan Inggris. Buku-buku ini mencantumkan kejahatan dan penitensi yang harus dilakukan kepada mereka. Misalnya, “… dia yang melakukan kejahatan sodomi kepada laki-laki akan melakukan penebusan dosa selama empat tahun”. Beberapa versi dari Paenitentiale Theodori, dikaitkan dengan Theodore dari Tarsus, yang menjadi Uskup Agung dari Canterbury di abad ke-7, membuat referensi khusus untuk lesbianisme. The Paenitentiale menyatakan, “Jika seorang wanita melakukan hubungan dengan seorang wanita ia akan melakukan penebusan dosa selama tiga tahun”. Penitentials segera menyebar dari Kepulauan Inggris ke daratan Eropa. Dari abad 6 ke abad ke-11, ada tiga puluh satu penitentials yang menghukum homoseksualitas laki-laki dan empat belas yang menghukum lesbianisme

Risalah hukum The Old French Li livre de jostice et de plet (1260) adalah referensi awal tentang hukum hukuman bagi lesbianisme yang  mirip dengan yang diberlakukan kepada homoseksualitas laki-laki. Pemotongan (dismemberment) diberlakukan pada dua pelanggaran pertama dan kematian dengan membakar untuk  pelanggaran ketiga. Hal ini berjalan secara Paralel dengan hukuman bagi seorang pria, meskipun apa arti “pemotongan” (dismemberment) artinya belum diketahui pada abad pertengahan.  Ada kemungkinan bahwa hal itu mengacu pada pemotongan  payudara wanita.

Abad Pertengahan (1050-c. 1600 M)

sumber foto : wikipedia

sumber foto : wikipedia

Antara 1170 dan 1180 Maimonides, salah satu rabi terkemuka dalam sejarah Yahudi, yang menyusun magnum opus-nya, Mishneh Taurat. Ini adalah satu-satunya bukti pada  era Medieval yang memberikan semua rincian ketaatan orang-orang Yahudi, dan juga yang mencantumkan tentang lesbianisme.

Dilarang bagi wanita yang  mesollelot [wanita menggosok alat kelamin terhadap satu sama lain] dengan satu sama lain, karena ini adalah praktek Mesir, Kami memperingatkan terhadapnya: “Seperti praktek di tanah Mesir …Kalian seharurnya tidak melakukannya” (Imamat 18: 3). Si Bijak mengatakan [dalam midrash dari Sifra Aharei Mot 8: 8-9], “? Apa yang mereka lakukan, Seorang pria menikah dengan seorang pria, dan seorang wanita menikah seorang wanita, dan seorang wanita menikah dua laki-laki.” Meskipun praktik ini dilarang, salah satu tidak mngecam [seperti untuk larangan Taurat], karena tidak ada larangan khusus terhadap hal itu, dan tidak ada hubungan yang nyata. Oleh karena itu, [yang melakukan hal ini] tidak dilarang untuk imamat  karena perilaku sundal, serta  dengan ini seorang wanita tidak dilarang untuk suaminya, karena ini bukan pelacuran. Tapi itu adalah tepat untuk mengelola pemberontakan mereka [yaitu, mereka yang diberikan untuk pelanggaran larangan rabi], karena mereka melakukan sesuatu yang terlarang. Dan seorang pria harus ketat dengan istrinya dalam hal ini, dan harus mencegah perempuan yang dikenalmelakukan ini dari padanya atau dari dia untuk mereka.

Di Spanyol, Italia, dan Kekaisaran Romawi Suci, sodomi antara perempuan termasuk dalam tindakan dianggap tidak wajar dan dihukum dengan membakar sampai mati, meskipun beberapa contoh dicatat dari tempat mengambil ini. Eksekusi perempuan paling awal terjadi pada tahun 1477 dengan penenggelaman seorang gadis “cinta lesbian” di Speier, Jerman. Empat puluh hari penebusan dosa harus dilakukanoleh biarawati yang “naik” satu sama lain atau ditemukan telah menyentuh payudara masing-masing. Di Pescia, Italia, seorang kepala biara bernama Suster Benedetta Carlini didokumentasikan di inquests antara 1619 dan 1623 telah melakukan pelanggaran serius termasuk hubungan cinta penuh gairah erotis dengan biarawati lain ketika kerasukan roh laki-laki bernama Divine “Splenditello”; menyatakan korban dari “obsesi jahat”, ia ditempatkan di penjara biara selama 35 tahun terakhir hidupnya. homoeroticism Perempuan, bagaimanapun, adalah sangat umum dalam sastra dan teater inggis, sejarawan bahwakn mengatakan bahwa itu adalah modis pada masa Renaissance.

  Abad ke-20 dan abad ke-21 awal (1969-sekarang)

Kerusuhan Stonewall adalah serangkaian yang spontan, demonstrasi kekerasan oleh anggota gay (LGBT) masyarakat, termasuk lesbian, melawan serangan polisi yang terjadi di pagi hari tanggal 28 Juni, 1969, di Stonewall Inn , terletak di Desa Greenwich, daerah Manhattan, Kota  New York. Secara luas dianggap sebagai peristiwa tunggal paling penting yang mengarah ke pembebasan gerakan dan perjuangan modern gay atas hak LGBT di Amerika Serikat.

Lesbianisme politik berasal dari akhir 1960-an di antara gelombang kedua feminis radikal sebagai cara untuk melawan seksisme dan wajibnya heteroseksualitas.. Sheila Jeffreys, seorang lesbian, membantu mengembangkan konsep saat ia ikut menulis “Cinta Musuh Anda? Debat Antara Heteroseks Feminisme dan Politik lesbianisme dengan Kelompok Leeds Revolusioner feminis. Mereka berpendapat bahwa perempuan harus meninggalkan dukungan terhadap heteroseksualitas dan berhenti tidur dengan laki-laki, mendorong perempuan untuk menyingkirkan laki-laki “dari tempat tidurmu dan kepalamu. Sementara gagasan utama lesbianisme politik menjadi terpisah dari laki-laki, ini tidak selalu berarti bahwa politik  lesbian harus tidur dengan perempuan; beberapa memilih untuk menjadi jomblo atau mengidentifikasi sebagai aseksual.  Definisi Lesbian secara politik menurut Leeds Revolusioner,”wanita wanita yang tidak bercinta  dengan pria”. Mereka menyatakan pria adalah musuh dan wanita yang ada dalam hubungan dengan mereka (pria-pria) adalah kolaborator dan sudah terlibat dalam penindasan terhadap diri mereka sendiri. Perilaku heteroseksual dipandang sebagai unit dasar dari patriarki struktur politik, denganadanya lesbian yang menolak perilaku heteroseksual, itu mengganggu sistem politik yang sudah mapan. perempuan Lesbian yang telah mengidentifikasi diri mereka sebagai “lesbian secara politik” termasuk Ti-Grace Atkinson, Julie Bindel, Charlotte Bunch, Yvonne Rainer, dan Sheila Jeffreys.

Pada tahun 1974, Maureen Colquhoun keluar sebagai Lesbian pertama dari  Partai Buruh di Inggris. Ketika terpilih dia menikah dalam pernikahan heteroseksual.

Feminisme lesbian paling berpengaruh dari pertengahan 1970-an hingga pertengahan 1980-an (terutama di Amerika Utara dan Eropa Barat), mendorong perempuan untuk mengarahkan energi mereka terhadap perempuan lain daripada pria, dan sering menganjurkan lesbianisme sebagai hasil logis dari feminisme . Beberapa pemikir dan aktivis feminisme lesbian adalah Charlotte Bunch, Rita Mae Brown, Adrienne Kaya, Audre Lorde, Marilyn Frye, Mary Daly, Sheila Jeffreys dan Monique Wittig (meskipun yang terakhir ini lebih sering dikaitkan dengan munculnya teori-teori aneh ). Seperti halnya Pembebasan Gay, pemahaman feminisme lesbian bahwa potensi lesbian ada pada semua wanita ada pada titik yang janggal dan aneh dalam kerangka hak-minoritas dari gerakan Hak Para Gay. Banyak wanita dalam gerakan Gay Liberation merasa frustrasi, gerakan didominasi oleh laki-laki dan membentuk organisasi terpisah; beberapa merasa perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan tak terselesaikan. Berkembanglah  “separatisme lesbian”, dipengaruhi oleh tulisan-tulisan seperti Jill Johnston ‘s 1973 buku Lesbian Nation. Ketidaksepakatan antara filsafat politik yang berbeda yang sangat panas, dan dikenal sebagai perang seks lesbian, bentrok khususnya lebih dilihat di sadomasochism, prostitusi dan transsexuality.

The Lesbian Avengers dimulai di  kota New York  pada tahun 1992 sebagai “kelompok aksi langsung yang difokuskan pada isu-isu penting untuk kelangsungan hidup lesbian dan visibilitasnya. Puluhan bab lain dengan cepat muncul di seluruh dunia, sebuah misi memperluas mereka untuk memasukkan pertanyaan seperti jenis kelamin, ras, dan kelas. Newsweek reporter Eloise Salholz, meliputi 1.993 LGBT Maret di Washington, percaya Lesbian Avengers begitu populer karena mereka didirikan pada saat lesbian yang semakin lelah bekerja pada isu-isu, seperti AIDS dan aborsi, sementara masalah mereka sendiri pergi tak terpecahkan. Yang paling penting, lesbian merasa frustrasi dengan ketidaknampakan merepa di masyarakat pada umumnya, dan ketidaknampakan dan kebencian terhadap wanita (misogyny) dalam komunitas LGBT.

sumber : wikipedia

Sejarah Homoseksualitas

Sejarah homoseksualitas dapat ditilik dari zaman atau masa Mesir Kuno, sementara itu sikap masyarakat terhadap hubungan sesama jenis telah berubah dari waktu ke waktu dan berbeda secara geografis. Bermula dari mengharapkan semua pria terikat dalam hubungan sesama jenis, dalam kesatuan sederhana, melalui penerimaan, dalam pemahaman praktik tersebut merupakan dosa kecil, menekannya melalui penegakan hukum dan mekanisme pengadilan, hingga dalam pengharaman hubungan tersebut praktik homoseksual dijerat dengan hukuman mati

Dalam kumpulan kajian sejarah dan etnografi budaya pra-industri, “penolakan terhadap homoseksualitas dilaporkan sebesar 41% dari 42 budaya; Sebesar 21% budaya menerima dan/atau mengabaikan homoseksualitas, dan 12% melaporkan tidak ada konsep seperti itu. Dari 70 catatan etnografis, 59% melaporkan homoseksualitas tidak ada atau jarang terjadi dan 41% menunjukkan homoseksualitas ada atau dianggap biasa.”

Dalam budaya yang dipengaruhi oleh agama-agama Ibrahim, hukum dan gereja menetapkan sodomi sebagai pelanggaran terhadap hukum Tuhan atau kejahatan terhadap alam. Namun, penjatuhan hukuman kepada pelaku seks anal dari kalangan homoseksual sudah tercatat sejarah sebelum lahirnya agama Kristen. Hal ini dilaporkan sering terjadi pada zaman Yunani Kuno; “ketidakwajaran” ini dapat ditelusuri kembali hingga ke era Plato.

Banyak tokoh sejarah yang diduga gay atau biseksual seperti Socrates, Lord Byron, Edward II, dan Hadrian. Sejumlah ilmuwan, seperti Michel Foucault, menganggap pelabelan gay atau biseksual ini berbahaya bagi pengenalan anakronistik sebuah konstruksi seksualitas kontemporer yang tidak muncul pada masa itu, tetapi banyak kalangan yang menentang ini.

Argumen umum kalangan konstruksionis menyatakan bahwa tidak ada seorang pun pada zaman kuno atau Abad Pertengahan yang mengalami homoseksualitas sebagai suatu karakteristik penentu seksualitas yang bersifat eksklusif dan permanen. John Boswell membalas argumen ini dengan mengutip tulisan-tulisan Yunani kuno Plato, yang menggambarkan individu-individu tersebut menunjukkan homoseksualitas eksklusif.

Afrika

sumber foto : wikipedia

sumber foto : wikipedia

Meskipun sering diabaikan atau ditekan oleh penjelajah dan penjajah dari Eropa, penduduk asli Afrika memiliki berbagai bentuk ekspresi homoseksual. Antropolog Stephen O. Murray dan Will Roscoe melaporkan bahwa perempuan di Lesotho melakukan sanksi sosial berupa “hubungan erotis jangka panjang” yang disebut motsoalle. E. E. Evans-Pritchard juga mencatat bahwa prajurit laki-laki suku Azande di Kongo utara rutin mengambil kekasih laki-laki muda antara usia dua belas dan dua puluh, yang membantu tugas rumah tangga dan berpartisipasi dalam seks interkrural dengan suami mereka yang lebih tua. Namun, praktik ini telah mati sejak awal abad 20, setelah bangsa Eropa menguasai negara-negara Afrika, tetapi sempat diceritakan kalangan tetua kepada Evans-Pritchard.

Khnumhotep dan Niankhkhnum, pasangan homoseksual pertama yang tercatat dalam sejarah, adalah pasangan laki-laki dari Mesir Kuno, hidup sekitar tahun 2400 SM. Pasangan ini digambarkan dalam posisi hidung mencium, pose paling intim dalam seni Mesir, dan dikelilingi oleh apa yang tampaknya menjadi warisan dan istri mereka. Penafsiran ini diragukan oleh arkeolog lain, seperti David O’Connor yang meyakini bahwa mereka berdua mungkin adalah saudara, kemungkinan saudara kembar.

Amerika

Di antara penduduk asli Amerika sebelum masa penjajahan Eropa, bentuk umum hubungan sesama-jenis terjadi dalam sosok individuDua-Roh. Biasanya individu ini dikenali sejak awal, masing-masing diberi pilihan oleh orang tua mereka untuk mengikuti jalan, dan setelah sang anak menentukan pilihannya, ia akan dibesarkan dengan cara yang sesuai dan akan mempelajari kebiasaan dari gender yang telah dipilih. Individu Dua-Roh umumnya adalah seorang dukun terpandang dan dihormati karena kekuatannya yang melampaui dukun-dukun lainnya. Mereka biasanya berhubungan seksual dengan anggota suku biasa dengan jenis kelamin yang sama.

Individu homoseksual dan transgender juga umum didapati di sejumlah peradaban pra-penaklukan di Amerika Latin, seperti Aztek, Maya, Quechua, Moche, Zapotek, dan Tupinambá di Brasil.

Para penakluk Spanyol terkejut dengan penemuan praktik sodomi yang dilakukan secara terbuka di kalangan penduduk pribumi, dan mereka berusaha untuk membinasakan praktik itu dengan menundukkan berdache (istilah dalam bahasa Spanyol untuk individu dua-roh) di bawah kekuasaan mereka melalui hukuman berat, termasuk penghukuman mati di depan umum, dibakar dan diterkam oleh sekawanan anjing.

sejarah lgbt

sumber : wikipedia Tarian kepada the Berdache Sac and Fox Nation, Sebuah tarian untuk merayakan orang dengan dua spiritual. George Catlin (1796–1872); Smithsonian Institution, Washington, DC

Asia Timur

 Di Asia Timur, cinta sesama-jenis telah tercatat sejak awal sejarah.

Homoseksualitas di Cina, dikenal dengan sebutan “kenikmatan buah terlarang”, “potongan lengan baju”, atau “adat selatan”, telah tercatat sejak tahun 600 SM. Istilah-istilah halus/eufemistik digunakan untuk menggambarkan perilaku, bukan identitas (baru-baru ini beberapa kalangan pemuda China cenderung halus menggunakan istilah “Brokeback,”断背duanbei yang merujuk kepada pria homoseksual, diadaptasi dari film Brokeback Mountain karya sutradara Ang Lee). Hubungan homoseksual ditandai oleh perbedaan umur dan posisi sosial. Namun, contoh cinta dan interaksi seksual sesama-jenis tergambar dalam novel klasik Dream of the Red Chamber yang nampak familiar bagi pengamat sekarang seperti halnya cerita-cerita roman heteroseksual pada masa itu.

Homoseksualitas di Jepang, dikenal sebagai shudo atau nanshoku telah didokumentasikan selama lebih dari seribu tahun dan memiliki beberapa kaitan dengan kehidupan monastik Buddhis dan tradisi samurai. Budaya cinta sesama jenis melahirkan tradisi yang kuat dalam seni lukis dan sastra Jepang yang mendokumentasikan dan merayakan hubungan tersebut.

Di Thailand, Kathoey, atau “ladyboy,” telah menjadi corak masyarakat Thailand selama berabad-abad, dan raja-raja Thailand memiliki pasangan baik laki-laki maupun perempuan. Meski kathoey meliputi kebancian atau kekedian, tapi secara umum keberadaan mereka diterima dalam budaya Thailand sebagai gender ketiga. Mereka umumnya diterima oleh masyarakat, dan negara tidak pernah memiliki hukum yang melarang homoseksualitas atau perilaku homoseksual.

sumber foto : wikipedia

sumber foto : wikipedia

Eropa

Dokumen pertama dari Barat (dalam bentuk karya sastra, obyek seni, dan materi mitografik) yang menceritakan hubungan sesama jenis, berasal dari Yunani Kuno.

Dalam dokumen-dokumen tersebut, homoseksualitas laki-laki digambarkan dalam sebuah dunia tempat hubungan dengan perempuan dan dengan para pemuda adalah fondasi penting kehidupan cinta seorang laki-laki. Hubungan sesama jenis dipandang sebagai bangunan institusi sosial yang berbeda dari waktu ke waktu dan antara satu kota dengan yang lainnya. Praktik formal homoseksualitas, seringkali berupa hubungan erotis (juga seringkali ditekan) antara laki-laki dewasa dan remaja lajang. Praktik ini dinilai atas keuntungan pedagogisnya dan sebagai alat kontrol populasi, meski kadang-kadang disalahkan karena menyebabkan gangguan. Plato sempat memuji manfaat hubungan homoseksual dalam tulisan-tulisan awalnya tetapi dalam karya-karya terakhirnya, ia mengusulkan pelarangan terhadap praktik hubungan homoseksual. Dalam Simposium (182B-D), Plato menyamakan penerimaan homoseksualitas dengan demokrasi, dan penindasan terhadapnya dengan despotisme, “..homoseksualitas dipandang sebagai aib yang memalukan oleh kaum barbar di bawah pemerintahannya yang lalim, seperti halnya filsafat dan atletik, karena tampaknya bukanlah kepentingan terbaik bagi para penguasa barbar untuk membiarkan pemikiran-pemikiran besar tersebut tertanam dalam diri rakyatnya, atau persahabatan yang kuat atau persatuan fisik, seperti kebanyakan cenderung dilakukan oleh kaum homoseksual. Dalam karyanya Politik, Aristotelesmenolak ide-ide Plato tentang penghapusan homoseksualitas (2,4); Ia menjelaskan bahwa kaum barbar seperti bangsa Kelt menempatkan kalangan homoseksual secara terhormat (2.6.6), sedangkan bangsa Kreta menggunakan homoseksualitas sebagai alat untuk mengatur populasi (2.7.5).

sumber foto : wikipedia

sumber foto : wikipedia

Homoseksualitas perempuan pada zaman kuno jarang diketahui. Sappho, lahir di pulau Lesbos, merupakan tokoh yang dimasukkan ke dalam daftar sembilan penyair lirik kanonik oleh bangsa Yunani. Kata sifat yang berasal dari nama dan tempat kelahirannya (Sapphic dan Lesbian) akhirnya diterapkan ke homoseksualitas perempuan pada abad ke-19. Puisi-puisi Sappho banyak bercerita tentang hasrat dan cinta tokoh-tokoh di dalamnya. Tokoh-tokoh di dalam banyak puisinya berbicara tentang cinta dan kegilaan pada perempuan (kadang berbalas, kadang tidak), namun hanya didapati sedikit deskripsi keintiman fisik antara perempuan yang kerap diperdebatkan. Selain itu, tidak ada bukti bahwa Sappho mendirikan sekolah khusus perempuan.

Pada zaman Romawi Kuno, kemolekan tubuh kaum lelaki muda tetap menjadi objek seksual para pria dewasa, tetapi sebuah ikatan hubungan hanya terjadi antara pria lajang yang lebih tua dan budak atau pemuda yang dibebaskan yang mengambil peran ‘penerima’ dalam seks. Semua kaisar kecuali Claudius memiliki kekasih laki-laki. KaisarHadrianus terkenal karena hubungannya dengan Antinous, tetapi kaisar Kristen Theodosius I menetapkan hukum pada 6 Agustus 390 M, mengutuk pasangan laki-laki pasif untuk dibakar di tiang. Menjelang akhir pemerintahannya, kaisar Yustinianus, memperluas pelarangan praktik homoseksualitas hingga ke pasangan aktif (pada tahun 558 M), memperingatkan bahwa perilaku tersebut dapat mengarah pada kehancuran kota karena “murka Tuhan”. Meskipun demikian, pemungutan pajak dari rumah pelacuran laki-laki yang diperuntukan bagi kaum homoseksual terus dikumpulkan sampai akhir pemerintahan Anastasius I pada 518 M.

Selama era Renaisans, kota-kota kaya di utara Italia – Florence dan Venesia khususnya – terkenal karena praktik cinta sesama jenis, melibatkan sebagian besar populasi laki-laki dan terbentang di sepanjang pola klasik Yunani dan Roma. Meskipun banyak penduduk laki-laki yang terlibat dalam hubungan sesama jenis, Gli Ufficiali di Notte (Polisi Malam), tetap menuntut, menjatuhkan denda, dan memenjarakan sebagian besar mereka. Runtuhnya masa-masa kebebasan artistik dan erotisme dibawa oleh pendeta Girolamo Savonarola. Di Eropa Utara, diskursus artistik mengenai sodomi berbalik melawan pendukung awalnya seperti seniman Rembrandt, yang dalam karya Pemerkosaan Ganymede tidak lagi menggambarkan Ganymede sebagai pemuda yang menyerahkan kesediaannya sebagai abdi, tetapi seorang bayi menangis yang diserang oleh burung pemangsa.

Hubungan yang dimiliki oleh tokoh-tokoh terkemuka, seperti Raja James I dari Inggris dengan Adipati Buckingham, kerap menjadi sorotan. Pemberitaan tentang hubungan mereka tersebar di jalan-jalan dalam selebaran anonim bertuliskan: “Dunia ini b’rubah, entah gimana, sekarang pria mencumbu pria, tidak lagi wanita; …Raja James I dan Buckingham: Benar adanya, ia telah melepaskan diri dari dekapan sang istri demi bermesraan dengan Ganimede tercintanya “(Mundus Foppensis, atau The Fop Display’d, 1691).

Love Letters Between a Certain Late Nobleman and the Famous Mr. Wilson diterbitkan tahun 1723 di Inggris dan dianggap sebagai novel oleh beberapa pemikir modern. Pada novel populer, Fanny Hill, edisi 1749 karya John Cleland, terdapat adegan homoseksual, tapi konten tersebut dihapuskan pada edisi tahun 1750. Pada era perjuangan awal homoseksualitas di Inggris, sekitar tahun 1749, Thomas Cannon menerbitkan sebuah buku berjudul Ancient and Modern Pederasty Investigated and Exemplified, tapi segera ditarik dari peredaran. Termasuk isi dalam buku yang menyebutkan, “Hasrat Tidak Wajar adalah Sebuah Istilah yang Kontradiktif; Sangat Tidak Masuk Akal. Hasrat adalah Dorongan Kasih Sayang yang Datang dari Bagian Terdalam Seorang Manusia.” Sekitar tahun 1785, Jeremy Bentham menulis pembelaan yang lain, tapi tidak pernah diterbitkan sampai tahun 1978. Sementara itu, penghukuman mati untuk kasus-kasus sodomi terus berlanjut di Belanda hingga tahun 1803, dan di Inggris hingga 1835.

Antara tahun 1864 dan 1880 Karl Heinrich Ulrichs menerbitkan sebuah buku yang terdiri dari dua belas traktat, berjudul Research on the Riddle of Man-Manly Love. Pada tahun 1867, Ulrichs menjadi pria homoseksual pertama yang secara terbuka membela homoseksualitas dengan mengajukan resolusi untuk mendesak pencabutan Undang-Undang Anti-Homoseksual di Kongres Pakar Hukum Jerman di Munich. Buku berjudul Sexual Inversion karya Havelock Ellis, terbit pada tahun 1896, menantang teori yang menyatakan homoseksualitas adalah keabnormalan beserta stereotip-stereotip yang direkatkan pada individu-individu homoseksual, dan ia juga menekankan pada keberadaan homoseksualitas yang tersebar dimana-mana dengan prestasi intelektual dan prestasi di bidang seni. Meskipun jurnal medis seperti ini (yang ditulis sebagian dalam bahasa Latin untuk mengaburkan rincian isi berbau seksual) tidak secara luas dibaca oleh masyarakat umum, tapi hal ini menjadi tonggak munculnya Komite Humanitarian Ilmiah Magnus Hirschfeld yang berkampanye selama tahun 1897-1933 melawan hukum anti-sodomi di Jerman, serta sebuah gerakan informal tersembunyi di kalangan intelektual dan penulis Inggris yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Edward Carpenter dan John Addington Symonds. Bermula pada tahun 1894 dengan Homogenic Love, aktivis dan penyair sosialis Edward Carpenter menulis sejumlah artikel dan pamflet pro-homoseksual, dan mengaku sebagai homoseksual dalam bukunya My Days and Dreams tahun 1916. Pada tahun 1900, Elisar von Kupffer menerbitkan sebuah antologi puisi homoseksual dari zaman kuno sampai eranya pada masa itu berjudul Lieblingminne Freundesliebe und in der Weltliteratur. Tujuannya adalah untuk memperluas sudut pandang publik terhadap homoseksualitas yang selama ini dipandang hanya sebagai masalah kedokteran dan biologi, tetapi juga dapat ditinjau sebgai kajian etika dan budaya. Sebagai bentuk penentangannya, Reich Ketiga menargetkan orang-orang LGBT dalam peristiwa Holocaust.

Timur Tengah, Asia Tengah dan Asia Selatan

 Dalam sejumlah budaya Muslim di Timur Tengah, praktik homoseksual yang bersifat egaliter dan tersebar di segala usia individu, masih tersebar luas dan terselubung. Di wilayah beriklim sedang dan sub-tropis yang membentang dari India Utara ke Sahara Barat, pola hubungan sesama jenis tersebar, pada tiap gender atau tiap rentang usia atau keduanya. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan egaliter yang muncul pada pola hubungan barat menjadi lebih sering ditemui, meskipun mereka tetap langka. Pada hubungan seks sesama jenis di beberapa negara Muslim, pemerintahnya menerapkan hukuman mati seperti: Arab Saudi, Iran, Mauritania, Nigeria utara, Sudan, dan Yaman.

Tradisi seni dan sastra bermunculan membangun homoseksualitas di Timur Tengah. Di negara-negara Arab pada abad pertengahan dan Persia, penyair muslim – kadang Sufi – menulis syair-syair pujian bagi para remaja lelaki tampan pembawa anggur yang melayani mereka di kedai-kedai minum. Di mayoritas daerah, praktik ini bertahan hingga masa modern, seperti yang didokumentasikan oleh Richard Francis Burton, Andre Gide, dan lain-lain.

sumber foto : traditions.cultural-china.com

sumber foto : traditions.cultural-china.com

Di Persia homoseksualitas dan ekspresi homoerotik ditoleransi di banyak tempat umum, dari biara-biara dan seminari-seminari hingga bar, kamp militer, pemandian, dan kedai kopi. Pada masa Safawiyyah awal (1501-1723), rumah-rumah prostitusi laki-laki (amrad khane) secara hukum diakui, dan membayar pajak. Penyair Persia, seperti Sa’di (wafat tahun 1291), Hafiz (wafat tahun 1389), dan Jami (wafat tahun 1492), menulis puisi penuh dengan sindiran homoerotik. Dua bentuk paling umum yang didokumentasikan adalah perilaku seks komersial dengan transgender muda laki-laki atau laki-laki yang berpura-pura sebagai transgender yang dicontohkan oleh penari-penari köçek dan bacchá, dan praktik spiritual Sufistik saat para penyair mengagumi keindahan bentuk seorang anak untuk memasuki keadaan yang bahagia dan melihat sekilas keindahan Tuhan.

Sekarang, pemerintah di Timur Tengah sering mengabaikan, membantah keberadaan, atau mengkriminalkan homoseksualitas. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, pada pidatonya di Universitas Columbia tahun 2007, menegaskan bahwa tidak ada kaum gay di Iran. Kaum gay ada di Iran, tetapi kebanyakan mereka tetap merahasiakan seksualitasnya karena takut sanksi pemerintah atau ditolak oleh keluarga mereka.

Hukum Manu, dasar hukum Hindu, menyebutkan “jenis kelamin ketiga”, yaitu anggota-anggota yang mungkin terlibat dalam ekspresi gender non-tradisional dan aktivitas homoseksual.

 Kepulauan Pasifik

 Hubungan sesama jenis banyak ditemui di masyarakat Melanesia (khususnya di Papua Nugini) dan telah menjadi bagian yang menyatu dengan budaya sampai pertengahan abad yang lalu. Suku Etoro dan Marind-anim, misalnya, memandang heteroseksualitas sebagai dosa sementara homoseksualitas diterima secara umum. Dalam suku Etoro, misalnya, suku ini percaya bahwa kekuatan manusia, kekuatan vitalnya, ditemukan dalam air maninya. Suku ini mengajarkan dan percaya bahwa anak muda harus menelan air mani dari anggota suku yang lebih tua untuk menjadi dewasa. Hal ini secara harfiah diterjemahkan ke dalam hubungan homoseksual antara anak dan mentornya. Sang anak akan “dibuahi” (secara oral, anal, atau topikal, tergantung pada suku) selama beberapa tahun hingga tiba pada saat anak laki-laki tersebut telah tumbuh menjadi seorang pria yang kelak menjadi mentor untuk anak muda lain di sukunya. Pada saat itu, ia dinyatakan lulus pada kekuatan hidup. Suku Etoro juga percaya bahwa jika seorang wanita tidak hamil, dia telah menyia-nyiakan kekuatan hidup dan dianggap berada dalam kasta yang lebih rendah.

Meskipun demikian, semenjak masuknya Kristen oleh misionaris Eropa, banyak masyarakat Melanesia yang menolak hubungan sesama jenis.

Pertimbangan Historiografis

 Istilah “homoseksualitas” diciptakan pada abad ke-19, sementara istilah “heteroseksualitas” dibuat setelahnya masih pada abad yang sama. Istilah “biseksual” diciptakan pada abad ke-20 saat identitas seksual ditentukan kalangan mayoritas sehingga perlu label bagi mereka yang umumnya tidak hanya tertarik pada satu jenis kelamin. Sejarah seksualitas manusia tidak hanya berbicara sejarah seksualitas kaum heteroseks saja dan sejarah seksualitas kaum homoseks, tetapi mengenai cara melihat konsepsi yang lebih luas sebuah peristiwa sejarah dari sudut pandang konsep modern kita saat ini atau konsep seksualitas yang diambil dari definisi yang paling luas atau harfiah.

Penggambaran tokoh-tokoh sejarah sering disertakan dengan identitas seksual seperti straight, biseksual, gay, atau queer. Pendukung praktik homoseksual mengatakan bahwa hal itu dapat menyoroti isu-isu seperti historiografi yang bersifat diskriminatif, misalnya, dengan menghapuskan catatan sejarah pengalaman seksual sesama jenis tokoh-tokoh terkemuka, atau karya seni dan sastra buah hasil percintaan sesama jenis, dan sebagainya. Berlawanan dengan itu, beberapa peneliti pro-LGBT tetap berpegang pada teori-teori homoseksualitas, mengeliminasi kemungkinan lain.

Namun, banyak akademisi menganggap penggunaan label sebagai masalah karena perbedaan masyarakat dalam mengkonstruksikan orientasi seksual dan karena konotasi istilah-istilah modern seperti “queer.” Misalnya, di banyak masyarakat perilaku seks sesama jenis dan tidak ada identitas seksual yang dibangun. Akademisi biasanya bekerja menentukan kata-kata yang akan digunakan beserta konteksnya. Para pembacanya diingatkan untuk menghindari asumsi terhadap identitas tokoh-tokoh sejarah berdasarkan penggunaan istilah yang disebutkan di atas. 

Yunani Kuno

 Pria-pria Yunani memiliki kebebasan yang besar dalam ekspresi seksual mereka, sementara kebebasan istri-istri mereka sangat terbatas dan hampir tidak bisa bergerak tanpa pengawasan. Dikatakan bahwa seorang wanita bisa melakukan perjalanan dengan bebas di sekitar kota hanya jika ia sudah cukup tua hingga tidak dipertanyakan istri siapa, tapi ibu siapakah dia.

sumber foto : wikipedia

sumber foto : wikipedia

Pria juga dapat mencari remaja laki-laki sebagai pasangan seperti yang ditunjukkan dalam beberapa dokumen terdahulu tentang hubungan pederastik sesama jenis yang berasal dari Yunani Kuno. Seringnya, lelaki lebih disukai dibanding perempuan. Sebuah peribahasa kuno mengatakan, “Perempuan untuk bisnis, laki-laki untuk kesenangan.” Meskipun budak laki-laki bisa dibeli, remaja laki-laki bebas harus dilamar, dan disebutkan bahwa ayah remaja laki-laki tersebut harus menyetujui hubungan itu. Hubungan homoseksual semacam itu tidak menggantikan pernikahan antara pria dan wanita, namun terjadi sebelum dan bersamaan dengan pernikahan lawan jenis. Seorang pria dewasa biasanya tidak memiliki pasangan laki-laki dewasa, meskipun sering ada pengecualian (di antaranya Alexander Agung) tetapi ia akan menjadi erastes (kekasih) ke eromenos muda (yang dicintai). Dover menyatakan bahwa eromenos tidak pantas untuk berhasrat, karena hal itu tidak bersifat maskulin. Didorong oleh keinginan dan kekaguman, seorang erastes akan mengabdikan dirinya untuk menyediakan pendidikan yang diperlukan eromenos-nya untuk tumbuh di masyarakat. Pada era sekarang ini, teori Dover dipertanyakan sehubungan dengan bukti-bukti berupa puisi cinta dan karya seni kuno yang menunjukkan ikatan emosional antara erastes dan eromenos, bertolak belakang dengan yang diakui para peneliti sejarah terdahulu. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penduduk Yunani kuno meyakini sperma adalah sumber pengetahuan, dan bahwa hubungan sesama jenis telah digunakan untuk menurunkan kearifan dari erastes ke eromenos. 

Romawi Kuno

 Pendewaan sosok Antinous, berserta pemujaan terhadap medali, patung, kuil, kota, ramalan, dan konstelasinya, sangatlah terkenal, tapi kenangan akan sosok Hadrian masih tidak dihormati. Namun, kita mencatat bahwa dari lima belas kaisar Roma pertama, Claudius adalah satu-satunya yang jatuh cinta dengan benar – Edward Gibbon.

  • Tiberius
  • Caligula dan Lepidus
  • Nero dan Sporus
  • Otho
  • Elagabalus
  • Hadrian dan Antinous
  • Trajan

Dikatakan bahwa Yulius Caesar, pada usia dua puluh, berselingkuh dengan Raja Nicomedes dari Bitinia. Seorang lawan politiknya pernah berkata, “Dia adalah pria yang diidamkan setiap wanita dan wanita yang diidamkan pria.” 

Abad Pertengahan

 Melalui periode abad pertengahan, homoseksualitas pada umumnya dikutuk dan dianggap sebagai pesan moral dari kisah Sodom dan Gomora. Sejarawan memperdebatkan apakah ada tokoh homoseksual dan biseksual menonjol saat ini, namun juga masih diperdebatkan benar-tidaknya keterlibatan hubungan sesama jenis tokoh-tokoh seperti Edward II, Richard si Hati Singa, Philip II Augustus, dan William Rufus.

Sejarawan Allan A. Tulchin baru-baru ini berpendapat bahwa bentuk pernikahan sesama jenis oleh laki-laki terjadi di Prancis Abad Pertengahan, dan mungkin sejumlah daerah lainnya di Eropa. Ada kategori hukum yang disebut “enbrotherment” (affrèrement) yang memungkinkan dua orang untuk berbagi tempat tinggal, menggabungkan harta, dan hidup sebagai pasangan menikah. Pasangan berbagi “satu roti, satu anggur, satu tas.” Artikel ini mendapat perhatian cukup besar di pemberitaan berbahasa Inggris, mungkin karena Tulchin telah menemukan bentuk paling awal dari pernikahan sesama jenis. Pandangan Tulchin telah juga memicu kontroversi, karena menentang pandangan umum bahwa periode abad pertengahan merupakan salah satu periode yang paling anti-gay dalam sejarah. 

Psikiatri  – Ilmu kejiwaan

 Sigmund Freud berpendapat bahwa baik heteroseksualitas maupun homoseksualitas adalah bentukan norma, sementara “biseksualitas” adalah kondisi normal manusia yang ditolak oleh masyarakat. Sebuah kamus kedokteran keluaran tahun 1901 mengurutkan heteroseksualitas sebagai ketertarikan seksual “menyimpang” lawan jenis, sedangkan pada 1960-an heteroseksualitas disebut “normal.”

Pada tahun 1948 Alfred Kinsey menerbitkan Sexual Behaviour in Human Male, yang dikenal sebagai Kinsey Report – Laporan Kinsey.

Homoseksualitas dianggap suatu gangguan kejiwaan selama bertahun-tahun, tapi penelitian ini berdasar pada teori yang kemudian dianggap cacat. Pada tahun 1973 homoseksualitas dihapuskan sebagai penyakit mental di Inggris. Pada tahun 1986 semua referensi homoseksualitas sebagai gangguan kejiwaan telah dihapus dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) dari American Psychiatric Association. 

Revolusi seksual

 Kerusuhan Stonewall adalah serangkaian konflik kekerasan antara pihak kepolisian New York City dengan pria gay dan wanita transgender di Stonewall Inn, sebuah tempat nongkrong gay di Greenwich Village. Kerusuhan dimulai pada Jumat, 27 Juni 1969. “Stonewall” dianggap sebagai awal gerakan modern perjuangan hak asasi gay di AS dan seluruh dunia. Ini adalah kali pertama kalangan gay menolak ditangkap oleh pihak polisi. Bagi banyak orang, ini adalah momentum penting gerakan modern perjuangan hak asasi gay, meskipun beberapa kemajuan dalam pengakuan hak-hak gay telah muncul sebelumnya (Kanada telah mengesahkan sodomi tahun sebelumnya, sedangkan Prancis telah melegalkan itu sejak abad ke-18).

sumber: wikipedia

Gender ketiga di India, Indonesia dan Albania

Di beberapa belahan dunia, ternyata gender tidak hanya terdiri atas laki-laki dan wanita. Mereka menganggap mereka gender ketiga. Bukan wanita, bukan pula pria.

 

Hijra. di India

 

3rd gender india

 

Eksistensi hijra sendiri sudah ada sejak ribuan tahun. Hijra sering melakukan ritual pemberkatan kepada wanita dan bayi yang baru lahir agar mendapatkan keberuntungan dan kesuburan. Menjadi Hijra sendiri di India sama saja dengan memasukan diri ke dalam kelompok kasta orang buangan (outcast), walaupun untuk beberapa orang, ini menjadi satu-satunya jalan. Sering kali anak laki-laki yang berperilaku feminin, sering mendapat cemoohan bahwa dia berperilaku seperti hijra. secara tidak langsung cemoohan itu sudah membentuk pola pikir anak tersebut bahwa dia adalah seorang hijra. Meskipun secara tradisi dan sejarah, keberadaan hijra diakui dan bagian dari masyarakat, pada prakteknya mereka tetap mendapat diskriminasi dan cemoohan, malah kadang dianggap seperti bukan manusia.

sumber foto : allianceindia.org

sumber foto : allianceindia.org

 

Tapi, ada satu festival untuk memuja Dewa Arafan,  di mana para Hijra ini bisa menikah dengan Dewa Arafan. Sebagai orang yang disisihkan dari masyarat, festival ini tentu  memberikan tempat khusus bagi para hijra.Setiap tahun sekitar 30.000 hijra datang ke tempat ini untuk menikah dengna Dewa Arafan. Dewa Arafan sendiri diceritakan dalam cerita Maha Barata. Arafan adalah orang yang diputuskan untuk dikorbankan dalam perang Maha Barata. Mengetahui bahwa hidupnya tinggal satu hari, Arafan tetap diminta untuk menikah. Namun tidak ada satu wanita pun yang bersedia menikahinya, dengan alasan tidak mau menjadi janda. Maka turunlah Dewa Krisna dalam wujud seorang wanita dan menikah dengannya. Cerita ini menggambarkan Hijra sebagai seorang wanita yang dulunya adalah laki-laki yang tersakiti dan menjadi korban sosial di masyarakat.

Satu hari setelah festival selesai, semua Hijra harus menjadi janda dengan melepaskan gelang ikatan pernikahan mereka. Ini lah hari yang membuat para Hijra sedih karena harus berpisah dengan suami mereka dan harus kembali menghadapi hidup mereka ynag penuh diskriminasi.

 

Bissu, di Sigeri, Sulawesi

 

3rd gender sulawesi

Di Sulawesi Selatan, sebelum datangnya agama-agama yang ada sekarang ini, sudah ada kepercayaan  orang-orang bugis  memberikan tempat kepada beberapa orang yang dalam dunia modern mereka sering disebut waria. Namun bedanya menjadi seorang bissu adalah suatu panggilan alam, lahir sebagai bissu. Puang matoa adalah tittle yang disandang seorang bissu, Poang Matoa bukan laki-laki, bukan pula wanita. Poang Matoa biasanya memimpin upacara penyuburan tanah. Berdasarkan tradisi Bugis, sebenarnya bisu sendiri adalah orang yang terlahir dengan 2 kelamin, atau sering disebut hermaphrodite. Dalam tradisi kuno bugis, sebenarnya selain gender laki-laki, perempuan, dan bisu masih ada 2 gender lagi, yaitu perempuan yang hidup sebagai seorang lak-laki, atau Calelai dan laki-laki yang hidup sebagai seorang wanita atau Calebai.

Menurut definisi Bissu adalah kaum pendeta yang tidak mempunyai golongan gender dalam kepercayaan tradisional Tolotang yang dianut oleh komunitas Amparita Sidrap dalam masyarakat Bugis dari Sulawesi Selatan di Pulau Sulawesi, Indonesia. Golongan Bissu umumnya disebut “di luar batasan gender”, suatu “makhluk yang bukan laki-laki atau perempuan”, atau sebagai “memiliki peran ritual”, di mana mereka “menjadi perantara antara manusia dan dewa”. Tidak ada penjelasan meyakinkan definitif untuk apakah arti “di luar batasan jender” dan bagaimana sebutan tersebut dimulai.

Menurut Sharyn Graham, seorang peneliti di University of Western Australia di Perth, Australia, seorang Bissu tidak dapat dianggap sebagai banci atau waria, karena mereka tidak memakai pakaian dari golongan gender apa pun namun setelan tertentu dan tersendiri untuk golongan mereka. Menurut Sharyn Graham, dalam kepercayaan tradisional Bugis, tidak terdapat hanya dua jenis kelamin seperti yang kita kenal, tetapi empat (atau lima bila golongan Bissu juga dihitung), yaitu: “Oroane” (laki-laki); “Makunrai” (perempuan); “Calalai” (perempuan yang berpenampilan seperti layaknya laki-laki); “Calabai” (laki-laki yang berpenampilan seperti layaknya perempuan); dan golongan Bissu, di mana masyarakat kepercayaan tradisional menganggap seorang Bissu sebagai kombinasi dari semua jenis kelamin tersebut.

Para Bissu tidak jarang digambarkan dan dianggap sebagai waria, hal ini disebabkan oleh kesalahpahaman masyarakat awam dalam banyak sejarah dan peran mereka dalam masyarakat. Untuk menjadi Bissu, seseorang harus memadukan semua aspek gender. Dalam banyak contoh ini berarti mereka harus dilahirkan dengan sifat hermafrodit. Ada juga muncul contoh Bissu di mana Bissu laki-laki atau perempuan sepenuhnya terbentuk secara seksual.

Peran interseksual seorang Bissu yang tidak biasa dalam masyarakat Bugis tradisional tidak secara eksklusif berhubungan dengan anatomi tubuh mereka, tetapi peran mereka dalam kebudayaan Bugis. Identitas ketiadaan gender mereka (atau kemencakupan tentang segala jenis kelamin) dan karakter berbagai jenis yang tidak dapat dialokasikan secara akurat kepada jenis kelamin apa pun.

Hal ini terbukti dalam cara berpakaian para Bissu. Para Bissu mengenakan sejenis gaun dan pakaian yang tidak dikenakan oleh jenis kelamin lain, namun juga memasukkan elemen dan karakter pakaian “pria” dan “perempuan”, yang menjelaskan mengapa golongan Bissu tidak dapat disebut sebagai waria, karena mereka hanya diizinkan untuk memakai pakaian yang sesuai untuk kasta gender mereka.

Peran unik yang dilakukan golongan Bissu dalam budaya Bugis sangat erat kaitannya dengan status ketakterbatasan gender mereka. Diperkirakan bahwa, karena kita adalah manusia yang tinggal di balik suatu batasan gender, kita pun tidak ada di tengah-tengah dunia yang tampak dan yang tersembunyi. Pikiran ini diduga mirip dengan ide awal Muslim tentang “Khanith” dan “Mukhannathun” yang menjadi “pengawal batas-batas suci” dan adanya posisi setara untuk para interseksual dan transgender yang ada dalam budaya Muslim tradisional tertentu, tetapi dalam kasus ini tampaknya budaya Bissu bersumber dari budaya daerah Sulawesi yang jauh lebih awal dari budaya Muslim.

Dalam budaya Bugis, para Bissu biasanya dimintai nasihat ketika “persetujuan tertentu” dari kekuasaan dunia batin (spiritual) diperlukan. Hal ini terjadi misalnya ketika orang Bugis Sulawesi berangkat untuk perjalanan naik haji ke Mekah. Dalam situasi ketika dimintai nasihat, seorang Bissu akan melakukan ritual untuk mengizinkan jin yang sangat baik untuk merasuki mereka dan untuk berbicara sebagai utusan dari dunia tak nampak.

Golongan Bissu yang telah terlatih dikenal dengan keunikannya di mana mereka dipercaya tak mempan sama sekali akan senjata tajam.

Untuk menjadi bissu pun harus melalui serangkaian pengawasan dan ujian. Sejak kecil semua anak diperhatikan perilaku mereka. Apakah cenderung berperilaku yang pada umumnya dilakukan lawan jenis mereka, jika iya, apakah perilaku tersebut berubah atau tetap? Jika tetap ia akan dibawa ke komunitas bissu dan pepimpin bissu akan melangsungkan ritual spiritual.  Lalu ia akan memperoleh pelatihan spiritual, olah kanoragan, kedisiplinan, pengendalian nafsu birahi hingga puasa mutih sampai 40 hari. Penting bagi seorang bissu untuk menjaga kehormatan. Seorang bissu tidak diperkenankan berhubungan seksual maupun menikah.

Walaupun tradisi Bissu dalam memanggil jin adalah tidak sesuai dengan tradisi Islam lokal di Sulawesi, tradisi ini telah dipertahankan oleh komunitas Muslim regional di Sulawesi, dengan syarat bahwa Bissu dan tradisi mereka tidak menunjukkan atau terdiri dari tindakan yang jelas bertentangan dengan syariah Islam. Dalam kasus yang tidak biasa untuk kerasnya tradisi Islam ini, itu berarti bahwa kekuatan seorang Bissu dan jin yang mereka kuasai tidak boleh diukur dengan cara apapun sebagai otonom (berdiri sendiri) dari kekuasaan Allah, karena di dalam sistem Islam, Allah adalah satu-satunya yang harus dihormati.

Dalam kehidupan sosial sehari-hari, golongan Bissu bersama dengan golongan Calabai (“bukan perempuan”) dan Calalai (“bukan laki-laki”), diberi kewenangan penuh dan tidak ada larangan untuk memasuki bagian tempat tinggal perempuan maupun laki-laki di desa-desa.

Di dalam masyarakat Indonesia saat ini, golongan Bissu semakin dianggap sebagai golongan pelestari tradisi Bugis yang berjasa bagi kekayaan budaya nasional Indonesia, walaupun keberadaan mereka semakin jarang dan mungkin akan punah pada masa depan karena maraknya globalisasi dan tertekannya keberadaan mereka oleh agama-agama konvensional di Indonesia.

Definisi laki-laki dan perempuan yang berbeda di Albania.

 

3rd gender albania

 

Di Pegunungan Kaukasian di Albania, tradisi masih sangat kental. Di daerah ini terdapat tradisi dengan kode etik-kode etik  yang berumur raturan tahun, yang bermula pada abad pertengahan. Dalam kode etik tersebut, laki-laki didefinisikan sebagai seseorang yang memegang keseimbangan kekuatan politik dan sosial sedangkan seorang wanita adalah seseorang yang miliki sifat tuduk dan patuh. Hal ini membuat keberadaan “Sworn Virgin” muncul. “Sworn virgin” yang dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan Perawan tersumpah adalah seorang wanita yang mengambil alih peran sebagai seorang laki-laki. Ini biasanya terjadi pada keluarga yang kehilangan generasi laki-laki dalam keluarganya atau generasi laki-lakinya terlalu kecil, sehingga membuat anggota keluarga tertua berjenis kelamin perempuan mengambil alih peran laki-laki. Dalam tradisi di ALbania pada abad pertengahan hanya seorang laki-laki yang bisa mendapatkan warisan keluarga,  laki-laki mendapatkan kebebasan dalam hubungan sosial di masyarakat sedangkan wanita diperlakukan sebagai sebuah barang yang bisa “diperdagangkan” (sebagai istri) yang tidak mempunyai kebebasa. Jika seorang perempuan memutuskan untuk menjadi sworn virgin, maka ia harus menjalaninya seumur hidup dan tidak boleh melakukan aktifitas seksual.

 

 

Sumber : National Geography, Wikipedia

Negara-negara yang melegalkan Pernikahan Sejenis (BANYAK) dan syarat-syaratnya

Berikut ini adalah negara-negara di dunia yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Pernikahan sesama jenis sendiri pertama di tetapkan di Belanda tahun 2001. Sampai 16 November 2015 sendiri sudah banyak negara-negara di dunia yang melegalkan.

sumber: reclaimingthemain.com

sumber: reclaimingthemain.com

  • Argentina
  • Belgia
  • Brasil
  • Kanada
  • Perancis
  • Islandia
  • Irlandia
  • Luxembourg
  • Norwegia
  • Portugal
  • Afrika Selatan
  • Spanyol
  • Swedia
  • Uruguay
  • Beberapa daerah di Denmark
  • Mexico
  • Belanda
  • Selandia Baru
  • Inggris Raya
  • Amerika Serikat
sumber: news.com.au

sumber: news.com.au

CIVIL UNION untuk pasangan sesama jenis

Selain pernikahan ada juga Civil Union, semacam ikatan resmi hidup bersama. Secara legal nilainya hampir samya dengan pernikahan, perbedaannya hany apada status saja. Sedangkan hak-haknya mirip dengan hak-hak pasangan yang menikah. Beberapa negara melegalkan dua-duanya (Pernikahan dan Civil Union)  tapi kebanyakan hanya melegalkan Civil Union.

Berikut negara-negara yang memberikan pelayanan legal Civil Union

ASIA

  • Jepang (Shibuya, Setagaya, Iga, Takarazuka)
  • Taiwan (Saohsing, Taipei, Taichung)

Afrika

  • Afrika selatan
  • Bagian dari Perancis di benua Afrika (Mayotte, Reunion)
  • Bagian dari Spanyol di benua Afrika (Kepulauan Kanari, Ceuta, Melilla)

Amerika Selatan

  • Venezuela, tepatnya di Merida
  • Bagian dari negara Perancis (French Guiana)
  • Brasil
  • Argentina, tepatnya di Rio Negro,  Buenos Aires, Villa Carlospaz, Rio Cuarto
  • Uruguay
  • Ekuador
  • Kolombia
  • Argentina
  • Bolivia
  • Chile

Amerika Utara

  • Costarica
  • Greenland
  • Bagian negara Perancis (Guadaloupe, Martinique, Saint Barthelemy, Saint Martin, Saint Pierre Miquelon)
  • Kanada (Nova Scotia, Quebec, Manitoba, Alberta)
  • Mexico (Mexcio city, Coahuila, Colima, Jalisco, Campeche)
  • Amerika Serikat (Hawaii, New York, California, Distrik Kolumbia, Maine, New Jersey, Washington, Oregon, Wisconsin, Colorado, Nevada, Illinois dan beberapa daerah lainnya)

Australia dan Oseania

  • Australia (Tasmania, Australia Selatan, Australian capital Territory, Victoria, New Sounth Wales, Queensland)
  • Selandia Baru
  • Bagian dari negara Perancis (New Caledonia, Wallis and Futuna)

Eropa

  • Belanda
  • Spanyol (Catalonia, Aragon,Castle La Mancha, Navaram Valencia, Kepulauan Balearic, Andalusia, Asturias, Madrid, Castle and Leon, Extremadura, Basque Country, Cantabria, Galicia, La Rioja)
  • Perancis
  • Belgia
  • Jerman
  • Finlandia
  • Lucembourg
  • Italia (Tuscany, Umbria, Emilia Roumagna, Campania, Marche, Veneto, Apulia, Lazio, Liguria, Abruzzo, Sicily)
  • Andora
  • Inggris Raya
  • Islandia
  • Ceko
  • Swiss (Geneva, Zurich, Neuchatel)
  • Yunani
  • Hongaria
  • Austria
  • Irlandia
  • Liechtenstein
  • Isle of Man
  • Jersey
  • Giblaltar
  • Malta
  • Kroasia
  • Andora
  • Cyprus
  • Estonia

sumber : wikipedia Civil Union untuk pasangan sesama jenis

sumber: gayashevillance.com

sumber: gayashevillance.com

sumber: dot429.com

sumber: dot429.com

Ingin Tahun perjalanan waktu pelegalan pernikahan sesama jenis di Dunia? (sumber: wikipedia)

2001 Netherlands (1 April)
2002
2003 Belgium (1 June), Ontario (10 June), British Columbia (8 July)
2004 Sandoval County, New Mexico (20 February, discontinued), New Paltz, New York (27 February, discontinued), Quebec (19 March), Massachusetts (17 May), Yukon (14 July), Manitoba (16 September), Nova Scotia (24 September), Saskatchewan (5 November), Newfoundland and Labrador (21 December)
2005 New Brunswick (23 June), Spain (3 July), Canada [nationwide] (20 July)
2006 South Africa (30 November)
2007
2008 California (16 June, discontinued 5 November), Connecticut (12 November)
2009 Norway (1 January), Iowa (27 April), Sweden (1 May), Coquille Indian Tribe (20 May), Vermont (1 September)
2010 New Hampshire (1 January), District of Columbia (3 March), Mexican Federal District (4 March), Mashantucket Pequot Tribal Nation (29 April), Portugal (5 June),Iceland (27 June), Argentina (22 July)
2011 New York (24 July), Suquamish Tribe (1 August)
2012 Alagoas (6 January), Quintana Roo (3 May), Denmark (15 June), Santa Rita do Sapucaí, Minas Gerais (11 July), Sergipe (15 July), Espírito Santo (15 August),Caribbean Netherlands (10 October), Bahia (26 November), Brazilian Federal District (1 December), Washington (6 December), Port Gamble S’Klallam Tribe (9 December), Piauí (15 December), Maine (29 December)
2013 Maryland (1 January), São Paulo (16 February), Ceará (15 March), Little Traverse Bay Bands of Odawa Indians (15 March), Paraná (26 March), Mato Grosso do Sul (2 April), Rondônia (26 April), Santa Catarina (29 April), Paraíba (29 April), Pokagon Band of Potawatomi Indians (8 May), Brazil [nationwide] (16 May), France (18 May),Iipay Nation of Santa Ysabel (24 June), California (28 June), Delaware (1 July), Minnesota (1 August), Rhode Island (1 August), Grand Portage Band of Chippewa (1 August), Uruguay (5 August), New Zealand (19 August), Doña Ana County, New Mexico (21 August), Santa Fe County, New Mexico (23 August), Bernalillo County, New Mexico (26 August), San Miguel County, New Mexico (27 August), Valencia County, New Mexico (27 August), Taos County, New Mexico (28 August), Los Alamos County, New Mexico (4 September), Confederated Tribes of the Colville Reservation (5 September), Grant County, New Mexico (9 September), Cheyenne and Arapaho Tribes (18 October),[86][87] New Jersey (21 October), Leech Lake Band of Ojibwe (15 November), Hawaii (2 December), Australian Capital Territory (7 December, invalidated 12 December), New Mexico [statewide] (19 December), Utah (20 December, discontinued 6 January 2014)
2014 Cook County, Illinois (21 February), England and Wales (13 March), Michigan (21 March, discontinued 22 March), Arkansas (9 May, discontinued 16 May), Oregon (19 May), Pennsylvania (20 May), Illinois [statewide] (1 June), Wisconsin (6 June, discontinued 13 June), Indiana (25 June, discontinued 27 June), Puyallup Tribe of Indians(9 July), Coahuila (17 September), Oklahoma (6 October), Virginia (6 October), Utah (6 October), Indiana (6 October), Wisconsin (6 October), Lac du Flambeau Band of Lake Superior Chippewa (6 October), Colorado (7 October), West Virginia (9 October), Nevada (9 October), Fort McDermitt Paiute and Shoshone Tribes (9 October),North Carolina (10 October), Alaska (12 October), Idaho (15 October), Arizona (17 October), Fort McDowell Yavapai Nation (17 October), Pascua Yaqui Tribe (17 October), Salt River Pima-Maricopa Indian Community (17 October), San Carlos Apache Tribe (17 October), Wyoming (21 October), St. Louis, Missouri (5 November),Douglas County, Kansas (12 November), Sedgwick County, Kansas (12 November), Eastern Shoshone Tribe (14 November), Northern Arapaho Tribe (14 November),Montana (19 November), Blackfeet Nation (19 November), South Carolina (20 November), Keweenaw Bay Indian Community (13 December), Scotland (16 December)
2015 Luxembourg (1 January), Miami-Dade County, Florida (5 January), Florida [statewide] (6 January), Alabama (9 February, discontinued 4 March), Central Council of the Tlingit and Haida Indian Tribes of Alaska (24 February), Pitcairn Islands (14 May), Confederated Tribes of Siletz Indians (15 May), Guam (9 June), Oneida Tribe of Indians of Wisconsin (10 June), Chihuahua (12 June), United States [nationwide] (26 June), Guerrero (10 July), Ireland (16 November), Confederated Tribes of the Grand Ronde Community of Oregon (18 November), Nayarit (23 December)
2016 Greenland (1 April)
2017 Finland (1 March), Jersey
TBD Guernsey

 

sumber data : wikipedia Same sex marriage in the world

SYARAT-SYARAT PERNIKAHAN SESAMA JENIS DAN CIVIL UNION*

Berdasarkan informasi dari narasumber-narasumber surat-surat/dokumen serta syarat lain yang harus disediakan umumnya adalah:

  1. Pas foto 3 x4
  2. Paspor
  3. Surat Keterangan Belum Menikah yang harus diterjemahkan kedalam bahasa negara yang dimaksud (jika di Indonesia tidak ada translator disumpah, biasanya penerjemahan harus dilakukan di negara yang dimaksud), Lalu di Legalisir di Kementrian Dalam Negeri, Kementrian hukum dan Ham lalu oleh Kedutaan Besar negara yang dimaksud.
  4. Akta Kelahiran yang harus diterjemahkan kedalam bahasa negara yang dimaksud (jika di Indonesia tidak ada translator disumpah, biasanya penerjemahan harus dilakukan di negara yang dimaksud), Lalu di Legalisir di Kementrian Dalam Negeri, Kementrian hukum dan Ham lalu oleh Kedutaan Besar negara yang dimaksud.
  5. Bukti bahwa sudah menjalin hubungan selama 2 tahun.
  6. Membayar biaya Administrasi (tidak mahal, kurang dari 100 euro)
  7. Selain syarat-syarat di atas, yang paling penting adalah salah satu dari calon pasangan harus mempunyai Ijin Tinggal di Negara yang dimaksud, jika kedua calon pasangan adalah warga negara Indonesia.

Setelah semua terlengkapi, biasanya akan ada wawancara.

*dimungkinkan ada perbedaan persyaratan di setiap negara.

 

IT GETS BETTER – Ini akan menjadi lebih baik

dansavageBerawal dari keprihatinan seorang aktifis Gay, pembicara dan jurnalis Dan savage dan suaminya Terry Miller atas maraknya peristiwa bunuh diri anak-anak laki-laki yang diolok-olok di sekolah oleh teman-teman sekolahnya dan teman-teman sebayanya, maka dibuatlah Organisasi Nirlaba ini.  Dan diberikanlah nama IT GETS BETTER. Seperti arti dari namanya, ini bertujuan untuk melakukan tindakan pencegahan bunuh diri para LGBT muda dengan menggandeng pada LGBT yang lebih tua untuk memberikan pesan-pesan moral dan support bahwa kualitas hidup anak-anak muda LGBT ini akan berubah lebih baik.

Adalah Billy Lucas, Raymond Chase, Tyler Clementi, Ryan Halligan, ASher Brown dan Seth Walsh, anak-anak muda korban bullying di sekolah dan lingkungannya yang mendorong mereka bunuh diri. Savage berkata : „Seandainya saja saya bisa berbicara pada anak ini 5 menit saja, saya berharap bahwa saya bisa bilang pada Billy bahwa ini akan menjadi lebih baik, Saya berharap bahwa saya sudah bilang padanya walaupun ada banyak hal-hal buruk, bagaimana pun dia merasa terisolasi dan sendiri, ini semua akan menjadi lebih baik. Ungkapnya pada acara yang berdurasi satu jam yang dia bawakan sendiri pada tanggal 21 February 2012. Pada tanggal 9 oktober tahun yang sama diputar di MTV dan Logo

Antusias para LGBT dunia pun mulai terlihat. Hanya dalam hitungan hari sudah terunggah sebanyak 200 pesan dengan tag IT GETS BETTER, bahkan pada minggu berikutnya sampai menembus batas limit di youtube dengan terunggahnya 650 video bertag ini.

Sampai saat ini sudah terkumpul 50.000 entries dari semua orang dengan latar belakang orientasi sek yang bermacam-macam. bahkan banyak pula artis-artis super terkenal ikut dalam kampanye mereka.  Video yang mereka unggah pun sampai saat ini sudah dilihat lebih dari 50 juta kali.

Penghargaan spun diberikan atas Buku Essay pada ajang penghargaan  Academy of Television Arts & Sciences Governor’s Award dalam acara  Primetime Creative Arts Emmy Awards ke 64.

itgetsbetter1Barack Obama sendiri pada tanggal 21 Oktober 2010 memberikan pernyataan bahwa Bullying yang dianggap fase normal dalam pertumbuhan anak harusnya dihilangkan dan menghimbau agar menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman untuk semua anak. Pada tahun berikutnya, tepatnya pada bulan Maret, Presiden Barack Obama dan Ibu negara Michelle Obama membuka Konferensi Anti-Bullying.

Pada tahun yang sama, seorang Anak laki-laki umur 14 tahun yang tinggal di Buffalo, New York bernama Jamey Rodemeyer melakukan bunuh diri, padahal pada bulan Mei tahun yang sama dia mengunggah video bertemakan „IT GETS BETTER”. Bulan Oktober Jamey Hubley yang saat itu berumur 15 tahun juga bunuh diri dengan sebab yang sama. Ini membuktikan bahwa masih banya kanak-anak muda LGBT yang merasakan siksaan Bullying yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

IT GETS BETTER foundation ini sudah menyebar ke banyak negara. Australia, Canada, Peru, Chile, Uni Eropa, Afrika Selatan, Mexico bahkan Malaysia.  Dan sudah saatnya Indonesia membuat kampanye yang sama agar olok-olok terhadap para LGBT muda bisa dikurangi bahkan dihilangkan, karena pasti dari kita (komunitas LGBT) pasti sering sekali mengalami olok-olok karena latas belakang orientasi seksual kita.

Untuk lebih jelasnya tentang program ini, teman-teman bisa melihat situs mereka di www.itgetsbetter.org

sumber foto : 1) sites.psu.edu, 2) tvbythenumbers.zap2it.com

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: