Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, PENGETAHUAN

Pernyataan resmi Asosiasi Psikiater Dunia (WPA) terkait LGBT dan Terapi ‘Penyembuhan’

Professor Dinesh Bhugra, presiden World Psychiatric Association

Professor Dinesh Bhugra, presiden World Psychiatric Association

Ditulis Buzzfeed.com pada hari Senin 21 Maret 2016, Organisasi Psikiater internasional terbesar di dunia sebentar lagi akan mengeluarkan pernyataan yang akan menyatakan bahwa conversion therapy  adalah tidak ilmiah, tidak etis, tidak efektif, dan berbahaya.

Secara resmi pada hari Selasa (kemaren) Asosiasi Psikiater Dunia World Psychiatric Association (WPA) mengumumkan oposisinya terhadap segala bentuk upaya untuk mengubah LGBT menjadi heteroseksual -biasanya disebut terapi konversi atau terapi reparatif-. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi stigmatisasi, diskriminasi dan mencegah memburuknya kesehatan jiwa individu LGBT:

“Tidak ada bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa orientasi seksual bawaan lahir bisa diubah” kata pejabat WPA.

“Lebih jauh lagi, ‘perawatan’ yang disebut bisa menyembuhkan homoseksualitas bisa menumbuhkan prasangka dan diskriminasi, serta mempunyai potensi yang berbahaya. Pemberian segala bentuk intervensi yang mengatakan bisa menyembuhkan sesuatu yang tidak menyimpang sama sekali tidak etis.”

Walaupun banyak organisasi psikiater di negara-negara barat seperti Inggris dan Amerika yang secara terbuka telah menentang terapi-terapi konversi, WPA mewakili lebih dari 200.000 psikiater dari 118 negara, yang mana banyak dari mereka menkiminalisasi homoseksualitas, dalam beberapa kasus, membenarkan upaya untuk “menyembuhakannya”.

Pernyataan WPA yang sepertinya akan dinilai kontroversial oleh banyak anggotanya ini berbunyi “Orientasi seksual sesama jenis pada hakekatnya tidak menunjukkan disfungsi psikologi yang obyektif maupun gangguan dalam membuat pertimbangan, stabilitas atau kemampuan kejuruan.”

““[WPA] mengakui kurangnya efikasi ilmiah terkait perawatan-perawatan yang berupaya untuk mengubah orientasi seksual dan menonjolkan bahaya dan efek-efek merugikan terapi-terapi seperti itu.”

WPA juga meminta pemerintah-pemerintah di seluruh dunia untuk menghilangkan hukum-hukum yang menentang homoseksualitas:

“WPA mendukung keinginan untuk mendekriminalisasi orientasi dan perilaku seksual sesama jenis dan identitas gender transgender, dan menerima hak-hak LGBT sebagai hak-hak asasi manusia, sipil dan politik.”

But to reduce the suffering and mental ill-health experienced by a disproportionate number of LGBT people, governments and psychiatrists alike need to go much further than decriminalising homosexuality and banishing conversion therapy, the statement says:

Tetapi untuk mengurangi penderitaan dan kesehatan jiwa yang dialami oleh sejumlah LGBT (yang jumlahnya disproporsional), pemerintah dan para psikiater harus mencari solusi lebih jauh tidak sekedar mendiskriminasi homoseksualitas dan membuang terapi konversi, pernyataan WPA berbunyi:

“[WPA juga] mendukung undang-undang anti-bullying; anti-diskriminasi pelajar, pekerjaan dan undang-undang perumahan dan pemukiman; kesetaraan immigrasi; undang-undang kesetaraan umur kedewasaan; dan undang-undang kejahatan kebencian yang memberikan peningkatan hukuman terhadap kekerasan kepada LGBT yang didasarkan atas prasangka.”

It also cites research demonstrating that countries that liberalise laws around homosexuality – and provide equal legal treatment – see a resulting improvement in the mental health of their LGBT citizens.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan penemuan yang menunjukkan bahwa negara-negara yang mempunyai undang-undang  yang meliberalisasi homoseksualitas -dan memberikan kesetaraan hak- menunjukkan sebuah peningkatan kesehatan mental penduduk LGBT mereka.

And in a radical move that goes much further than its British or American counterparts, the WPA says psychiatrists have a duty to fight discrimination against LGBT people.

Dan dalam sebuah langkah radikal yang lebih jauh daripada rekan kami di Inggris dan Amerika (Asosiasi Psikiater Inggris dan Asosiasi Psikiater Amerika), WPA menyatakan bahwa para psikiater mempunyai tugas untuk memerangi diskriminasi terhadap LGBT.

“Para Psikiater mempunyai tanggung jawab sosial untuk memberikan advokasi dalam pengurangan ketidaksetaraan sosial kepada semua individu, termasuk ketidaksetaraan terkait identitas gender dan orientasi seksual.”

Seperti dituliskan dalam situs Buzzfeed.com pada hari Senin 21/3/2016, dituliskan bahwa WPA akan mengeluarkan pernyataan penuhnya pada hari Selasa (22/3/2016) dan akan mengirimkannya segera melalui email kepada semua ketua organisasi-organisasi.

Dalam sebuah interview dengan Buzzfeed News pada tahun 2015, Professor Dinesh Bhugra, Presiden WPA, ia mengatakan, “individu-individu LGBT masih dilihat sebagai orang luar, tidak seperti ‘kita’. Jika Anda  sudah menghentikan diskriminasi secara resmi, itu bagus, tetapi stigmanya belum pergi.”

Ia mengatakan perlunya “solusi radikal” guna memerangi “double jeopardy” -penuntutan ganda atas pelanggaran yang sama- yang dihadapi LGBT yang menderita penyakit kejiwaan, membuat pemerintah “harus bertanggung jawab atas kesehatan jiwa seluruh penduduknya. Mengatakan ‘Saya akan mendukung yang 9o%’ – atau apapun itu – ‘yang heteroseksual’ adalah bertentangan dengan penghormatan dasar manusia serta hak-hak asasi manusia.”

Surat Pernyataan Resmi World Psychiatric Association juga sudah diterbitkan di situs resmi mereka www.wpanet.org.

Dokumen dalam bentuk PDF bisa diunduh di sini : WPA Position statement on same sex FINAL-21 March 2016

Sebelumya  British Psychological Society dan American Psychiatric Association melayangkan tegurannya kepada Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) yang mengklasifikasikan Homoseksual sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

WPA Position statement on same sex FINAL-21 March 2016 1 WPA Position statement on same sex FINAL-21 March 2016 2 WPA Position statement on same sex FINAL-21 March 2016 3 WPA Position statement on same sex FINAL-21 March 2016 4 WPA Position statement on same sex FINAL-21 March 2016 5

Sumber : Buzzfeed.com wpanet.org

 

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: