Advertisements
ARTIKEL INFORMASI TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, INFORMASI

Terapi membantu penerimaan diri cuma-cuma bagi LGBT a la Sekartaji Ayuwangi

Sekartaji Ayuwangi, terapis (ditengah memakai baju hijau) Sumber : jogjanews.com

Sekartaji Ayuwangi, terapis (ditengah memakai baju hijau)
Sumber : jogjanews.com

Seorang praktisi terapi kejiwaan di Yogyakarta, Sekartaji Ayuwangi memberikan terapi cuma-cuma seminggu sekali kepada LGBT. Hal itu ia lakukan seiring posisi mereka yang tidak diterima sepenuhnya oleh lingkungan.

Ia berkata bahwa, terapi  sangat diperlukan agar para LGBT tidak terpuruk, padal sebenarnya mereka memiliki potensi masing-masing. Ia menjelaskan bahwa dengan detox emosi negatif dan self development terhadap penerimaan diri akan menjadikan mereka pribadi yang unggul.

“Dengan detox emosi negatif dan self development terhadap penerimaan diri, akan mentransformasikan mereka menjadi pribadi unggul yang fokus pada pengembangan potensi diri bagi kehdupan yang lebih baik,” kata Sekartaji Senin (21/3/2016).

Ia menambahkan bahwa stigma negatif ynag memojokkan bisa jadi sudah diterima sejak kecil hingga kini. Hal tersebut dapat melahirkan luka batin, stress, trauma sehingga menjauhkan mereka pada diri sendiri.

“Dapat melahirkan luka batin, stres, trauma sehingga justru menjauhkan mereka pada diri sendiri,” ujarnya.

Menurutnya ada beberapa faktor pemicu perilaku LGBT yang ia rangkum dai berbagai pakar.

Pertama,faktor fisiologis atau biologis.

Kedua, faktor psikodinamika yakni cenderung pada ganguan perkembangan psikoseksual sejak anak-anak.

Ketiga, faktor sosiokultur, misal berupa adat istiadat atau tradisi. “Di Indonesia seperti bissu di Makasssar, atau gemblak di Ponorogo,” ujar dia.

Faktor keempat adalah lingkungan yang memicu penyimpangan seksual. Ini bisa terjadi pada manusia yang terisolasi, semisal di penjara. *

Terkait istilah penyimpangan seksual, Sekartaji berpendapat bahwa hal itu lebih tepat untuk menjelaskan perilaku seseorang yang melakukan intimidasi seksual pada orang lain.

“Banyak juga pelaku heteroseksual yang melakukan penyimpangaan,” tandas Sekartaji.

***

*dalam kasus perilaku seksual sesama jenis yang terjadi dipenjara, berdasarkan beberapa testimony para pelaku, mereka melakukannya karena dorongan seksual mereka yang tidak tersalurkan dan tidak ada opsi lainnya. Mereka tidak pernah mengategorikan diri mereka homoseksual walaupun pernah melakukan hubungan seksual sesama jenis. Setelah keluar dari penjara mereka sepenuhnya berhubungan dengan wanita.

Baca juga : Penyebab-penyebab anggapan bahwa orang bisa tertular LGBT

 

Sumber: Liputan6.com

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: