Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Secara sepihak polisi melarang Andini dan kekasihnya bertemu

Polisi di Rumah Andini Sumber : forum.suara.com

Polisi di Rumah Andini
Sumber : forum.suara.com

Setelah pernikahan Andini dan kekasihnya Didik Suseno sempat dengan heboh diberitakan, saat ini Andini diminta untuk menjauhi kekasihnya. Dengan alasan bahwa suasana sedang tidak baik, Polisi memintanya menjauhi kekasihnya. Mereka juga dilarang untuk saling berkomunikasi.

“Karena suasana sedang tidak baik, polisi meminta saya menjauhi Didik,” kata Andini  Kamis malam, 17 Maret 2016.

Meski keberatan dengan larangan itu, tapi Andini tak punya kuasa untuk melawan. Dia justru mengkhawatirkan keadaan Didik, ia khawatir jika kekasihnya nekat kabur dari rumah.

“Saya khawatir Didik akan nekat kabur dari rumah,” kata waria berumur 25 tahun ini.

Andini  dan kekasihnya, Didik Suseno berkenalan sejak setahun lalu, tepat pada bulan puasa. Saat itu Didik baru pulang ke Purworejo setelah merantau dari Jambi. Andini mengatakan mereka punya keinginan  bersama untuk menikah. Namun, rencana hidup bersama mereka dibatalkan setelah permintaannya ditolak oleh KUA, Kecamatan Kepil, Wonosobo karena status Andini yang secara biologi masih sebagai seorang laki-laki.

Mengetahui hal itu, Andini menyarankan kekasihnya untuk menikah dengan perempuan agar keluarga Didik tidak malu, tetapi kekasihnya tidak setuju. Didik dan Andini pergi ke rumah keluarga Didik di Purworejo untuk mengatakan bahwa mereka sudah menikah di KUA.  Tetapi saat rombongan keluarga Didik tiba di rumah Andini, polisi dan beberapa tokoh masyarakat datang untuk menggagalkan pernikahannya.

Andini mengatakan tidak tahu siapa yang melaporkan mereka ke polisi. Yang jelas, polisi datang ke rumahnya sesaat sebelum pernikahan berlangsung. Saat itu Andini dan Didik sudah mengenakan baju pengantin.

***

Mengenai pelarangan bertemu dan berkomunikasi yang dilakukan oleh polisi, bisa jadi justru merupakan tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Seperti diketahui, polisi sebagai penegak hukum hanya bertindak berdasarkan hukum dan perundang-undangan yang belaku. Sedangkan apa yang dilakukan polisi tersebut (melarang Andini dan pasangannya untuk bertemu dan berkomunikasi) jelas-jelas tidak mempunyai dasar hukum yang jelas.

Jika pelarangan tersebut merupakan sanksi dari sebuah tindakan kriminal, maka harus ada putusan dari pengadilan terlebih dahulu. Polisi tidak bisa dengan sewenang-wenang dan sepihak memutuskan pelarangan tanpa dasar hukum yang jelas.

Polisi seharusnya melindungi Hak Asasi setiap warga negara Indonesia tanpa mengurangi, menghalangi dan membatasinya. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi.

Sumber : Tempo

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 22 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: