Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Bagaimana sebenarnya kisah pernikahan Andini, si waria tegar dengan pasangannya

Andini Sumber : Tempo

Andini
Sumber : Tempo

Adalah Andini, seorang waria atau wanita transgender yang tegar dari Wonosobo yang belakangan ini dibicarakan banyak orang karena pernikahannya yang digagalkan. Media dengan heboh dan subjektif menuliskan berita tanpa mengetahui sebenarnya bagaimana Andini, hubungannya dengan kekasihnya dan bagaimana proses pernikahan itu berlangsung. Bahkan mengindahkan fakta bahwa Andini adalah seorang wanita transgender.

Selasa 8, Maret 2016, Andini pergi ke KUA Kecamatan Kepil membawa surat pengantar menumpang nikah yang ia dapatkan dari Kecamatan Pituruh, Purworejo. Surat tersebut diurus oleh Andini dan kekasihnya, Didik Suseno. Namun KUA Kepil menolak untuk melangsungkan pernikahan tersebut karena dua calon pengantin secara biologis berjenis kelamin laki-laki. Surat penolakan dari KUA Kepil tersebut ditandatangani oleh H. Slamet, petugas KUA Kepil.

Semua berkas yang Andini ajukan sudah sesuai dengan kartu identitasnya yaitu Andi Budi Sutrisno. Andini adalah orang yang taat administrasi, ia khawatir jika mengubah nama akan menyalahi hukum. Ia tahu kalau menikah sesama laki-laki dilarang tetapi ia dan pasangannya mencoba mengajukan permohonan mereka ke KUA. Andini sendiri sebelum mengajukan permohonan ke KUA, ia berkonsultasi dulu dengan Kepala Urusan Pemerintahan Desa tempat ia tinggal, yaitu Bapak Edi Purnomo, untuk memastikan ia tak melanggar hukum.

“Saya lampirkan identitas saya sesuai KTP dan kartu keluarga,” kata Andini.

Edi Purnomo mengatakan bahwa ia tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap oyang yang punya orientasi seksual berbeda, ia menyarakankan Andini untuk mengajukan ke KUA dengan tanpa mengubah nama, nama sesuai KTP.

“Saya sarankan Andi untuk datang ke KUA, mengikuti prosedur. Tanpa mengubah nama sesuai KTP,” kata Edi.

Kepala KUA Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Slamet Zaenal  mengatakan bahwa andini melampirkan surat-surat persyaratan untuk menikah, diantaranya kartu keluarga dan KTP Andini yang menyebutkan nama Andi Budi Sutrisno, serta  surat pengantar dari KUA Kecamatan Pituruh, Purworejo.

“Setelah saya teliti, dua-duanya beridentitas laki-laki. Jadi kami menolak permohonan itu,” kata Slamet Jumat, 18 Maret 2016.

Slamet mengatakan bahwa Andini, mengajukan surat permohonannya dengan pasangannya, Didik Suseno, Ayahanda Andini, Suroso. Ia mengatakan kepada mereka bahwa ia tidak bis amengabulkan permohonan mereka, karena tidka sesuai dengan UU Perkawinan tahun 1974.

Mengetahui KUA menolak permohonan mereka, Andini menyarankan pasangannya untuk menikah dengan perempuan, karena Andini tidak mau membuat malu pasangannya dan keluarganya karena batal menikah. Tetapi pasangannya, Didik Susesno tidak setuju dengan saran Andini. Mereka lalu bertemu dengan ayahanda dan ibunda Didik di pruworejo dan mengatakan KUA telah menikahkannya mereka.

Keluarga sudah memberi tahu tetangga melalui pengajian tentang rencana pernikahan itu tiga hari sebelumnya. Andini dan keluarga sudah membagi-bagikan nasi kenduri kepada warga sekitar sebagai wujud syukur atas pernikahannya.

Karena mengetahui bahwa Didik Susesno dan Andini sudah menikah, sabtu, 12 Maret 2016, rombongan keluarga pasangan Andini datang dari Purworejo. Mereka datang untuk bersilaturahmi ke rumah Andini di Kecamatan Kepil. Pasangan Andini kepada orang tuanya di Purworejo menyatakan telah menikah. Keluarga Andini menerima keluarga pasangannya.

Sabtu pagi, Andini berhias seperti pengantin. Polisi dari Kecamatan Kepil mendatangi rumah Andini. Mereka ke sana setelah mendapat laporan dari tokoh masyarakat akan adanya pernikahan Andini dan pasangannya. Polisi datang untuk minta klarifikasi tentang pernikahan itu. Persoalan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dengan surat kesepakatan bermaterai. Keluarga Andini sebagai pihak I akan mengembalikan biaya yang dikeluarkan keluarga pasangannya, Didik Suseno selaku pihak II sebegsat Rp. 5 juta paling lambat sepekan setelah kesepakatan itu dibuat.

Mustofa Al Kifli, Ketua MUI Kepil, berharap pemerintah bersikap arif dan tidak berlarut-larut.

“Saya berharap pemerintah arif menyikapi persoalan ini dan tidak berlarut-larut,” kata dia.

Anggota Komisi D (bidang sosial) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Wonosobo, Edi Sutoto mengatakan akan berkomunikasi dengan pemerintah ihwal rencana pernikahan waria. Anggota dewan rencananya akan datang ke rumah Andini di Kecamatan Kepil.

Sumber : Tempo Tempo

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: