Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Hidayat, politisi PKS mengatakan Presiden RI setuju agar persoalan LGBT segera diselesaikan

Hidayat Nur Wahid, Politisi PKS, Wakil Ketua MPR RI Sumber : skalanews.com

Hidayat Nur Wahid, Politisi PKS, Wakil Ketua MPR RI
Sumber : skalanews.com

Dalam acara “Talkshow Parenting: Tentukan Sikap Kita Hadapi Penyimpangan Seksual” di Graha SMK 57 Jakarta, Minggu 20/3/2016, Politisi PKS dan wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, seperti ditulis Republika, mengaku bahwa ia sudah menyampaikan pendapatnya terkait isu LGBT kepada Presiden RI, Joko Widodo, dan menurutnya Presiden menyetujui agar persoalan LGBT diselesaikan sesegera mungkin.

“Fenomena ini sudah saya sampaikan kepada Presiden, bahwa pengaruh negatif LGBT sudah sampai ke daerah-daerah perkampungan. Di kota-kota besar, pengaruhnya tentu lebih dahsyat. Alhamdulillah Presiden menyetujui agar soal LGBT ini diselesaikan sesegera mungkn,” ujarnya.

Baca juga : Beberapa LSM Internasional meminta Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan pernyataan terkait diskriminasi terhadap LGBT

Hidayat berpendapat bahwa pengaruh kejahatan LGBT sama merusaknya dengan kejatahan narkoba. Sehingga, menurutnya selain darurat narkoba, harus ada juga darurat LGBT.

Menurutnya, semua agama menyatakan LGBT sesat, menyimpang dan penyakit. Ia mengatakan parpol Islam seperti PKS, PAN, PKB dan PPP sudah mendukung UU yang melarang LGBT.

Baca juga : Bagaimana agama Hindu, Kong Hu Cu dan Budha memandang Homoseksualitas

Seperti argumen politisi dan pejabat sebelumnya, ia menggunakan sila pertama Pancasila, serta UUD 1945 pasal 29 ayat 1 saat melontarkan pernyataan Anti-LGBT-nya.

***

Sebelumnya British Psychological Society dan Asosiasi Psikiater Amerika menegur Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) yang mengklasifikasikan LGB sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

Lalu  dalam jumpa pers Scientific Meeting “Quo Vadis LGB-T?” yang digelar FK Unpad di Eycman FK UNpad, Sabtu 19/3/2016,, Ketua PDSKJI, Dr. Danardi mengatakan Lesbian, Gay dan Biseksual bukan penyakit.

Kementerian Kesehatan dalam buku terbitannya, Buku Panduan Pengklasifikasian dan Diagnosis Penyakit Kejiwaan di Indonesia, edisi ketiga (1993), menyatakan bahwa orientasi seksual tidak memenuhi kriteria penyimpangan seksual atau penyakit kejiwaan.

Menurut Undang-Undang yang ada di Indonesia, sudah jelas. Undang-Undang HAM No. 39/1999 pasal 3 ayat 3, menyatakan bahwa Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi. Undang-undang tersebut juga mewajibkan pemerintah memberikan perlindungan bagi orang-orang yang mengalami diskriminasi dan kekerasan.

Berdasarkan Undang-Undang RI No. 12 tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi, dijelaskan bahwa Pendidikan Tinggi merupakan lembaga yang berasaskan kebenaran ilmiah. Sudah seharusnya pemahaman tentang orientasi seksual dan pendidikan seksual menjadi bagian dari kurikulum yang diajarkan. Hal ini dikarenakan pentingnya pemahaman tentang orientasi seksual, terutama, dalam ranah kebenaran ilmiah.

Sumber : Republika

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: