Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, PENGETAHUAN

Mungkinkah Indonesia perlu tahu bagaimana agama Hindu, Kong Hu Cu dan Budha memandang homoseksualitas?

Patung Kong Hu Cu Nanjing di Area Kuil Kong Hu Cu Fuzi Miao Sumber : wikipedia

Patung Kong Hu Cu Nanjing di Area Kuil Kong Hu Cu Fuzi Miao
Sumber : wikipedia

Sering sekali orang berpandangan bahwa tidak ada agama yang mentolelir homoseksualitas. Apalagi agama-agama besar seperti Katolik, Kristen, Islam, Hindu, Budha,dan Kong Hu Cu.  Namun benarkah semua agama berpenganut besar ini mengutuk dan tidak mentolelir homoseksualitas?

Anil Bhanot, Sekretaris jendral Dewan Agama Hindu di Inggris Raya menjelaskan sebenarnya bagaimana Hindu memandang homoseksualitas.

Bhanot mengatakan Kitab Suci Agama Hindu menggambarkan kondisi homoseksual sebagai sebuah kondisi biologis. Ada ayat-ayat yang memberikan panduan bagi orang tua tentang kapan harus berhubungan intim agar tidak melahirkan anak yang homoseksual. Tetapi Agama Hindu tidak mengatakan bahwa seorang anak yang homoseksual adalah tidak alami.

Ia menjelaskan bahwa dalam agama Hindu, ada 16 upacara yang menandai tingkat-tingkat kehidupan seseorang. Yang sudah banyak orang ketahui adalah kelahiran, pemberian nama, tumbuh menjadi remaja dan dewasa, pernikahan, masa tua dan kematian, tetapi ada satu upacara yang disebut upacara inseminasi atau Garbhadan Sanskaar yang banyak orang tidak tahu. Pada periode inseminasi ini, disebutkan tentang homoseksualitas.

Para Orang suci dan Nabi dalam agama Hindu mengatakan bahwa ada dua elemen yang menentukan jenis kelamin seorang anak, yaitu api (agni atau matahari) dan air (soma atau bulan). 16 hari setelah datang bulan berakhir, ada saat di mana dilarang melakukan hubungan seksual dengan tujuan prokreasi -membuat keturunan-.

Jika inseminasi terjadi pada malam genap dari hari keenam sampai hari ke-16. maka anak laki-laki akan lahir, jika inseminasi terjadi pada malam ganjil, dari hari ketujuh sampai ke-15, maka anak perempuan akan lahir.

Tetapi lebih jauh Kitab Suci melarang inseminasi pada hari ke-11 atau ke-13 setelah berakhirnya masa datang bulan, karena jika terjadi inseminasi maka anak yang homoseksual akan lahir. Dalam Kitab Suci, disebutkan bahwa jenis kelamin seseorang ditentukan elemen mana yang lebih dominan, api atau air. Tetapi jika dua elemen tersebut seimbang, maka anak homoseksual akan lahir.

Bhanot menjelaskan bahwa poinnya adalah homoseksual itu bagian dari hukum alam Tuhan, harus diterima tidak kurang tidak lebih.

Bagaimana dengan agama Kong Hu Cu?

Jeffrey L. Richey, Ph.D., seorang Professor ilmu agama, direktur program studi asia di Universitas Beream Kentucky, juga ahli sejarah keagamaan kuno di Cina dan Jepang mengatakan bahwa homoseksualitas tidak dianjurkan, tetapi tidak dikutuk sebagai sebuah tindakan dosa.Seperti halnya tindakan aborsi, tidak dianjurkan, kecuali jika membahayakan hidup ibu yang mengandungnya.

Dalam sejarahnya, Kong Hu Cu sedikit sekali menjelaskan tentang hubungan wanita dengan wanita, dan tidak mengutuk laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki lain, selama tidak mengganggu kewajibannya dalam membuat keturunan guna meneruskan garis keturunannya.

Jeffry mengatakan bahwa para misionaris dari eropa yang tiba pada masa dinasti Ming (sebuah dinasti beragama Kong Hu Cu yang sangat taat) syok terhadap fakta yang mereka lihat. Bagaimana homoerotisme diterima di kalangan komunitas Kong Hu Cu, termasuk Vietnam, Korea, dan Jepang. Dalam Literatur-literatur Kong Hu Cu kuno, pasangan-pasangan sesama jenis sangat menonjol, walaupun hubungan sesama jenis tidak bisa dianggap sebagai  hubungan pengganti yang mempunyai bentuk legitimasi khusus yang bisa menggantikan hubungan seksual antara laki-laki dan wanita.

Tetapi pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ketika kontak langsung dengan nilai-nilai sosial modern barat tersebar di Asia Timur, banyak orang dalam komunitas Kong Hu Cu tradisional mulai mempunyai prasangka-prasangka yang terbentuk secara sistematik terhadap perilaku homoseksualitas. Pandangan yang mengatakan bahwa homoseksualitas adalah penyimpangan sosial dan secara moral adalah tindakan yang tercela, merupakan suatu hal yang asing dalam tradisi Kong Hu Cu. Pandangan tersebut lebih merefleksikan pengaruh budaya barat daripada nilai-nilai di Asia Timur.

Bagaimana dengan agama Budha?

Takafumi Kawakami, seorang pendeta Zen di kuil Budha Zen, Shunkō-in di Kyoto, Jepang, mengatakan bahwa ia menerima  dan menikahkan semua pasangan yang saling mencintai, tidak memandang gender kedua pasangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran agama Budha Zen tidak ada ajaran yang menyebutkan menentang LGBT, yang diajarkan adalah bagaimana kita bisa membahagiakan orang lain. Itu adalah tugas setiap manusia.

Ia menyebutkan bahwa situasi di dunia terus berubah, dan itu adalah suatu konsep penting dalam ajaran agama Budha. Tidak ada satu hal pun yang permanen, jadi setiap orang harus fleksibel dan bisa beradaptasi.

Pernyataan Pendeta Budha Zen – lihat pada menit ke-22

Dalam sebuah wawancara dengan seorang Pendeta Budha Tibet bernama Lama Thubten Yeshe, ia mengatakan bahwa ia tidak menganggap seorang laki-laki yang tinggal dengan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang tinggal dengan perempuan itu baik atau buruk. Hal tersebut bukan masalah besar, bukan suatu perilaku buruk, tetapi jika hal tersebut menimbulkan  perpecahan maka itu menjadi perbuatan yang buruk, contohnya ketika pasangan suami istri, suaminya selingkuh dengan laki-laki lain. Tetapi jika orang tersebut seorang laki-laki dan perempuan yang bebas dan tidak terikat hubungan pernikahan, itu tidak masalah.

 

Sumber: reddif.com  patheos.com Lamayeshe.com religioustolerance.org 

                 Agama Budha dan orientasi seksual – dari berbagai sumber

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 22 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: