Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI, Ceritaku

Mengenang, bagaimana Alm. Ibu Maryani, waria yang mendirikan ponpes waria berangkat umroh

Ibu Maryani, Pendiri Pondok Pesantren Waria Sumber : The Jakarta Post

Ibu Maryani, Pendiri Pondok Pesantren Waria
Sumber : The Jakarta Post

Melihat bagaimana situasi yang harus dihadapi LGBT di Indonesia saat ini,  mungkin banyak yang lupa bahwa 3 tahun yang lalu situasinya mungkin cukup berbeda.

Adalah Alm. Ibu Maryani, sang pendiri Pondok Pesantren Waria Al-Fatah di Yogyakarta. Seorang wanita transgender, atau banyak orang awam akan menyebutnya waria. Pada bulan Ramadhan tahun 2012, Ibu Maryani memutuskan untuk pergi umroh ke Mekah, Saudi Arabia.

Ia pergi ke salah satu agen perjalanan umroh di Yogyakarta. Tetapi sayang sekali permintaannya ditolak karena ia seorang waria. Maryani dikenal sebagai seorang waria yang tidak pernah menyembunyikan identitasnya sebagai seorang waria, termasuk kepada agen perjalanan umroh tersebut sekali pun.

Berdasarkan informasi yang didapat Ibu Maryani dari agen perjalanan tersebut, orang-orang yang berada dalam kelompok umroh tersebut merasa takut dan tidak nyaman jika ada seorang waria yang ikut dalam kelompok mereka.

Namun pada tahun 2013, akhirnya mimpi Bu Mar (panggilan akrab Ibu Maryani) ini pun terwujud. Ia terbang ke Mekah pada tanggal 26 April 2013 dan kembali ke Indonesia pada tanggal 5 Mei 2013. Bu Mar menunaikan ibadah umroh dengan pakaian yang biasa di pakai para wanita saat umroh.

Bu Mar menceritakan pengalamannya saat beribadah umroh. Ia mengatakan bahwa di sana, orang tidak membedakan waria dan wanita. Ibu Maryani menjalani seluruh ibadahnya tanpa hambatan sama sekali.

Pada tahun 2008, Ibu Maryani menjadikan rumahnya di Notoyudan, Yogyakarta sebagai tempat di mana para waria bisa belajar agama Islam. Yang selanjutnya diberi nama Pondok Pesantren Al-Fatah yang beranggotakan puluhan waria. Keberadaan Pondok Pesantren ini pun ternyata menjadi perhatian media-media internasional.

Menurut Rully, pengurus Organisasi Waria bernama Kebaya, kepergian Ibu Maryani untuk umroh mempunyai arti besar bagi anggota Kebaya. Ibu Maryani memperlihatkan bahwa ada waria yang relijius dan mempunyai spiritualitas yang bagus. Bertolak belakang dengan stigma di masyarakat yang menganggap waria tidak bermoral.

Orang yang berjasa mewujudkan mimpi Ibu Maryani adalah Ani Kurniyawati, pemilik agen perjalanan Arminareka Perdana yang menawarkan tempat dalam group umroh yang ia kelola.

“Niat saya membantu, untuk orang-orang seperti ibu Maryani yang memang sudah terpanggil oleh Allah SWT, apalagi Ibu Maryani orang yang selama ini banyak membantu orang lain” tegas Anis kepada Suarakita.org

Perangkat desa di mana Ibu Maryani tinggal menawarkan akan mengeluarkan KTP untuk Ibu Maryani yang akan mengidentifikasikannya sebagai seorang wanita. Hal itu dilakukan karena ia merasa status tersebut lebih cocok untuk Ibu Maryani. Dengan terbitnya KTP tersebut, mimpi Ibu maryani untuk berangkat umroh pun terbuka lebar.

Ibu Maryani menuturkan bahwa ia sangat berterima kasih atas pemberian KTP tersebut walaupun sebenarnya ia tidak pernah meminta KTP yang mengidentifikasikannya sebagai seorang wanita. Itu murni keputusan perangkat desa. Ia mengatakan jika saja ada pilihan status sebagai wanita, laki-laki atau waria, ia akan memilih status sebagai waria.

Menurut Ibu Maryani, agama bisa membantu pada waria untuk mempunyai pandangan lebih jauh dan membuat mereka mampu membuat keputusan yang lebih baik. Ia menceritakan bagaimana banyak waria yang hidup dari satu hari ke hari berikutnya sebagai pekerja seks.

Sejarah Pondok Pesantren Waria Al-Fatah yang didirikan Ibu Maryani.

Pondok Pesantren yang didirikan Ibu Maryani berawal dari bencana gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006. Ia menggagas acara doa bersama para waria. Saat itu Maryani mengundang pastur dan pemuka agama yang lain. Sebanyak 200 waria dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam acara itu. Dari situlah gagasan mendirikan pesantren waria dimulai. Ponpes ini sendiri akhirnya berdiri di tahun 2008.

Bagi Maryani, kehidupan di dunia ini, tidak lebih dari perhentian sementara menuju dunia yang kekal dan abadi. Tempat itu adalah di neraka maupun di surga. Maka, dia merasa perlu mengisi kehidupannya di dunia dengan hal-hal positif seperti mendirikan pesantren khusus waria.

Ia mengungkapkan tujuan pesantren yang didirikannya adalah untuk mengajak para waria agar dapat memberikan kontribusi yang positif pada masyarakat bahwa waria juga berhak untuk beribadah dan melakukan hal-hal yang positif.  Selain itu pesantren ini juga untuk mengakomodir para waria yang ingin membangun spritualitasnya yang selama ini tidak diterima ditempat pengajian-pengajian umum.

“Satu saat diminta atau tidak diminta, kita sewaktu-waktu pasti naik keranda. Nah, saya perlu nyari sangu dulu kalau sewaktu-waktu ditimbali Gusti Allah,” jelas Mariani, 3 November 2012.

Berita yang kami tulis kembali ini adalah berita yang pernah dipublikasikan oleh The Jakarta Post pada tanggal 5 Juli 2013, Suara Kita 24 April 2013 dan Baranews.co 30 April 2014.

The Jakarta Post menuliskan  bahwa Indonesia belum mengakui gender lain selain perempuan dan Laki-laki, tetapi penerimaan terhadap waria sudah meningkat.

Juga ditulis pula harapan Ibu Maryani agar kepergiannya ke Mekah untuk umroh tersebut, akan membuka pintu lebar bagi para waria yang ingin melakukan yang yang sama.

3 tahun sudah berlalu, sepertinya harapan mulia Ibu Maryani tersebut masih belum bisa terwujud.

Pada tanggal 21 Maret 2014, Ibu Maryani meninggal dunia. 2 hari lagi tepat 2 tahun sudah Ibu Maryani meninggal dengan meninggalkan jasa besar kepada komunitas waria di Yogyakarta serta menjadi contoh bagi komunitas waria di Indonesia. Semoga Ibu Maryani diberikan tempat yang paling layak di sisi-Nya.  Amin.

Sumber : The Jakarta Post Suara Kita baranews.co

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: