Phelim Kine, Wakil Direktur Human Rights Watch (HRW) untuk wilayah Asia Sumber : leitnercenter.org

Phelim Kine, Wakil Direktur Human Rights Watch (HRW) untuk wilayah Asia
Sumber : leitnercenter.org

Dalam tulisannya yang diunggah di situs http://www.hrw.org (situs resmi Human Rights Watch) pada hari Rabu 16 Maret 2016, Phelim Kine, Wakil Direktur Human Rights Watch wilayah Asia merasa prihatin terhadap situasi di Indonesia saat ini yang berkaitan dengan komunitas LGBT.

Ia mennyebutkan beberapa contoh pernyataan-pernyataan anti-LGBT yang dilontarkan oleh para pejabat publik dan para Ulama yang tergabung dalam beberapa Organisasi Keagamaan. Pernyataan dari yang mengatakan LGBT harus dihukum mati sampai LGBT yang disebabkan karena konsumsi susu formula dan makanan instan. Pernyataan-pernyataan yang sudah menyulut terjadinya tindakan-tindakan penyerangan terhadap komunias LGBT

Phelim menuliskan bahwa meningkatnya retorika kebencian terhadap LGBT tidak menunjukkan adanya gejala akan mereda.

Kejadian-kejadian tersebut sudah menimbulkan kecemasan di antara komunitas LGBT yang sebenarnya mereka (LGBT) sudah dalam posisi terkepung.

Baca juga : HRW : Akses informasi adalah hak dasar yang harus dibela pemerintah, bukan malah disangkal

Phelim mengatakan bahwa LGBT mempunyai alasan jelas untuk takut akan adanya serangan terhadap mereka  yang mengatasnamakan agama. Seperti diketahui sejak tahun 2009 serangan seperti itu pernah terjadi, contohnya yang dilakukan kepada komunitas agama minoritas seperti Ahmadiyah dan beberapa jemaat Kristen.

NGO dan para aktivis LGBT mengingatkan kemungkinan adanya tanda-tanda serupa yang saat ini diarahkan kepada komunitas LGBT di Indonesia

Sikap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang diam ditengah isu-isu Anti-LGBT ini dinilai menimbulkan situasi yang sulit dan mencemaskan bagi LGBT di Indonesia. Salah satu menteri senior Presiden Joko Widodo sudah mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sedang mendengarkan suara rakyat terkait sentimen Anti-LGBT.

Menurut Phelim, jika presiden Joko Widodo tidak segera  mengeluarkan pernyataannya untuk melindungi hak-hak LGBT, Presiden Joko Widodo pada akhirnya juga akan disalahkan.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo, pada masa pemilu Presiden  mengkampanyekan promosi pembangunan ekonomi dan Hak-Hak Asasi Manusia. Tetapi sampai saat ini Presiden Joko Widodo belum mengeluarkan pernyataan resmi yang menentang pernyataan-pernyataan diskriminatif tersebut.

Untuk membaca tulisan lengkap Phelim Kine bisa klik di sini

Sumber : HRW.org theconversation.com