Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Pemuda Muhammadiyah, MUI dan Guru Besar UII menanggapi kasus pernikahan seorang transgender dan pria di Wonosobo

Pasangan transgender dan pria yang akan menikah di Wonosobo Sumber : tribunnews

Pasangan transgender dan pria yang akan menikah di Wonosobo
Sumber : tribunnews

Kasus penggagalan pernikahan seorang transgender dengan seorang pria di Wonosobo membuat beberapa orang angkat bicara.

Menaggapi kasus tersebut Virgo Sulianto Gohardi, Ketua Pepimpin Pemuda Muhammadiyah memintah pemerintah bersikap tegas terhadap LGBT dan tidak memberikan ruang kepada mereka.

“Sudah seharusnya Presiden bersikap tegas dan terang terhadap LGBT dengan tidak memberikan ruang untuk LGBT di Indonesia,” ujarnya,  Rabu (16/3/2016).

Virgo menilai pemerintah tak perlu merespon permintaan aktifis LGBT. Ia menganggap LGBT sebagaai penyakit dan mengharuskan pemerintah untuk merehabilitasi LGBT

“Pemerintah juga harus merehabilitasi orang yang terkena dampak penyakit LGBT,” katanya.

Baca juga : Polisi menggagalkan pernikahan seorang Transgender di Purworejo. Bagaimana transgender harus menyikapinya

Selain Virgo, Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Edy Suandi Hamid mengatakan jika dibiarkan berlarut-larut makan akan merusak nilai-nilai moral bangsa. Menurutnya peristiwa pernikahan tersebut berhubungan dengan gerakan pelegalan pernikahan sesama jenis secara global.

Menurutnya sekarang ini desakan akan melegalkan pernikahan sejenis di tanah air belum sesemarak seperti di luar negeri. Edy Sunaidi berpendapat pendidikan tentang seksualitas dan pernikahan yang benar harus menjadi perhatian bagi keluarga maupun pendidikan formal di bangku sekolah.

“Peran serta keluarga, khususnya orangtua untuk memberikan pendidikan dan pemahaman yang benar mengenai pernikahan kepada anak-anaknya,” ujarnyaRabu (16/3/2016).

Menurut Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Cholil Nafis, pernikahan sejenis akan menghancurkan lembaga perkawinan yang sekaligus merobohkan nilai-nilai kemanusiaan. Ia berpendapat bahwa hanya ada jenis kelamin laki-laki dan perempuan, tidak ada jenis kelamin diantara.

“Tak ada jenis kelamin diantara laki-laki dan perempuan,” kata dia, (16/3/2016)

Karena ia menganggap hal tersebut adalan pencederaian nilai kemanusiaan, Cholil meminta aparat keamanan tidak segan menegakkan hukum bagi pelanggarnya.

Cholil menganggap pernikahan sejenis adalah kelainan yang harus disembuhkan dan penyimpangan yang harus diluruskan.

Sumber : Tribunnews Tribunnews Tribunnews

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 22 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: