Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Yayasan GAYa Nusantara mengeluarkan pernyataan terkait razia di Gang Pattaya, Surabaya

Interogasi Satpol PP Kota Surabaya Sumber : detiknews.com

Interogasi Satpol PP Kota Surabaya
Sumber : detiknews.com

Seperti diberitakan beberapa media dalam 3 hari belakangan ini, bahwasanya Satpol PP kota Surabaya melakukan razia pada tanggal 12 Maret 2016. Razia tersebut dilakukan pada pukul 21.00 -22.00 WIB di Jalan Kangean atau sering pula disebut Gang Pattaya.

Dalam razia tersebut, 8 orang yang dianggap gay dibawa ke kantor Polisi kota Surabaya di Jalan Jaksa Agung Suprapto untuk didata. Selanjutnya akan ditampung di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) bersama waria dan PSK jalanan  jika tidak dijemput oleh keluarga mereka. Irvan Widyanto, Kepala Satpol PP Kota Surabaya mengatakan jika tidak ada keluarga yang menjemput, maka akan dipulangkan dengan syarat membawa kartu keluarga dan menandatangani pernyataan bermaterai.

“Jika tidak, mereka tetap tinggal di Liponsos dan akan diberi pembinaan mental secara rutin,” kata Irvan saat dikonfirmasi, Minggu (13/3/2016).

Berdasarkan identitas KTP para pria yang diamankan berasal dari luar Kota Surabaya. Demikian pula, profesi mereka bermacam-macam di antaranya juru parkir swasta dan pegawai konveksi.

Salah seorang dari 8 orang yang dibawa ke kantor polisi mengatakan bahwa ia hanya mencari teman saat ditanya oleh polisi. Ia mempertanyakan kenapa hal tersebut tidak diperbolehkan.

“Saya kan cuma cari nongkrong sekaligus cari teman. Gitu masa nggak boleh,” jawab S kepada petugas.

Menyoal razia tersebut Yayasan GAYa NUSANTARA mengeluarkan pernyataan.

Dalam pernyataannya dituliskan bahwa Razia yang dilakukan Satpol PP Surabaya yang berjumlah 20 orang tersebut adalah Operasi Yustisi atau pemeriksaan identitas. Terkenanya 8 orang yang dianggap Gay dalam razia tersebut dikarenakan tidak memiliki identitas sebagai penduduk yang tinggal di Kota Surabaya.  Seperti diketahui orang yang tinggal di kota Surabaya harus memiliki KTP Surabaya atau KIPEM bagi penduduk musiman.

Selanjutnya dituliskan bahwa ternyata ada perbedaan dalam interogasi petugas di TKP dan kantor Satpol PP Surabaya, yang menganggap orang yang berkumpul dalam gang tersebut pasti melakukan prostitusi sesama jenis seperti informasi yang pernah beredar.

Dari salah satu interogasi, disebutkan bahwa salah seorang yang ditanya mengatakan bahwa ia sedang mengobrol dengan teman sambil menunggu teman lain yang sudah janjian. Menyoal jawaban tersebut Satpol PP menganggap yang ada di dalam pasti melakukan prostitusi. Selanjutnya orang-orang tersebut diminta kartu identitas mereka, namun ternyata mereka bukan penduduk Kota Surabaya, akhirnya mereka dibawa ke Kantor Polisi.

Kenapa mereka akhirnya dibawa? Karena menurut peraturan daerah, jika seseorang berada atau tinggal di suatu wilayah selama lebih dari 6 bulan, maka harus memiliki Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM)

Seperti yang ditulis Yayasan GAYa Nusantara, adalah hak setiap warga negara untuk berkumpul dan berserikat. Tetapi sebagai warga negara, harus tetap mematuhi semua aturan yang ada. Dihimbau agar setiap warga negara yang keluar rumah, untuk melakukan kegiatan apapun harus selalu membawa kartu identitas, baik KTP, SIM maupun STNK.

Tentang pengaitan dengan prostitusi, GAYa Nusantara mengingatkan kepada semua pihak, khususnya pemerintah dan media, bahwa menurut hukum, melacurkan diri bukan tindak pidana. Melacurkan oranglah yang masuk tindak pidana.

Menurut GAYa Nusantara, sikap kawan-kawan di Pattaya yang berargumentasi dengan anggota Satpol PP bisa dipuji. Hal tersebut adalah suatu kemajuan mengingat beberapa tahun yang lalu, kebanyakan kawan gay akan lari ketika melihat petugas datang.

GAYa Nusantara juga menghimbau Komisi Penanggulangan AIDS agar ada koordinasi untuk menghentikan gangguan seperti ini, karena menghambat kerja pencegahan, őerawatan, dukungan dan pengobatan HIV, AIDS.

Pernyataan lengkap GAYa Nusantara bisa dilihat (klik) di sini

GAYa NUSANTARA adalah pelopor organisasi gay di Indonesia yang terbuka dan bangga akan jati dirinya serta tidak mempermasalahkan keragaman seks, gender dan seksualitas serta latar belakang lainnya. Organisasi nirlaba ini didirikan pada 1 Agustus tahun 1987 oleh Dede Oetomo sebagai perkumpulan untuk memperjuangkan kepedulian akan hak-hak LGBTIQ. Organisasi ini diperbarui menjadi Yayasan GAYa NUSANTARA pada 27 Juni tahun 2012 melalui pengesahan dari KemenHukHAM.

Sumber : Kompas Detiknews GAYa Nusantara

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: