Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Polisi menggagalkan pernikahan seorang Transgender di Purworejo. Bagaimana transgender harus menyikapinya

Pasangan transgender dan pria yang akan menikah di Wonosobo Sumber : tribunnews

Pasangan transgender dan pria yang akan menikah di Wonosobo
Sumber : tribunnews

Dua hari ini beberapa portal berita lokal memberitakan tentang penggagalan pernikahan sesama jenis di Purworejo oleh Polres Wonosobo. Sejatinya pernikahan akan diadakan di desa Teges Wetan, Kepil, Kabupaten Purworejo.

Pada hari senin (12/3/2016) Kapolsek Kepil AKP Surakhman menerima laporan dari masyarakat tentang rencana pernikahan 2 orang yang dianggap pasangan sesama jenis. Atas laporan tersebut akhirnya pihak kepolisian menggagalkan pernikahan tersebut.

Karena pernikahan antara dua orang yang secara hukum berjenis kelamin sama dilarang, Surakhman menghimbau masyarakat untuk saling peduli dan mengingatkan.

Pihak dari calon mempelai laki-laki sudah meminta surat numpang nikah dari KUA Kecamatan Pituruh serta telah mengurus berkas pernikahan di KUA Kecamatan Kepil. Namun, karena mengetahui bahwa calon mempelai perempuannya ternyata berjenis kelamin laki-laki, permohonan tersebut ditolak.

Muhaidi, saudara dari mempelai laki-laki mengatakan bahwa pasangan keponakannya tersebut berambut panjang tampak feminim dan alim.

“Rambutnya pun panjang, juga memakai pakaian wanita. Bahkan tampak feminin dan alim. Didi juga mengaku ketika berpacaran R selalu menolak ketika mau diajak bermesraan,” ujar Muhadi

***

Pernikahan seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia dan diberitakan di media massa di Indonesia. Seperti diketahui bahwa menurut Undang-Undang pernikahan No. 1 Tahun 1974, hanya mengetahui terminologi pernikahan antara laki-laki dan perempuan.

Baca juga : Hebohnya pernikahan sesama jenis di Indonesia

Melihat ciri-ciri yang digambarkan tentang bagaimana sosok salah satu calon mempelai, bisa dikatakan bahwa ia seorang wanita transgender. Meskipun demikian, berdasarkan UU pernikahan,  pernikahan antara laki-laki dengan wanita transgender (yang masih berjenis kelamin resmi laki-laki) dan pernikahan transgender laki-laki (yang masih berjenis kelamin resmi perempuan) dengan perempuan tidak izinkan. Seperti halnya pernikahan antara dua orang laki-laki dan dua orang perempuan.

Sebagai warga negara Indonesia, maka setiap orang diwajibkan untuk menaati Undang-Undang tersebut.

Menempatkan diri pada posisi wanita transgender dalam persoalan ini memang sulit. Di satu pihak, sebagai seorang individu maka berkeinginan untuk berpasangan, adalah suatu hal yang wajar. Apalagi ada seseorang yang ternyata juga menyayangi bahkan malah ingin menikahi. Tetapi tentunya kita harus bersikap bijak.

Tidak diberitakan dengan jelas bagaimana sebenarnya hubungan pasangan tersebut. Apakah pasangannya mengetahui statusnya yang seorang transgender atau waria. Jika sudah tahu, tentu saja dalam hal ini kita tidak boleh menyalahkan sang waria karena itu adalah keputusan bersama, meskipun sadar atau tidak sadar apa yang mereka lakukan tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

Tetapi jika ternyata pasangan waria tersebut tidak tahu statusnya sebagai seorang waria maka bagi para waria atau transgender, sebelum menjalani hubungan dengan seseorang, sebaiknya bersikap jujur tentang identitas gender mereka. Tentunya pasangan juga mempunyai hak untuk mengetahui. Kejujuran ini akan bisa menghindarkan dari berbagai masalah, termasuk kekerasan baik fisik maupun verbal juga masalah penolakan seperti kisah di atas. Bisa dibayangkan bukan, betapa kecewanya pasangan jika mengetahui rahasia tentang identitas gender tersebut setelah menjalani hubungan sekian lama. Sekali lagi ia berhak untuk tahu, tetapi ia tidak berhak untuk menghakimi, atau bahkan melakukan kekerasan. Para transgender mempunyai hak untuk tidak mendapatkan perlakukan kekerasan. Jika pasangan tersebut ternyata tidak keberatan dengan identitas gender seorang transgender, itu adalah masalah lain, walaupun tetap secara legal tidak bisa melangsungkan pernikahan baik sipil maupun agama di Indonesia.

Seperti ditulis salah seorang transgender bernama Lee Hurley, sebaiknya para transgender segera memberitahukan identitas gendernya kepada pasangan atau orang yang tertarik kepadanya. Tetapi sebelum memberitahukan hal tersebut, mereka harus yakin dulu bahwa situasi saat itu dirasa aman.

Joulie, seorang wanita transgender youtuber  dari Kanada mengatakan, sebaiknya para transgender memberitahukan tentang identitas gender mereka pada saat seseorang mengajak berkenalan. Tentunya saat ajakan perkenalan tersebut bertujuan untuk menjalin hubungan romantis. Karena kita tidak tahu apakah orang tersebut orang baik atau seorang transfobik. Hal tersebut merupakan sebuah pencegahan terhadap munculnya hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumber: Tribunnews  okezone.com Sorot Purworejo Metro.co.uk

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: