Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Pernyataan Bersama Organisasi dan Pembela HAM tentang semakin buruknya situasi terkait Hak-Hak Asasi LGBTIQ di Indonesia

pernyataan bersama organisasi dan pembela ham dunia

Senin 14 Maret 2016 organisasi-organisasi LSM dan pembela HAM, mengutarakan keperihatinan mereka tentang situasi yang semakin memburuk yang sedang dihadapai komunitas LGBTIQ di Indonesia. Mereka mengatakan kekecewaannya terhadap pemerintah Indonesia yang dinilai kurang memiliki keinginan politik untuk menghentikan gelombang diskriminasi yang menyerang LGBTIQ, juga terhadap kegagalan pemerintah dalam memberikan keamanan  dan perlindungan terhadap mereka. Organisasi-organisasi tersebut meminta pemerintah Indonesia untuk menghargai, melindungi dan mempromosikan Hak-Hak Asasi para LGBTIQ

Dituliskan bahwa sejak bulan Januari 2016, sejumlah pejabat pemerintah mengeluarkan pernyataan-pernyataan anti-LGBTIQ juga sudha melakukan tindakan-tindakan yang anti-LGBTIQ.  Disebutkan secara kronologis bagaimana polemik LGBTIQ ini berawal. Berawal dari pernyataan Menristekdikti yang mengatakan bahwa mahasiswa Homoseksual dan Transgender seharusnya dilarang ada di kampus-kampus. Polisi Surabaya yang menghentikan acara “GueBerani’ yang merupakan sebuah acara yang akan mengetengahkan  bahaya HIV/AIDS. Penutupan Pondok Pesantren Waria di Yogyakarta yang mengatasnamakan tindakannya karena keamanan, perintah dan ketidaknyamanan masyarakat. Pelarangan tayangan yang menampilkan pria kewanitaan oleh KPI. Pelarangan emoji yang bertema LGBTIQ pada jejaring sosial. Dan DPR RI yang sedang membahas Rancangan Undang-Undang yang akan melarang informasi publik yang berkonten LGBTIQ.

Indonesia memiliki sejarah tentang diskriminasi dan kekerasan terhadap individu LGBTIQ, tetapi melihat apa yang terjadi belakangan ini memperlihatkan bahwa situasi saat ini semakin memburuk. Kegagalan pemerintah dalam mengecam pernyataan-pernyataan anti-LGBTIQ oleh FPI, MUI dan pihak-pihak lainnya sudah mendorong kelompok-kelompok yang menentang LGBTIQ melakukan tindakan-tindakan agresif terhadap kelompok yang sebenarnya sudah termarjinalkan. Pada tanggal 4 Februari 2016, FPI menyerang partisipan sebuat seminar di Jakarta. Sebuah seminar yang bertujuan memberikan informasi kepad LGBTIQ untuk mengakses keadilan.

Dengan adanya pernyataan-pernyataan anti-LGBTIQ yang semakin meningkat dari para pejabat, sudah mempermudah kelompok-kelompok ekstrimis untuk melakukan tindakan oppresif mereka, termasuk menyerang LGBTIQ. Ketidakjelaskan respon pemerintah dalam menyelesaikan persoalan diskriminasi dan kekerasan terhadap LGBTIQ ini merupakan kelalaian komitmen pemerintah untuk menjunjung tinggi Undang-Undang HAM baik Nasional maupun Internasional.

Menyoal isu-isu tersebut, organisasi-organisasi dan pembela-pembela HAM ini meminta Pemerintah Indonesia untuk segera menjalankan kewajiban Pemerintah untuk menghargai, melindungi dan mempromosikan HAM LGBTIQ atas dasar Hukum-Hukum baik Nasional maupun Internasional. Undang-Undang di Indonesia tentang HAM No. 39/1999 pasal 3 ayat 3, menyatakan bahwa Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi. Undang-undang tersebut juga mewajibkan pemerintah memberikan perlindungan bagi orang-orang yang mengalami diskriminasi dan kekerasan.

Disebutkan juga bahwa ada Prinsip-Prinsip Yogyakarta yang ditetapkan di Yogyakarta 10 tahun yang lalu yang berisi panduan-panduan secara universial tentang penerapan Undang-Undang HAM Internasional yang berkaitan dengan Orientasi Seksual dan Identitas Gender.

Secara khusus, mereka meminta Indonesia untuk melakukan tindakan-tindakan berikut ini:

  1. Memastikan bahwa setiap orang di Indonesia dilindungi dengan setara dibawah Hukum. Komunias LGBTIQ tidak seharusnya digunakan sebagai kambing hitam untuk mengalihkan perhatian dari isu-isu lain.
  1. Menahan diri dalam menggunakan isu-isu LGBTIQ untuk menggambarkan adanya suatu gangguan sosial. Memberikan label LGBTIQ sebagai ancaman terhadap “Keamanan, tatanan dan ketentraman umum” yang akan mendorong tindakan-tindakan ektrimis atas nama keamanan internal.
  1. Memerintahkan semua pejabat pemerintah dari semua tingkat untuk menahan diri dalam membuat pernyataan-pernyataan anti-LGBTIQ.
  1. Secara proaktif menyelesaikan kasus-kasus kekerasan terhadap LGBTIQ,  termasuk melaksanakan langkah-langkah untuk mencegah segala bentuk kekerasan dengan melakukan penyelidikan dan menghukum tindakan-tidakan seperti dimaksud, juga dengan melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan dalam sistem peradilan.
  1. Mengambil langkah-langkah untuk memastikan perlindungan dan keamanan bagis setiap pembela Hak-Hak Asasi LGBTIQ.

Pernyataan dalam Bahasa Inggris bisa dibaca (klik) di sini

Ditandatangani oleh:

Midnight Poonkasetwattana, Executive Director, APCOM

Natt Kraipet, Network Coordinator, APTN

Niluka Perera, Program Officer, Youth Voices Count

Ryan Silverio, Regional Coordinator, ASEAN SOGIE Caucus

Sattarah Hattirat, Regional Coordinator, ILGA Asia

 

Didukung oleh Organisasi-Organisasi:

  1. ASEAN Youth Forum, Regional
  2. Alternative ASEAN Network on Burma (ALTSEAN-Burma), Regional
  3. ASEAN Parliamentarians for Human Rights, Regional
  4. Organization Intersex International Chinese, Regional
  5. The Brunei Project, Regional
  6. Destination Justice, Global
  7. International Lesbian, Gay, Trans and Intersex Association, Global
  8. ILGA World Trans* Secretariat, Global
  9. CamASEAN Youth’s Future, Cambodia
  10. Cambodian Center for Human Rights, Cambodia
  11. Day Ku Aphiwat, Cambodia
  12. Rainbow Community Kampuchea, Cambodia
  13. WGP Cambodia, Cambodia
  14. Chinese Lala Alliance, China
  15. Common Language, China
  16. Arus Pelangi, Indonesia
  17. GAYa Nusantara, Indonesia
  18. Institut Perempuan, Indonesia
  19. Partnership for Governance Reform, Indonesia
  20. Peace Women Across the Globe Indonesia, Indonesia
  21. Protection Desk Indonesia, Indonesia
  22. Yayasan Lintas Nusa, Indonesia
  23. Lao LGBT Group, Lao PDR
  24. Justice for Sisters, Malaysia
  25. Malaysian Humanist and Rationalist Movement, Malaysia
  26. Rainbow Connection, Malaysia
  27. Rainbow Genders Society, Malaysia
  28. SUARAM Malaysia, Malaysia
  29. Alin Mee Eain, Myanmar
  30. Angles, Myanmar
  31. Alun Tan Lay Myar, Myanmar
  32. Beauty Queens, Myanmar
  33. Burma Partnership, Myanmar
  34. Burmese Tomboy Group, Myanmar
  35. Colors Rainbow, Myanmar
  36. Equality Myanmar, Myanmar
  37. Ever Green Lover, Myanmar
  38. Gold Star, Myanmar
  39. Khiine Ninsi, Myanmar
  40. Kings N Queens, Myanmar
  41. LGBT Rights Network Myanmar, Myanmar
  42. Manaw Pan, Myanmar
  43. Mee Eain Shin, Myanmar
  44. Lady, Myanmar
  45. Radanar Ayar Rural Development Association, Myanmar
  46. Rainbow Myeik, Myanmar
  47. Rainbow Organization, Myanmar
  48. Sarnarmu Saytanar, Myanmar
  49. Saytanar Arr Mann, Myanmar
  50. Sky Dragon Tomboy Group, Myanmar
  51. Tamar Mar Myae Ma Lat Myar, Myanmar
  52. Thunder, Myanmar
  53. TRY, Myanmar
  54. Alpha Nu Fraternity, Philippines
  55. Downelink Philippines Community, Philippines
  56. Freedom from Debt Coalition – Women Committee, Philippines
  57. GALANG Philippines
  58. LGBT Christian Church, Philippines
  59. Philippine Alliance of Human Rights Advocates, Philippines
  60. Pinoy FTM, Philippines
  61. SHINE SOCCSKSARGEN, Inc., Philippines
  62. Society of Transexual Women of the Philippines (STRAP), Philippines
  63. Stop the Discrimination Coalition – Philippines
  64. WomanHealth Philippines, Philippines
  65. Women’s Legal and Human Rights Bureau, Philippines
  66. G-Spot, Singapore
  67. Oogachaga, Singapore
  68. Sayoni, Singapore
  69. 30+ Lesbian Group – Grutergi, South Korea
  70. Chingusai – Korean Gay Men’s Human Rights Group, South Korea
  71. Christian Solidarity for a World Without Discrimination (Chasegiyeon), South Korea
  72. Collective for Sexual Minority Cultures PINKS, South Korea
  73. Daegu Queer Culture Festival, South Korea
  74. Green Party Minority Human Rights Committee, South Korea
  75. Jogye Order of Korean Buddhism – Society and Labour Committee, South Korea
  76. Justice Party Sexual Minority Committee, South Korea
  77. Korea Queer Culture Festival Organizing Committee, South Korea
  78. Korean Sexual Minority Culture and Rights Center (KSCRC), South Korea
  79. Korean Lawyers for Public Interest and Human Rights, South Korea
  80. GongGam Human Rights Law Foundation, South Korea
  81. Labor Party – Sexual Politics Committee, South Korea
  82. Lesbian Counselling Center in South Korea, South Korea
  83. Lesbian Human Rights Group “Byunnal” of Ewha Woman’s University, South Korea
  84. LGBTIQ Crossing the Damn World (It Means Totally Queer), South Korea
  85. Network for Global Activism, South Korea
  86. QUV-LGBTQ University Student Alliance of Korea, South Korea
  87. Rainbow Action Against Sexual Minority Discrimination, South Korea
  88. Rainbow Solidarity for LGBT Human Rights Daegu, South Korea
  89. RINBeyond the Rainbow Foundation, South Korea
  90. Sinnaneuncenter: LGBT Culture, Arts and Human Rights Center, South Korea
  91. Solidarity for HIV/AIDS Human Rights Nanuri+, South Korea
  92. Solidarity for LGBT Human Rights of Korea, South Korea
  93. The Korean Community Rainbow Group Lezpa, South Korea
  94. The Korean Society of Law and Policy on Sexual Orientation and Gender Identity, South Korea
  95. Unninetwork, South Korea
  96. Regional Centre for Strategic Studies, Sri Lanka
  97. RFSL -The Swedish Federation for Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Queer Rights, Sweden
  98. Buku Classroom, Thailand
  99. People Empowerment Foundation, Thailand
  100. Sangsan Anakot Yawachon Development Project, Thailand
  101. TEA Togetherness for Equality and Action, Thailand
  102. Thai Committee on Refugees Foundation, Thailand
  103. Freedom House, United States
  104. Institute for the Study of Society, Economy and Environment, Viet Nam
  105. Open Group, Viet Nam
  106. Trun Tam ICS, Viet Nam
  107. Gays and Lesbians of Zimbabwe, Zimbabwe

 

Secara pribadi didukung oleh:

  1. Dédé Oetomo, Indonesia
  2. Poedjiati Tan, Indonesia
  3. Gunawan Wibisono, Indonesia
  4. Widya Anggraini, Indonesia
  5. Lau Shu Shi, Malaysia
  6. Dr. Joseph N. Goh, Monash University, Malaysia
  7. Teo Han Hui, Malaysia
  8. Albert Angelo Concepcion, Philippines
  9. Bruce Amoroto, Philippines
  10. Jason Maglacas Masaganda, Philippines
  11. John Tigno, Philippines
  12. Patrick F. Bonales, Philippines
  13. Patrick Espino, Philippines
  14. Ceejay Agbayani, Philippines
  15. Joanna Lavares, Philippines
  16. Anpak, South Korea
  17. Candy Darim Yun, South Korea
  18. Choi Yehoon, South Korea
  19. Eun Seon Kim, South Korea
  20. Holic Ryu, South Korea
  21. Hyeonsu Kim, South Korea
  22. Jaehyeok Choi, South Korea
  23. Je Jin, South Korea
  24. Jeong Seol Ha, South Korea
  25. Jinhwa Lee, South Korea
  26. JinJu Kyung, South Korea
  27. Jung Woo, South Korea
  28. Kimhyunyoung, South Korea
  29. Kang Myeongjin, South Korea
  30. Kim Nayeong, South Korea
  31. Ko Kumsook, South Korea
  32. Lee Byung Hun, South Korea
  33. Lee Jong Geol, South Korea
  34. Lee Yong-suk, South Korea
  35. Lim SungGye, South Korea
  36. Minjin Kang, South Korea
  37. Na Young, South Korea
  38. Sijin, South Korea
  39. Yi Jae Hee, South Korea
  40. Yookyeong Im, South Korea
  41. Zeno Ki, South Korea
  42. Douglas Sanders, Thailand
  43. Sulaiporn Chonwilai, Thailand
  44. Supecha Baotip, Thailand
  45. William Nicholas Gomes, United Kingdom
  46. Ariel Herrera, United States
  47. Hudad Tolloui, United States
  48. Vi Tran, Viet Nam
  49. Diana Mailosi, Zimbabwe

Media Contacts:

Midnight Poonkasetwattana, Executive Director, APCOM

midnightp@apcom.org, +66-85-360-5200 (Bangkok)

Natt Kraipet, Network Coordinator, APTN

Natt.kraipet@weareaptn.org, +66-82-653-3999

Niluka Perera, Program Officer, Youth Voices Count

niluka@youthvoicescount.org, +66-94-835-1762 (Bangkok)

Ryan Silverio, Regional Coordinator, ASEAN SOGIE Caucus

rsilverio@aseansogiecaucus.org, +63-917-879-7710 (Manila)

Sattarah Hattirat, Regional Coordinator, ILGA Asia

 

Sumber : apcom.org Komasham

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: