Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, PENGETAHUAN

Homoseksualitas tidak menular. Terbukti para remaja yang berteman dengan remaja homoseksual tidak tertular

Ilustrasi pertemanan Sumber : eumindvalues17.weebly.com

Ilustrasi pertemanan
Sumber : eumindvalues17.weebly.com

Banyak sekali individu heteroseksual yang merasa takut atau bahkan ketakutan akan menjadi homoseksual jika berdekatan dengan seorang homoseksual. Mereka menganggap homoseksual menular. Ketakutan seperti ini bahkan juga banyak dialami oleh orang-orang dengan pendidikan yang lumayan tinggi.

Tetapi sebuah penelitian besar yang dipublikasikan pada tahun 2013 ini mungkin sudah berperan dalam menghilangkan ketakutan tersebut. Sebuah penelitian National Longitudinal Study of Adolescent Health  yang mengangkat tema Archives of Sexual Behavior (penelitian longitudinal adalah satu jenis penelitian sosial yang membandingkan perubahan subjek penelitian setelah periode waktu tertentu)Sebuah penelitian dilakukan dari tahun 1994 sampai tahun 2001 kepada 90.118 pelajar dari kelas 7-12. Peneliti dari Amerika Serikat dan Britania Raya menemukan bahwa ketertarikan sesama jenis tidak menyebar -menular- di antara para remaja yang menjadi subjek penelitian mereka.

Sudah terlalu lama homoseksualitas difitnah sebagai sesuatu yang menular oleh ketakutan yang tidak diketahui dasarnya, juga oleh konsep yang salah yang disebabkan karena ketidakpahaman. Karena hal-hal ini lah menyebabkan kekhawatiran terhadap penularan homoseksualitas terus ada.

Keberadaan gay dan lesbian tidak lagi menjadi sesuatu yang tak diketahui. Saat ini, semakin banyak gay dan lesbian yang terbuka dengan seksualitas mereka. Terbuka dengan teman, tetangga dan saudara yang kebanyakan juga heteroseksual.

Para ahli juga mulai mempelajari homoseksualitas dan penyebab-penyebabnya.  Memang perlu diakui bahwa belum ada konsesus yang pas, tetapi di negara-negara maju dengan sistem edukasi yang tentunya lebih maju, kesalahpahaman mengenai homoseksualitas sangat berkurang,  tidak seperti beberapa tahun sebelumnya. American Psychological Association atau disingkat APA bahkan sudah menjabarkan dengan sangat jelas tentang Orientasi Seksual, termasuk didalamnya homoseksualitas.

Kembali pada penelitian tersebut: Dari 90.000 lebih pelajar yang menyelesaikan 3 interview yang serius, para peneliti fokus pada 14.738 pelajar. Interview yang pertama dilakukan pada saat mereka berumur 16 tahun, yang kedua pada saat mereka berumur 17 tahun (satu takun kemudian) dan yang ketiga pada saat mereka berumur 22 tahun (lima tahun setelah interview kedua). Dalam interview tersebut mereka ditanyakan seputar nama, bagaimana mereka mengidentifikasikan kedekatan mereka dengan 5 teman dekat laki-laki mereka dan 5 teman dekat perempuan mereka. Mereka juga diberikan pertanyaan-pertanyaan spesifik yang digunakan untuk mengukur aktivitas seksual mereka, hubungan mereka, serta ketertarikan mereka kepada sesama jenis.

Menggunakan data dari interview yang pertama dan kedua, para peneliti menggunakan metode statistik untuk mencari tahu apakah level ketertarikan sesama jenis itu berkaitan dengan pertemanan mereka. Data dari interview yang pertama digunakan untuk mengontrol predilection –preferensi- ketertarikan sesama jenis pada masa depan, juga  aktivitas seksual dan hasrat untuk mencari hubungan. Itu juga digunakan untuk mengontrol homophily -Ide di mana orang cenderung untuk memilih teman yang berperilaku serupa.

Analisa menunjukkan adanya kenaikan dalam pelaporanan tentang perilaku di mana masing-masing teman atau saudara terlibat suatu perilaku yang sama. Dalam analisa tersebut ditunjukkan bahwa subjek akan terlibat hubungan seksual jika teman mereka juga terlibat hubungan seksual -jika salah satu teman diketahui melakukan hubungan seksual dengan seseorang, maka teman lainnya juga ingin melakukan hubungan seksual- (1.79x) . Hasil yang serupa juga ditunjukan saat mereka mencari pasangan (hubungan) -jika satu orang dari pertemanan tersebut sedang mencari pacar, maka teman-teman lainnya juga ikut mencari pacar- (2.69x).  Tetapi hampir tidak ada laporan tentang ketertarikan sesama jenis (0.96x)

grafik ketertarikan sesama jenis

“Although we found evidence that both sexual activity and desire to have a romantic relationship may spread from person to person, attraction to same sex partners did not spread,”

Para peneliti mengatakan, walaupun mereka menemukan bukti bahwa dalam pertemanan, aktivitas seksual dan keinginan untuk mencari pasangan menular (menyebabkan untuk melakukan hal serupa) dari satu orang kepada orang lainnya, tetapi  ketertarikan sesama jenis tidak menular.

Metode analisa statistik yang digunakan para peneliti ini bisa dibilang masih baru pada saat itu. Berdasarkan Teori Social Contagion, program statistik ini bertujuan untuk mencari tahu pengaruh sosial dari sebuah jaringan yang besar, pada orang-orang dengan umur sebaya.

Walaupun bisa dibilang masih baru, hasil penelitian tentang anggapan bahwa “ketertarikan terhadap sesama jenis menular” bisa dibilang akurat karena penelitian ini adalah penelitian yang pertama yang dilakukan  dari kumpulan-kumpulan data penelitian longitudinal dalam skala besar.

Hasil penelitian bisa dilihat di link ini

Sumber penelitian: Tiffany A. Brakefield, Sara C. Mednick, Helen W. Wilson, Jan-Emmanuel De Neve, Nicholas A. Christakis, James H. Fowler (2013) Same-Sex Sexual Attraction Does Not Spread in Adolescent Social Networks. Archives of Sexual Behavior. 10.1007/s10508-013-0142-9

Sumber : Realclearscience.com Apa.org Penelitian Longitudinal

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: