Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Jika menurut Saleh, RUU ANTI-LGBT tidak memarjinalkan LGBT, lalu apa definisi ANTI?

Saleh Partaonan Daulay, Politisi PAN, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Ketua Komisi VIII DPR RI Sumber : salam-online

Saleh Partaonan Daulay, Politisi PAN, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Ketua Komisi VIII DPR RI
Sumber : salam-online

Saleh Partaonan Daulay, Politisi PAN dan Ketua Komisi VIII DPR RI, mengatakan bahwa LGBT harus diwaspadai dan dipangkas karena ia menganggap membahayakan kehidupan sosial di Indonesia, walaupun LGBT sudah ada dalam kehidupan sosial di Indonesia sejak dulu bahkan sebelum Indonesia berdiri. Baik dalam bukti-bukti kesenian dan kebudayaan Indonesia tetapi juga seperti yang dituliskan dalam Serat Centhini yang ditulis pada awal abad 19.

Menurut Salah Partaonan cara memangkas LGBT dengan ketegasan pemerintah, yaitu membuat RUU Anti-LGBT. Ia berpendapat bahwa UU ANTI-LGBT ini tidak akan memarjinalkan LGBT. tetapi melindungi masyarakat non-LGBT.

“Jadi tujuan Undang-undang LGBT itu bukan untuk memarjinalkan mereka yang LGBT, tetapi melindungi masyarakat biasa yang non-LGBT,” kata dia, Kamis (10/3).

***

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata ANTI adalah bentuk terikat melawan, menentang, memusuhi

***

Ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2010-2015  ini mengatakan bahwa Indonesia berbeda dengan negara-negara yang menerima HAM. Menurutnya HAM dibatasi dengan HAM orang lain karena ia beranggapan bahwa orang yang tidak menerima LGBT lebih banyak.

“Itu berbeda dengan negara-negara barat yang atas HAM, kebebasan, dan sebagainya orang bisa menerima,” kata dia. “Kalau di Indonesia berbeda, karena HAM dibatasi dengan HAM orang lain.”

***

Menurut definisi  di United Nation Human Rights Office of The High Commisioner Hak-hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang melekat pada semua manusia, apapun kewarganegaraannya, tempat tinggalnya, jenis kelaminnya, bangsanya, sukunya, warna kulitnya, agamanya, bahasanya dan apapun status-status lainnya.

***

Menurut dia, daripada capek membuat Undang-undang baru. Lebih baik menambahkan beberapa pasal di KUHP yang tegas menolak penyebaran LGBT agar masyarakat terlindungi dari penyakit masyarakat itu.

“Saya pikir lima-enam pasal sudah cukup kan,” kata penerima beasiswa dari ford foundation tahun 2007 untuk belajar ke Universitas Negeri Colorado, Amerika Serikat ini.

Sumber :  Republika   Wikipedia

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: