Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

2 Romo dan Paus Francis sepakat, tidak dibenarkan mendiskriminasi LGBT walaupun secara agama LGBT tidak dibenarkan

Romo Benny Susetyo Sumber : nusantaran.com

Romo Benny Susetyo
Sumber : nusantaran.com

Romo Antonius Benny Susetyo pr seorang tokoh agama Katholik mengatakan bahwa seksualitas LGBT tidak dapat dibenarkan. Tetapi ia menegaskan bahwa Gereja Katolik menolak prakteknya.

“ Jadi perbuatan itu tidak dapat dibenarkan,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jum’at, 4 Maret 2016.

“ Yang kami tolak itu praktiknya, karena menurut Gereja Katholik sendiri perbuatan tersebut merupakan dosa berat yang melanggar kemurnian,” ucapnya.

Menurutnya LGBT bisa sembuh dengan cara melibatkan kerja sama dengan bersangkutan. Merela (LGBT) harus dilayani dengan hormat, kasih dan bijaksana.

Seperti dilansir Thejakartapost Romo Benny menhibau masyarakat untuk tidak menghakimi LGBT dan pemerintah tidak harus membuat Undang-Undang yang bisa membahayakan LGBT.

Menyoal tentang Undang-Undang LGBT, ia mengatakan Singapura yang mempunyai larangan jelas terhadap LGBT juga ternyata tidak efektif, terbukti dengan tidak berkurangnya jumlah LGBT.

Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, Sj. Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Sumber : satuharapan

Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, Sj.
Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
Sumber : satuharapan

Senada dengan Romo Benny, sebelumnya Romo Franz Magnis-Suseno, Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara menghimbau agar kita melihat persoalan ini lebih bijak. Menurutnya sudah jelas bahwa pada tanggal 17 Mei 1990, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghapus homoseksualias dari daftar penyakit mental. DI Indonesia sendiri melalui Depkes RI dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia edisi II tahun 1983 (PPDGJ II) dan PPDGJ III (1993), Orientasi Homoseksual tidak memenuhi kriteria gangguan jiwa atau mental,

Homoseksual bukan lah pilihan, tetapi dialami oleh yang bersangkutan. Homoseksual baik secara emosi dan seksual ditemui pada mahluk hidup lain, dalam hal ini binatang. Hal tersebut menujukan bahwa ketertarikan sesama jenis adalah suatu hal yang alami. Jika orang percaya bahwa alam diciptakan, maka homoseksualitas juga tidak diluar penciptaan. Antara homoseksual dan heteroseksual, hanya orientasi seksualnya yang berbeda, tetapi sifat baik atau buruknya, cakap atau tidaknya, semua itu sama. Jadi menganjurkan  untuk “menyembuhkan” atau “membina” ke jalan yang benar -benar yang hoteronormatif- sesuatu yang alami tentunya tidak masuk akal.

Romo Franz mempunyai 5 pandangan sikap mengenai fakta tersebut.

Pertama, kita harus berhenti menstigmatisasi dan mendiskriminasi mereka. Orientasi seksual tidak relevan dalam kebanyakan  transaksi kehidupan. Sebaiknya kita ingat: menghina orang karena kecenderungan seksualnya berarti menghina Dia yang menciptakan kecenderungan itu.

Kedua, orang berkecenderungan homo memiliki hak-hak kemanusiaan dan kewarganegaraan yang sama dengan orang heteroseksual. Sebab, negara wajib melindungi segenap tumpah darah bangsa, maka negara wajib berat melindungi mereka.

Ketiga, hak mereka untuk bersama- sama membicarakan keprihatinan mereka harus dihormati. Hak konstitusional mereka untuk berkumpul dan menyatakan pendapat mereka wajib dilindungi negara. Amat memalukan kalau polisi kita bisa didikte kelompok-kelompok tertentu. Orang-orang itulah yang menyebarkan intoleransi dan kebencian dalam masyarakat.

Keempat, tahun 1945 bangsa Indonesia memilih menjadi negara hukum, bukan negara agama dan bukan negara adat-istiadat. Dan itu berarti otonomi seseorang dihormati selama ia tidak melanggar hukum. Moralitas pribadi bukan wewenang aparat, suatu prinsip yang amat penting dalam masyarakat majemuk. Apa yang dilakukan dua orang dewasa atas kemauan mereka sendiri di kamar tidur seharusnya bukan urusan negara.

kelima: empat butir di atas tidak berimplikasi bahwa kecenderungan homo sama kedudukannya dengan kecenderungan hetero.

Menurutnya seksualitas berkembang selama evolusi demi untuk menjamin keturunan, dalam arti itu heteroseksualitas bisa disebut normal. Homoseksualitas juga produk alam, tetapi produk sampingan.

Karena itu umat manusia sejak ribuan tahun memberikan perlindungan khusus terhadap persatuan intim laki-laki dan perempuan karena berkepentingan vital akan keturunannya.

Jadi kesimpulannya, menurutnya mendiskriminasikan LGBT karena orientasi seksualnya tidak dibenarkan. Tetapi ia menentang legalisasi pernikahan sesama jenis dan hak adopsi pasangan sesama jeni. Ia percaya bahwa tumbuh kembang anak yang terbaik ada pada keluarga dengan orang tua yang terdiri dari Ayah dan Ibu.

[Walaupun sebenarnya ada penelitian.penelitian yang membuktikan bahwa Anak yang tumbuh dalam keluarga pasangan sesama jenis tidak memiliki impact negatif dan tidak ditemukan perbedaan.]

Ia berpendapat masyarakat amat berkepentingan terhadap keluarga dengan ayah dan ibu, tetapi tidak berkepentingan terhadap persatuan dua manusia sejenis.

Kepada pejabat tinggi ia mengharapkan agar bisa membedakan antara wawasan tingkat taman kanak-kanak dan wawasan universitas.

Kepada LGBT, ia mengatakan penyamaan perkawinan antar-sejenis dengan perkawinan tradisional hanya akan memperkuat prasangka-prasangka. Dorongan untuk coming out bisa tidak kondusif. Pengakuan sosial akan memerlukan kesabaran.

July 2013 lalu, Paus Franciscus dalam perjalanan pulangnya dari Brasil, ia menjawab pertanyaan seputar gay. Ia mengatakan jika seseorang itu gay dan mencari Tuhan dan mempunyai kehendak yang baik, Siapa saya sehingga (saya harus) menghakimi?

“If a person is gay and seeks God and has good will, who am I to judge?”

Sebuah pernyataan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pernyataan dua Paus sebelumnya. Paus Benedict mengatakan bahwa gay Objectively Disordered atau Paus John Paul II yang mengatakan gay Againts Natural Law.

 

Sumber : Tabloidbongkar.com thejakartapost Kompas Quartz BBC

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 24 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: