Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

KPI : Didik Nini Thowok pengecualian

KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Rahmat Arifin (tengah) Sumber : Kompas

KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Rahmat Arifin (tengah)
Sumber : Kompas

Rahmat Arifin, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia mengatakan bahwa surat edaran yang mereka keluarkan satu minggu yang lalu, dengan no. 203/K/KPI/02/16 bukan untuk mendiskriminasi kelompok tertentu. Ia menuturkan bahwa itu untuk meminimalisir dampak buruk tayangan lembaga penyiaran.

Kpi melarang didi nini thowok berkarya

 

Mengenai tarian tradisional. meskipun penarinya laki-laki yang menarikan tarian perempuan tidak akan dilarang, seperti Didik Nini Thowok

“Misalnya tarian Didik Nini Thowok, tidak akan dilarang. KPI tidak akan pukul rata,” kata Rahmat, di Kantor KPI, Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Rahmat mengatakan bahwa kebijakan yang diambil KPI selalu berpijak pada Undang-Undang tentang penyiaran. Sekali ia ia menegaskan bahwa surat edaran tersebut tidak melanggar konstitusi dan tidak akan menghilangkan keberagaman dalam tayangan lembaga penyiaran.

Baca juga : Kritikan Tajam dan Cerdas Oscar Lawalata kepada KPI

“Kami berusaha menjaga keseimbangan, mempertimbangkan suara mayoritas tapi jangan sampai menjadi tirani mayoritas,” ujarnya.

Baca juga : Lebih tepat jika KPI melarang pria kewanitaan karena membuat waria sebagai banyolan bukan karena LGBT

Menurut Asep Komarudin, Koordinator Koalisi Kebebasan Penyiaran Indonesia, KPI  sudah melakukan diskriminasi dan memberikan penekanan bahwa tindakan keperempuanan adalah tidak baik.Ia juga khawatir jika surat edaran KPI tersebut akan menjadi alat legitimasi untuk melakukan tindakan diskriminasi terhadap individu dengan identitas dan eskpresi jender berbeda. Asep mengatakan bahwa ada Undang-Undang yang menjadmin penyiaran berdasarkan keberagaman dan kebebasan ynag bertanggung jawab, yaitu UU no. 32 tahun 2002.

“KPI melakukan diskriminasi dengan memberi penekanan bahwa tindakan keperempuanan adalah hal yang tidak baik,” kata Asep Komarudin, di depan Kantor KPI, Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Baca juga : Asep Komarudin meminta KPI mencabut Surat Edaran KPI no 203/K/KPI/02/16

Berikut ini konten-konten yang dilarang:

  1. Gaya berpakaian kewanitaan;
  2. Riasan (make-up) kewanitaan;
  3. Bahasa tubuh kewanitaan (termasuk, tetapi tidak terbatas pada gaya berjalan, gaya duduk, gerakan tangan, ataupun perilaku lainnya);
  4. Gaya bicara kewanitaan;
  5. Menampilkan pembenaran atau promosi seorang pria untuk berperilaku kewanitaan;
  6. Menampilkan sapaan terhadap pria dengan sebutan yang seharusnya diperuntukkan bagi wanita;
  7. Menampilkan istilah dan ungkapan khas yang sering dipergunakan kalangan pria kewanitaan.

Klik di sini untuk melihat Surat Edaran KPI no 203/K/KPI/02/16

Sumber : Kompas

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: