Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Fahira yang sepertinya masih gagal paham tentang LGBT, khususnya huruf T

Fahira Idris Sumber : rumahwirausaha

Fahira Idris
Sumber : rumahwirausaha

Fahira Idris, putri politikus Golkar Fahmi Idris yang juga adalah wakil ketua Komisi III DPD RI memang belakangan ini sangat getol menentang LGBT. Namun sepertinya ada beberapa orang yang mempertanyakan pengetahuan wanita yang mempunyai hobi menembak ini. Pasalnya pada hari Sabtu 27/2/2016 ia menuliskan tweet-nya sebagai jawaban atas pertanyaan salah satu follower-nya.

Seseorang dengan nama akun twitter kusmando memberikan pertanyaan kepada Fahira Idris “Dorce itu LGBT bukan Uni”

Fahira Idris pun menjawab “Dorce itu Transgende.. kemarin saya baca, katanya dia bukan wanita Abal-abal ..”

Tweet Faahira itu pun tersebar, tidak hanya melalui twitter tetapi screenshot-nya juga tersebar di facebook dan jadi olok-olokan di media sosial. Akhirnya orang-orang mulai mempertanyakan pengetahuannya tentang LGBT. Bukanlah suatu hal yang aneh, sebagai orang yang menentang LGBT, ternyata netizen menganggapnya tidak mengerti arti LGBT.

fahira idris tweet 0

 

Beberapa tweet pun dilayangkan kepada Fahira. Ada yang menanyakan, “maksudnya Transgender atau memang Transgende..?” (tanpa R). Fahira mengatakan karena terburu-buru jadi kurang huruf R.

fahira idris tweet 2

 

Yusuf Jumir menulis “Loh, emang uni beneran ga tahu LGBT itu T nya transgender..? Serius nanya uni”

Fahira sekali lagi menjawab bahwa ia salah tulis. Ia pun menambahkan bahwa kurang huruf R saja kemudian semua bersorak.

 

fahira idris tweet 3

 

Ely Susianti menuliskan “Masak sekelas Fahira T dalam LGBT gak tau kalau transgender? Naini menarik hahaha..

Fahira Idris menjawab “Mbak Ely, sy tau kok bhw L= Lesbi; G=Gay; B=Biseksual; T=Transgender – Tadi itu sy hanya typo kurang huruf R”

 

fahira idris tweet 4

 

Kemal.arsjad menulis di twitternya menanyakan apakah benar tweet yang beredar tersebut memang tulisan Fahira.

“ini beneran twit @fahiraidris? terima kasih pencerahannya… KL gitu di LGBT, T nya apa yah?”

Sekali lagi Fahira menulis “L= Lesbi; G=Gay; B=Biseksual; T=Transgender, tadi itu saya ngetiknya sambil bersin, jadi kurang R..”

fahira idris tweet 6

 

fahira idris tweet 7

Seseorang dengan nama akun DiplomaticKey menulis, “Jadi wanita abal-abal itu bukan termasuk LGBT?”

Fahira menjawab, “Masuk”

fahira idris tweet 9

 

Mengacu pada pemahamannya tentang tweet-an Fahira, Joe Febrian pun berkesimpulan bahwa Transgender itu bukan LGBT, ia menulis, “Dorce itu Transgender ya bukan LGBT inget Transgender & LGBT itu beda inget ya kalian semua juga, BEDA”

Fahira menyambung, “Jadi gini ya.. L= Lesbi; G=Gay; B=Biseksual; T=Transgender, Jadi T nya itu Transgender. Dorce = T”

 

fahira idris tweet 11

Putri Nawang Sari menulis tweet-nya kepada Fahira “@fahiraidris pointnya bukan di kurang huruf R, tapi penjelasan tentang Dorce itu lgbt bukan, lalu apakah termasuk golongan yg uni kecam?”

Menjawab itu Fahira menulis, “FYI, saya TIDAK PERNAH MENGECAM “ORANG”nya.. Yg saya TOLAK adalah GERAKAN & PROPAGANDA LGBT.. Tolong dipahami..”

 

fahira idris tweet 10

Menjawab akun bernama R!en yang menulis, “Apakah Uni anti bunda Dorce juga? Bukankah beliau transgender dan T di LGBT maksudnya adalah Transgender, Un..”

Fahira menjawab, “Gak lah.. Sy bukan tipe pembenci hanya karena dia LGBT.. Yg sy tolak Gerakan dg Tujuan Legalisasi Pernikahan Sejenis.”

fahira idris tweet 12

 

M Davit bertanya kepada Fahira, “LGBT itu apa ya buk.. saya sibuk cari makan pergi pagi plng pagi sdh gak prnh ngikuti perkembangan yg terjadi”

Fahira pun hanya menjawab “Baca Koran makanya..”

fahira idris tweet 5

Dari membaca tulisan netizen yang mempertanyakan pengetahuan Fahira tentang LGBT dan bagaimana Fahira menjawabnya, Apakah sebenarnya pertanyaan para netizen tersebut sudah terjawab?

Pada awalnya Fahira mengatakan bahwa karena menulisnya sambil bersin, makanya huruf R tidak terketik. Apakah hal ini menunjukkan bahwa untuk Fahira sebenarnya yang dipermasalahkan netizen adalah pada tulisannya semata?

Tetapi dari apa yang ditanyakan tentang status Dorce, apakah Dorce termasuk dalam LGBT?

Fahira yang menjawab “Dorce itu Transgende.. kemarin saya baca, katanya dia bukan wanita Abal-abal ..” . Apakah ini bisa diartikan bahwa Dorce itu bukan LGBT, tetapi ia adalah transgender .

Ia pun menulis bahwa Dorce bukan wanita Abal-abal, apakah ini berarti bahwa Dorce berbeda dengan para transgender dan transeksual lainnya?  Apakah yang dimaksud wanita Abal-abal itu adalah waria?  Sebenarnya apakah pada saat itu Fahira paham arti Transgender, Transeksual dan Waria? Apakah pemahaman Fahira tentang T dalam LGBT adalah waria semata? Lalu T itu sendiri kalau bukan Transgender, Transeksual lalu apa?

Dalam tweet selanjutnya, akhirnya ia menuliskan bahwa Dorce termasuk dalam LGBT. Entah apakah karena ada yang memberi tahu atau ia mulai cari informasi tentang LGBT?

Menanggapi pertanyaan apakah ia membenci Dorce karena ia menentang LGBT, Fahira mengatakan bahwa ia bukan tipe pembenci hanya karena LGBT, Ia beralasan bahwa ia menolak gerakan dan propaganda LGBT yang bertujuan Legalisaasi Perkihanan Sejenis.

Pertanyaannya, dari mana Fahira berkesimpulan bahwa komunitas LGBT memiliki tujuan untuk melegalkan pernikahan sejenis?

Seorang aktivis bernama Merlyn Sopjan dalam wawancaranya di Benarnews.org mengatakan bahwa LGBT hanya meminta pengakuan agar tidak lagi mendapatkan prasangka dan stigma dan dilindungi dari tindakan kekerasan baik verbal maupun fisik. Para LGBT tidak berpikir sampai sejauh itu (legalisasi pernikahan sejenis).

Tetapi mungkin satu tweet dari M davit yang bertanya kepada Fahira apa itu LGBT akan menjawab kebingungan tentang dari mana Fahira tahu apa itu LGBT. Kepada M Davit wanita yang sering dipanggil Uni ini menjawab “Baca Koran Makanya..”

Apakah berarti selama ini informasi tentang LGBT yang ditelaah Fahira berasal dari informasi di koran-koran saja? Padahal pembahasan tentang LGBT itu memerlukan study pembelajaran yang cukup menyita waktu untuk bisa memahami dengan betul.

Salah satu tweet Fahira yang layak untuk dibahas adalah tweet yang ia tulis untuk menjawab pertanyaan ahmad soeramiharjo “punten teh, sebenernya menurut teteh TRANSGENDER itu dosa gak sih?”

Fahira menjawab, “Mengganti alat kelamin melalui proses operasi menurut saya pribadi sih, iya..”

 

fahira idris tweet 8

 

Apakah ini semakin memperjelas bahwa dalam pemahaman Fahira, Transgender adalah seseorang yang mengganti alat kelamin? Padahal Transgender itu tidak selalu sama dengan orang yang mengganti alat kelamin.

Apakah sebenarnya Fahira masih bingung dengan arti WARIA vs TRANSGENDER vs TRANSEKSUAL?

Mungkin kalau mau ditambah rumit, apakah ia tahu perbedaan INTERSEKSUAL dan HERMAPHRODITE? Walaupun banyak orang yang tidak setuju dengan istilah hermaphrodite, tapi dalam Islam istilah itu masih digunakan.

Dalam ajaran Islam sendiri ada yang namanya Khuntsa, Mukhannats dan Mutarajjil.

KHUNTSA

Secara umum ulama mendefinisikan khuntsa, sebagai orang yang memiliki dua alat kelamin, laki-laki dan perempuan. Atau bahkan tidak mempunyai alat kelamin, baik kelamin laki-laki maupun perempuan.

MUKHANNATS (dan MUTARAJJIL)

Mukhannats berbeda dengan khuntsa. Seorang mukhannats memiliki jenis kelamin tertentu dengan jelas. Namun ia berperilaku tidak sesuai dengan identitas kelaminnya.

Mukhannats adalah kaum laki-laki yang menyerupai perempuan, dan mutarajjil adalah kaum perempuan yang menyerupai laki-laki.

Dalam artikel berjudul Sex Change in Cairo: Gender and Islamic Law menyebutkan bahwa Khuntsa tidak boleh disalahkan atas kondisinya, oleh karena itu ia diizinkan untuk menegaskan identitas seksnya melalui operasi. Keputusan itu diambil dengan referensi sebuah hadist

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5678)

Sehingga seorang Khuntsa diizinkan untuk menjalani operasi kelamin. Perlu diingat bahwa seorang khuntsa tidak hanya didiagnosis melalui fisik alat kelaminnya saja. Bisa saja alat kelamin orang tersebut jelas tetapi dari kromosom dan jumlah hormon ternyata tidak sesuai. Jadi jika ada keputusan dari dokter yang terpercaya yang merujuk orang tersebut untuk menjalani operasi, maka hal tersebut diizinkan dalam Islam. Tidak hanya diizinkan, malah diharuskan.

Penggantian kelamin tidak diperbolehkan kepada orang yang hanya menginginkan operasi tersebut tanpa ada rujukan dari dokter.

Ada dua jenis Khuntsa/hermaphrodite

  1. Hermaphrodite dari lahir
  2. Hermaphrodite karena tingkah lakunya.

“There are two different types of hermaphrodites, those who are so by birth, and those who have acquired their manners. Both must be told to strive to free themselves from the hermaphroditism, even if this will be a slow process. They must not indulge in it.”

Sedangkan menurut Dr. Muslich Maruzi, Khunsta bisa dibagi menjadi:

  1. Orang yang mempunyai alat kelamin ganda artinya orang yang memiliki alat kelamin laki-laki dan alat kelamin perempuan.

  2. Orang yang tidak mempunyai alat kelamin sama sekali.

  3. Orang yang mempunyai alat kelamin laki-laki tetapi hormonnya lebih banyak perempuan, sehingga watak dan tabiatnya seperti perempuan.

  4. Orang yang mempunyai alat kelamin perempuan, tetapi hormonnya lebih banyak laki-laki sehingga watak dan tabiatnya seperti laki-laki.

  5. Ada juga khuntsa yang berkembang yaitu pada waktu kecil lebih tampak kelelakiannya, tetapi setelah dewasa lebih tampak kewanitaannya atau sebaliknya, pada waktu kecil tampak kewanitaannya tetapi setelah dewasa lebih tampak kelelakiannya.

Menurut para ulama –sebagaimana dikatakan Imam An-Nawawi–, mukhannats ada dua macam. Yang pertama; Adalah orang yang memang pada dasarnya tercipta seperti itu. Dia tidak mengada-ada atau berlagak dengan bertingkah laku meniru perempuan dalam gayanya, cara bicaranya, atau gerak-geriknya. Semuanya alami. Allah memang menciptakannya dalam bentuk seperti itu. Yang demikian, dia tidak tercela, tidak boleh disalahkan, tidak berdosa, dan tidak dihukum. Mukhannats jenis ini dimaafkan, karena dia tidak membuat-buat menjadi seperti itu. Karena itulah, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallamtidak mengingkari seorang mukhannats jenis ini.

Yang kedua; yaitu mukhannats yang pada dasarnya tidak tercipta sebagai seorangmukhannats. Tetapi, dia membuat-buat dan bertingkah laku layaknya perempuan dalam gerakannya, dandanannya, cara bicara, dan gaya berpakaian. Inilah mukhannats yang tercela, di mana terdapat hadits-hadits shahih yang melaknatnya. Adapun mukhannatsyang pertama, maka ia tidak dilaknat. [Syarh Shahih Muslim]

Jadi operasi mengganti alat kelamin itu tidaklah dosa, selama orang tersebut didiagnosis sebagai Khunsta. Apakah Dorce bukan khunsta? Untuk menjawab pertanyaan itu harus ditanyakan langsung kepada beliau tentunya.

Untuk Pria yang bertingkah laku kewanitaan pun selama itu natural dan tidak dibuat-buat maka tidak tercela. Yang tercela ketika tingkah laku tersebut dibuat-buat.

Kesimpulannya, ternyata orang-orang yang melek teknologi sekalipun (seperti pengguna twitter yang bertanya kepada Fahira dan Fahira sendiri) belum tentu paham tentang LGBT. Jadi selama ini orang-orang yang menentang LGBT itu sebenarnya paham betul tentang LGBT atau tidak? Atau mereka hanya terkena pengaruh dari propaganda-propaganda diskriminatif terhadap LGBT tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang mereka tentang?

 

Sumber : library.walisongo.ac.id al-islam.org quod.lib.umich.edu : Sex Change in Cairo: Gender and Islamic Law Ummi-online

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: