Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Wakil Ketua KPI mengatakan Larangan KPI dipicu oleh kasus Saipul Jamil dan isu LGBT

 

Saipul Jamil, Artis dan Penyanyi (kiri), Idy Muzayyad, Wakil Ketua KPI (kanan) Sumber : liputan6, kompas

Saipul Jamil, Artis dan Penyanyi (kiri), Idy Muzayyad, Wakil Ketua KPI (kanan)
Sumber : liputan6, kompas

 

Idy Muzayyad, wakil Ketua KPI mengatakan Surat Edaran no 203/K/KPI/02/16 yang melarang adegan pria kewanitaan sudah pernah dikeluarkan tahun 2008. Kenapa akhirnya dikeluarkan kembali, ia mengatakan karena secara tak langsung dipicu oleh kasus Saipul Jamil.

“Ya, ada hubungan secara tidak langsunglah,” kata Idy  Jumat (26/2/2016).

Pasalnya, sejak adanya kasus dugaan pencabulan anak itu, isu lesbian, gay, biseksual, dan transjender (LGBT) menjadi perbincangan hangat.

Selain itu, Saipul Jamil juga salah seorang juri program ajang pencarian bakat di sebuah stasiun televisi yang banyak diidolakan. Ia mengatakan KPI semakin banyak menerima keluhan dan masukan dari banyak kalangan, terutama orangtua.

Karena hal tersebut, Idy dan pihaknya menerbitkan Surat Edaran tersebut. Dan karena isu LGBT sedang diperbincangkan, menurut Idy justru ia menemukan relevansinya.

“Aturan ini kan berlaku umum terhadap semua. Kebetulan ada momen itu, ya saya kira justru menemukan relevansinya,” tutur Idy.

Baca Juga : Surat Edaran KPI tentang pelarangan pria kewanitaan pada tayangan televisi

Beberapa Kritikan terhadap keputusan KPI tersebut.

Oscar Lawalata menilai keputusan KPI tersebut tidak tepat sasaran, karena masalah terbesar siaran televisi di Indonesia adalah pada mutunya. Lelaki yang memerankan peran kewanitaan itu adalah semata sebuah peran.

“Kalau program di tv di isi setiap hari dengan banyolan konyol , sinetron tidak mendidik , gossip , propaganda berita politik simpang siur ,ajang kampanye dan pencitraan, celebritas cari sensasi , dogma kepercayaan yang tidak disaring , acara setan dan dunia gaib , iklan iklan produk pencuci otak masyarakat! Itu yang harus nya para bapak bapak dan ibu ibu KPI berantas dan jaga !!”” tulisan Oscar di facebooknya

Baca juga : Kritikan Tajam dan Cerdas Oscar Lawalata

Menurut Asep Komarudin, Koordinator Koalisi Kebebasan Penyiaran Indonesia, KPI  sudah melakukan diskriminasi dan memberikan penekanan bahwa tindakan keperempuanan adalah tidak baik.Ia juga khawatir jika surat edaran KPI tersebut akan menjadi alat legitimasi untuk melakukan tindakan diskriminasi terhadap individu dengan identitas dan eskpresi jender berbeda. Asep mengatakan bahwa ada Undang-Undang yang menjadmin penyiaran berdasarkan keberagaman dan kebebasan yang bertanggung jawab, yaitu UU no. 32 tahun 2002.

“KPI melakukan diskriminasi dengan memberi penekanan bahwa tindakan keperempuanan adalah hal yang tidak baik,” kata Asep Komarudin, di depan Kantor KPI, Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Baca juga : Asep Komarudin meminta KPI mencabut Surat Edaran KPI no 203/K/KPI/02/16

Dhyta Caturani, seorang aktivis HAM,anti kekerasan pada perempuan. kesetaraan gender dan keadilan sosial ini mengatakan KPI telah melakukan diskriminasi melalui surat edarannya tersebut. Ia secara pribadi juga tidak setuju dengan tayangan-tayangan yang menampilkan pria yang berperilaku kewanitan, tetapi ia mengkritisi KPI karena ia menilai alasan KPI tidak tepat. Jika saja pelarangan diberlakukan dengan alasan bahwa tayangan tersebut menjadikan waria sebagai bahan ketawaan, maka akan lebih tepat.

Baca juga : Lebih tepat jika KPI melarang pria kewanitaan karena membuat waria sebagai banyolan bukan karena LGBT

Aktor Tanta Ginting juga menyayangkan keputusan KPI tersebut. Ia mencontohkan saat Warkop DKI dan lawakan Tessy ada di televisi-televisi dulu, sampai sekarang juga tidak ada masalah.

Baca juga : Tanta Ginting bingung dengan KPI. Dulu ada Warkop DKI dan Tessy juga tidak terjadi apa-apa

 

Sumber : Kompas

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: