Advertisements
ARTIKEL SEJARAH TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, SEJARAH

Seminar “Gay” di Yogya sambut 40 tahun FK-UGM

Begitu lah judul berita harian Kompas bulan Februari 1986. Ya. Begitu terbukanya Mahasiswa-mahasiswa Universitas Gajah Mada 30 tahun yang lalu tentang Homoseksualitas, Apalagi tahun 70an-80-an bisa dibilang masa-masa krisis dan tingginya Anti-Homoseksualitas di dunia, bahkan di Amerika sendiri. Sebuah berita berisi pengumuman seminar tentang fenomena Homoseksualitas yang mendapatkan banyak dukungan, baik dari Universitas, Dekan, ahli dibidangnya serta masyarakat.

Berikut kutipan dari berita tersebut.

Seminar “Gay” di Yogya sambut 40 tahun FK-UGM

Sampul Majalah Gay America tahun 1983

Sampul Majalah Gay America tahun 1983

Yogyakarta, Kompas

Kajian ilmiah sekitar kehidupan kaum homoseks, juga dikenal dengan sebutan gay akan dilakukan hari Minggu 16 Februari di Yogyakarta. Tujuh pembicara utama, tiga dokter dan masing-masing seorang psikolog, psikiater, ahli hukum dan budayawan, tampil dalam seminar menyambut 40 tahun Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Dr. Rahadjo MD akan menyapaikan pandangan dalam judul Sejarah Perkembangan Gay di Yogyakarta, kemudian budayawan Umar Kayam tentang Gay sebagai suatu Gejala Sosial Budaya, psikolog Endang Prawitasari (Gay dari Aspek Psikologi), psikiater Prajitno Siswowijoto (Gay dari Aspek Psikiatri).Lamya Moeljatno .SH (Gay dipandang dari sudur hukum) Dr. Sofia Mubarika, Msc (AIDS) dan paling akhir Prof. Dr. R Soewasono (homoseks dan AIDS).

Kepada pers Selasa siang, Dekan FK-UGM Dr. Radjiman mengatakan “Usulan seminar gay datang dari para mahasiswa sendiri. Mereka yang lebih tertarik. Tapi karena memang bersifat ilmiah, kami tak berkeberatan mendukungnya”.

Salon Kecantikan Mendukung Benny, pemimpin mahasiswa FK-UGM menjelaskan, “Sambutan terhadap seminar Gay ini sangat melimpah.” Ia menambahkan, banyak salon kecantikan langsung mendukung dan berpartisipasi membantu menyebarluaskan undangan.

Ia berpendapat, selama ini masyarakat terlalu menolak kaum homoseks, dengan alasan kaum homoseks dianggap menyalahi norma-norma kemasyarakatan yang normal. Akibatnya pada homoseks malah membentuk kelompok tersendiri yang eksklusif dan melakukan aktifitasnya secara terselubung.

“Sedang di pihak lain, ilmu jiwa masa kini sudah memandang homoseks bukan abnormal lagi,” kata Benny. Ia juga mempertanyakan, homoseks mendapatkan sorotan tajam ketika penyakit AIDS ynag mengerikan muncul. Tapi apakah benar hanya homoseks yang beresiko kena AIDS?

Situasi ini membuat masyarakat ingin kejelasan terhadap masalah homoseks dan AIDS, karena bagaimanapun juga, kaum homoseks adalah bagian dari masyarakat. Atas dasar ini Dekan FK-UGM menambahkan, “Seminar Gay  terbuka untuk masyarakat umum. Bersifat populer namun tetap memiliki bobot ilmiah”. Seminar di Auditorium RS. Sardjito Yogyakarta ini dijadwalkan dimulai jam 09.00 minggu pagi (jup).

 

Kliping Kompas

 

Referensi bukti keabsahan berita

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 22 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: