Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Kritikan tajam dan cerdas Oscar Lawalata kepada KPI

Oscar Lawalata Sumber: pengusaha.us

Oscar Lawalata
Sumber: pengusaha.us

Oscar Septianus Lawalata atau lebih dikenal dengan nama Oscar Lawalata, salah satu desainer fashion berbakat Indonesia yang masuk dalam jajaran desainer mahal ini mengeluarkan suaranya menanggapi Surat Edaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) no 203/K/KPI/02/16 yang berisi larangan menampilan pria kewanitaan dalam tayangan-tayangan di televisi Indonesia.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melalui surat edarannya meminta lembaga penyiaran tidak menampilkan pria sebagai pembawa acara (host), talent, maupun pengisi acara lainnya, baik pemeran utama maupun pendukung dengan tampilan sebagai berikut:

  1. Gaya berpakaian kewanitaan.
  2. Riasan (make up) kewanitaan.
  3. Bahasa tubuh kewanitaan, termasuk namun tidak terbatas pada gaya berjalan, gaya duduk, gerakan tangan maupun perilaku lainnya.
  4. Gaya bicara kewanitaan
  5. Menampilkan pembenaran atau promosi seorang pria untuk berperilaku kewanitaan.
  6. Menampilkan sapaan terhadap pria dengan sebutan yang seharusnya diperuntukkan bagi wanita.
  7. Menampilkan istilah dan ungkapan khas yang sering dipergunakan kalangan pria kewanitaan.

Menurut KPI, perilaku tersebut diatas adalah tidak pantas. Siaran yang bermuatan hal-hal diatas bisa mendorong anak untuk belajar dan atau membenarkan perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. KPI akan memantau seluruh lembaga penyiaran akan larangan tersebut. Bila masih ada yang menampilkan karakter pria bergaya kewanitaan, maka KPI akan memberikan sanksi.

Detail Surat Edaran KPI bisa klik di sini

Melalui Akun facebook miliknya, peraih penghargaan British Council’s International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Fashion Award 2009 ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan KPI yang ia anggap tidak menyentuh pokok persoalan penyiaran di Indonesia yang sebenarnya.

Ia menyarankan agar pelarangan bukan pada perilaku personal manusianya, melainkan isi, mutu dan tujuan programnya, apakah memberikan manfaat bagi kemajuan mental dan moral masyarakat atau tidak.  Menurutnya program-progam TV di Indonesia lah yang mempunyai pengaruh besar terhadap moral dan perilaku bangsa.

Oscar menuturkan bahwa program-program di televisi saat ini penuh dengan tayangan yang tidak mendidik. dan berisi berita propaganda, politik simpang siur, ajang kampanye dan pencitraan, bahkan dogma kepercayaan yang tidak disaring sebelumnya.

Desainer kelahiran 1 September 1977 ini mengatakan bahwa tayangan-tayangan televisi saat ini seperti sebuah komiditas bisnis dan ruang iklan yang memaksa dan mendidik bangsa indonesia untuk menjadi konsumen. Ia mengungkapkan bahwa beberapa orang yang pernah dia ajak berbicara, termasuk supir taxi pun juga menyatakan jenuh dengan tayangan-tayangan televisi saat ini.

Seseorang memerankan tokoh apapun dalam sebuah pertunjukan hanya sebuah peran. Menurutnya bukan itu masalah tayangan-tayangan televisi di Indonesia tetapi pada mutu tayangannya.

Desainer yang memiliki 3 label produk ini menyarankan anggota-anggota KPI untuk melihat tayangan televisi di Indonesia seharian penuh agar bisa mengerti maksud dari tulisannya ini.

 

Berikut kutipan postingan Oscar Lawalata

Surat Buat KPI (Komisi Penyiaran Indonesia)

Tolong Yang dilarang itu bukan perilaku personal manusia nya Pak,
Tapi isi dan mutu dan tujuan program nya yang bermanfaat bagi kemajuan mental dan moral masyarakat Indonesia
Tujuan Program TV Indonesialah yang besar pengaruh nya nya terhadap moral dan perilaku bangsa ini

Kalau program di tv di isi setiap hari dengan banyolan konyol , sinetron tidak mendidik , gossip , propaganda berita politik simpang siur ,ajang kampanye dan pencitraan, celebritas cari sensasi , dogma kepercayaan yang tidak disaring , acara setan dan dunia gaib , iklan iklan produk pencuci otak masyarakat !

Itu yang harus nya para bapak bapak dan ibu ibu KPI berantas dan jaga !!

Televisi bukan hanya komoditas bisnis dan ruang iklan , televisi punya peran besar dalam membina mental melalui informasi dan hiburan yang jelas tujuan nya

Bukan personal para aktor aktris pemain nya , masalah mereka mau acting jadi tokoh jahat , lucu, , laki , perempuan , atau jadi monyet sekalipun itu kan hanya bagian dari acting ataupun peran mereka , yang mereka harus perankan

Jadi tolong di pahami !

Saya berdiskusi dengan supir taxi , dan beberapa masyarakat Indonesian dari ekonomi kelas bawah , kalau ditanya mereka sudah jenuh dengan semua tontonan program yang ada di tv , mereka perlu bimbingan untuk mentalitas mereka lbh maju dalam sebuah inspirasi program tv

Saya harap bapak bapak di KPI , Kementrian dan Bapak Presiden pun sekalian , cobalah menonton tayangan program TV Indonesia ,coba nonton 1 hari penuh dan gonta ganti semua chanel stasiun tv lokal 90% di tayangan yang tidak berbobot , menyesatkan , dan dipenuhi tayangan iklan pencuci otak manusia demi daya jualan produk dan otak kami di peras untuk jadi konsumen

itu masalah inti nya !

Kembali kepada slogan Revolusi Mental , televisi adalah salah satu Pilar Pokok pembangunan mentalitas masyarakat secara nasional !

Semoga Bapak bapak terbuka mata dan pikiran ., tolong jangan buat mental kami bodoh dan semakin bodoh ..

 

Oscar Lawalata 1 (2)

Oscar Lawalata 2 (2)

 

Bagaimana pula nasib Maestro kebanggaan Indonesia yang sudah keliling dunia mengharumkan nama Indonesia, Didik Nini Thowok?

Sumber : Facebook – Oscar Lawalata Tokohindonesia.com

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

12 thoughts on “Kritikan tajam dan cerdas Oscar Lawalata kepada KPI

  1. setuju

    Like

    Posted by Anonymous | February 26, 2016, 2:59 pm
  2. Setuju banget… Masalah LGBT lg di angkat … Kemana saja , dan saya yakin Dalam hati kecilnya para kaum LGBT mereka tidak mau seperti itu , saya yakin mereka mau nya hidup normal kaya yang lainnya, dan sangat bohong kalau mereka yang sekarang menjadi gay atau yang lainnya bukan karna gaul dan lingkungan, karna banyak juga para kaum laki laki normal dia banyak bergaul dengan gay atau banci sekalipun mereka tetep saja laki laki normal tidak kebawa bawa jadi gay atau banci, dan saya yakin mungkin dari beberapa orang saudara kita atau keluarga kita yang dari kecil sudah memperlihatkan sikap yang agak feminim dan itu yakin bukan di ajarkan orang tuanya harus seperti itu, itu sudah naluri bawaannya, sekali lagi jadi gay / banci itu bukan keinginan tapi itu sudah jalannya, dan saya yakin dalam hati kecilnya mereka pasti menangis karna mereka pengennya tidak mau seperti itu

    Like

    Posted by Anonymous | February 26, 2016, 11:32 pm
  3. Berfikir positif aja, kalau ini salah satu tugas KPI, walau masih bnyak pr yang lain…biarkan mereka bekerja, kita cukup mengawsi saja. Ok

    Like

    Posted by satu1orang | February 27, 2016, 1:40 am
  4. Keknya kpi sdh disusupi oleh bahlolers. Otak mrk jorok malah smua diblur. Sampai film kartun dan hewanpun diblur.
    Dasar otak onta tetap onta. Salahkan pisau yang dijual, bkm org yg menikam.
    Pak jokowi tolong.. kita ingin spt thn 90an dimana warkop dki jg byk sexy ga diaensor tp ga da aksi aneh spt skrg. Mental dicuci oleh pemuka agama kebencian. Jgn slhkan tontonan karena manusia pny akal utk membedakan yg bnr dan salah.

    Hanse pdi perjuangan medan

    Liked by 1 person

    Posted by hansen pdi perjuangan medan | February 27, 2016, 2:39 am
  5. Mengenai gambar yg di blur…..
    Contoh ya pak….. di papua suku pedalaman…. perempuannya tidak pakai pakaian dalam tidak masalah…. tidak ada yg pikirannya mesum

    Justru bagi mereka yg jarang melihat belahan dada malah pikirannya lebih mesum

    Org yg biasa melihat hal tsb menganggapnya hal yg biasa……
    Justru malah jika di blur malah generasi muda nanti makin penasaran……
    Lagian buat apa diblur. .. di internet aja banyak gambar yg lebih bahkan bugil……

    Membiasakan diri melihat pakaian mini malah sebenarnya membuat org makin berpikiran tidak selalu negatif… karena mereka sudah biasa melihat hal tsb

    Liked by 1 person

    Posted by Paul | February 27, 2016, 4:24 pm
  6. Apakah di dalam KPI tidak ada unsur budayawan?
    Di saat ada pelarangan seperti ini, bagaimana nasib para seniman seperti Mas Didi Ninik Thowok yang mengusung tarian cross-gender?
    Apakah sinetron – sinetron ga jelas dan acara gosip lebih pantas ditayangkan?

    Liked by 1 person

    Posted by Hari Qhuang | February 27, 2016, 5:16 pm
  7. LGBT lg bahas,agar melupakan bahasan tentang pemerintah yg kerja nya gak bener gak becus dan mlupakn para Koruptor,yg merusak bangsa ini tuh bkn LGBT tp para kuruptor.koruptor lah yg hrs gencar2 nya d musnahkan,LGBT itu bukan pilihan dan LGBt juga bkn kemauan LGBt jg bukan predatot tp koruptor lh yg predator.anggota DPR polisi guru bnyak ko yg LGBT bhkan mngkin kluarga anda jg ada yg LGBt apa mau kluarga anda d musnahkan ? inget ada hal yg lbh pntng lg buat bangsa ini mndj lbh baik lg,LGBT bnyak yg mndpt prestasi.. KPI ingt acara yg bnyak d lakonin para LgBt acara trkesan mnjd lucu jd mnbah ratting dan pndptan tv juga. KPI pikir keras

    Like

    Posted by hamba allah | February 28, 2016, 12:53 am
  8. Q hari mingu pengen nonton wiro sableng
    Pulang sekolah nonton keluarga cemara
    sorenya nonton kartun spt BTX,Tin Tin dsb..setelah klg cmara q gak nonton biasanya tdr..klo gak tidur maen sama temen kekali sampai sore..
    dari magrib smpai isa ada berita sama acara kuis..disitu kami seleluarga ngumpul nonton..
    belajarnya setelah isa..tp jarang bljar sih q..hehehehe

    Like

    Posted by Wilom | February 28, 2016, 1:13 am
  9. Ganti aja pengurus kpi,yg isi otaknya normal,bkn yg pikirannya kotor…apa2 kok di blur…

    Like

    Posted by Anonymous | February 28, 2016, 4:50 am
  10. Setuju banget…. Jadi kenapa mesti nge jugde manusia manusianya….???

    Like

    Posted by Anonymous | February 28, 2016, 4:57 am
  11. setuju (y)

    Like

    Posted by verasinaga | February 28, 2016, 6:33 am
  12. Setelah sekian lama memahami, mungkin alasan KPI atau lembaga sensor lainnya mengeluarkan putusan putusan tertentu hanya agar lembaga mereka tidak ditutup, agar mereka terus berjalan, agar mereka terus kerja
    Saya rasa dengan adanya pembagian umur atau pemilihan waktu tayang sudah cukup, sinetron utk ibu ibu harusnya ditayangi di jam pagi ketika anak dan suami pergi beraktifitas, jadi utk penonton tv yg notabene nya adalah kalangan menengah ke bawah yg hanya mempunyai satu tv di rumah tidak bersama sama nonton acara sinetron yg penuh intrik dan muslihat, bayangin aja di jam santai anak anak pada pukul 8 malam harus nonton sinetron yg penuh intrik dan kelicikan. Inilah yg harus dibenahi, pembagian waktu tayang.
    Dan pembagian umur juga sangat penting, kalau acara nya mengandung materi dewasa ya munculin logo utk dewasa spt waktu dulu, masalah anak ingin ikutan nonton, itu adalah masalah orangtua, orang tua harus bersifat tegas utk tidak membiarkan anak menonton acara yg belum pantas untuk ditonton dalam usia nya

    Like

    Posted by Jason | June 9, 2016, 5:24 pm

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 24 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: