Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Ketua Komnas PA: Media sosial komunitas LGBT bisa membuat remaja galau menirukan LGBT

Arist Merdeka Sirait Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak

Arist Merdeka Sirait
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak

Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komas PA) menganggap LGBT sedang mempromosikan diri. Ia mengatakan  bahwa LGBT tidak boleh mempromosikan diri di Indonesia melalui media apapun. Arist berpendapat bahwa pemerintah pasti bisa membatasi dan mengendalikan situs-situs promosi LGBT, ia mengatakan dengan bukti bahwa selama ini Kemenkominfo juga bisa mengendalikan situs radikal, porno, dan yang mengandung kekerasan.

“Terbukti selama ini Komnas PA  bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika bisa mengendalikan situs radikal, porno, dan situs yang mengandung kekerasan,” ujarnya, Kamis (25/2).

Ia mendapatkan informasi bahwa ada media sosial yang mempromosikan gay yang mempunyai anggota sampai 3.000. Menurutnya itu adalah dampak negatif jika konten promosi LGBT tidak ditutup. Arist berpendapat bahwa media sosial tersebut bisa membuat remaja yang galau  meniru dan mempraktekannya.

“Makanya jangan heran kalau ada anak remaja jadi gay dan lesbi, sebab mereka bisa saja mencontoh situs atau media sosial yang mempromosikan gaya hidup LGBT,” kata Arist.

Sebelumnya KPI mengeluarkan Surat Edaran no 203/K/KPI/02/16 tentang larangan menayangan pria kewanitaan -kemayu-. Menurut Ahmad Zainuddin, anggota Komisi I DPR dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera), keputusan KPI tersebut dianggap baik sekali.

“Edaran imbauan KPI sangat baik sekali. Imbauan itu sesuai aspirasi masyarakat dan nilai-nilai lokal Indonesia,” ujar anggota Komisi I DPR Ahmad Zainuddin, Kamis (25/2).

Menutut Ahmad, program-progam televisi saat ini ia nilai sudah melampaui batas nilai-nilai masyarakat.

Sebelumnya hari Rabu 24/2/2016, desainer berbakat indonesia Oscar Lawalata mengungkapkan kekecewaannya atas sikap KPI yang ia nilai tidak obyektif. Ia menilai masalah mendasar dari tayangan televisi di Indonesia adalah pada mutu kualitasnya. Pemeranan sebuah tokoh dalam suatu pertunjukan hanya sebuah peran semata. Ia justru mengkritik pembiaran budaya konsumtif, poltik simpang siur dan propaganda yang tak disaring yang banyak tayang di stasiun-stasiun televisi.

Baca juga : Kritikan Tajam dan Cerdas Oscar Lawalata kepada KPI

“Kalau program di tv di isi setiap hari dengan banyolan konyol , sinetron tidak mendidik , gossip , propaganda berita politik simpang siur ,ajang kampanye dan pencitraan, celebritas cari sensasi , dogma kepercayaan yang tidak disaring , acara setan dan dunia gaib , iklan iklan produk pencuci otak masyarakat !”

 

Sumber : Republika

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: