Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Akhirnya dunia mulai memberitakan diskriminasi terhadap LGBT di Indonesia

Aksi Masa menolak LGBT di Yogyakarta

Aksi Masa menolak LGBT di Yogyakarta

Sepertinya memang harus menunggu satu bulan sampai akhirnya aksi-aksi Anti-LGBT menjadi berita global. Satu bulan yang lalu 23 Januari 2016, Menristekdikti (Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) Muhammad Nasir mengeluarkan pernyataan melarang kegiatan LGBT di kampus-kampus. Pernyataan itu ia keluarkan setelah mendapatkan laporan tentang kegiatan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC)  di Universitas Indonesia yang bertujuan memberikan informasi pengetahuan tentang LGBT.

Baca juga : Menristek Indonesia melarang masuknya komunitas LGBT di Universitas

Berawal dari pernyataan tersebut, akhirnya polemik LGBT berkembang sampai sekarang dan membuat banyak Kementerian, politisi (terutama dari PKS dan PAN) yang menyatakan menolak keberadaan LGBT, bahkan meminta adanya Undang-Undang Anti-LGBT. MPR, DPR dan beberapa Kementerian pun sudah mulai menyusun RUU tentang LGBT.

Baca juga : MPR dan Menang menyusun RUU LGBT

Baca juga : DPR dan Mensos membahas soal RUU tentang LGBT

Wakil Presiden, Jusuf Kalla pun ikut mengeluarkan suara. Ia mengatakan bahwa Orientasi Seksual (LGBT) adalah urusan pribadi setiap individu, jadi menurutnya tidak perlu Undang-Undang.

Baca juga : Jusuf Kalla : LGBT adalah masalah pribadi, nggak perlu UU

Sumber : abc.net.au

Sumber : abc.net.au

Satu bulan belalu, polemik LGBT di Indonesia yang sudah memunculkan aksi pembubaran paksa kegiatan-kegiatan LGBT yang bertujuan positif ini pun belum juga mendapatkan titik terang dan tindakan nyata dari pemerintah. Media global pun juga belum ada yang memberitakan tentang diskriminasi LGBT di Indonesia, tetapi hari ini, Kamis 25/2/2016, beberapa media global memberitakan isu LGBT di Indonesia.

Baca juga : Kegiatan-kegiatan LGBT yang digagalkan padahal bertujuan positif

Baca juga : Ponpes Waria akhirnya ditutup pasca penolakan Front Jihadi Islam (FJI)

Dalam harian Pinknews.com. Diberitakan pernyataan Walikota Tanggerang, Arief R Wismansyah, yang melontarkan pernyataan usai melakukan seminar kehamilan yang diselenggarakan Pemda Tangerang. Ia mengatakan bahwa makanan instant dan susu kaleng menyebabkan anak menjadi LGBT.

“Ini kan trennya karena orang tuanya sibuk kerja akhirnya dikasih susu kaleng dan makanan instan. Makanya tidak heran jika akhir-akhir ini banyak terjadi penyimpangan LGBT,” ujarnya dalam seminar tersebut, Selasa (23/2).

Pinknews menggambarkan sosok Walikota Tangerang sebagai seorang yang kurang familiar dengan Ilmu Pengetahuan.

“Seemingly unfamiliar with concept of science, “

Selain itu Pinknews.com juga menuliskan pernyataan The Indonesian Psychiatrists Association (IPA) yang memasukan LGBT ke dalam kategori Mental Disorder dan harus mendapatkan perawatan dan rehabilitasi.

Mereka menuliskan bahwa Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) sudah menghapus homoseksualitas dari daftar penyakit kejiwaan sejak tahun 1970. Dituliskan pula bahwa isu LGBT di Indonesia saat ini sebagai contoh paling update  tentang meningkatnya retorik -kepandaian berpidato- Anti-Gay yang mulai memasuki wilayah Asia Tenggara.

The World Health Organization removed homosexuality from its list of psychiatric disorders in 1970. This is the latest example of increasingly anti-gay rhetoric to emerge from the South East Asian country.

 

Satu minggu sebelumnya Pinknews.com menulis berita tentang keputusan Kemenkominfo ynag memblokir situs-situs berkaitan dengan LGBT, termasuk Tumblr yang dianggap berkonten pornografi dan LGBT. Juga permintaan penarikan emoji LGBT, termasuk di Facebook dan whatsApp.

Simpatisan pro-LGBT jatuh saat berhadapan dengan Polisi

Simpatisan pro-LGBT jatuh saat berhadapan dengan Polisi

Di situs berita Dailymail.co.uk diuanggah sebuah berita berjudul

Gay community under ‘sustained attack’ after Indonesian MP called for ‘a modern warfare’ against them and the country’s top Islamic cleric urged for homosexuality to be made illegal

-Komunitas Gay berada dalam ‘serangan berkelanjutan’ setelah Anggota Parlemen menyerukan (LGBT) sebagai bagian dari ‘perang modern’ dan Ulama tertinggi di Indonesia mendesak (pemerintah) untuk menjadikan Homoseksualitas ilegal-

Senada dengan Pinknews.com, dailymail.co.uk juga memulai beritanya dengan pernyataan pelarangan aktivitas LGBT di kampus-kampus oleh Menristekdikti. Lalu melanjutkanya dengan pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang menyatakan bahwa LGBT sebagai ancaman, dan mengatakan LGBT sebagai bagian dari perang modern.

Baca juga : Menhan menganggap LGBT musuh dna bagian perang modern

Dailymail mengutip berita dari tempo yang mengutip pernyataan Menhan yang mengatakan bahwa LGBT berbahaya. Ia (Menhan) tidak tahu dalam hal ini (isu LGBT)  siapa yang merupakan musuh, ia menambahkan bahwa orang-orang sudah dicuci otaknya.

 ‘It’s dangerous as we can’t see who our foes are, but out of the blue everyone is brainwashed,’ he was cited as saying by news website Tempo.

Ditulis juga bahwa LGBT merupakan hal yang taboo di Indonesia, tetapi secara hukum LGBT adalah legal, kecuali di beberapa daerah seperti di Aceh yang menggunakan hukum-hukum syariah. Disebutkan juga bahwa para Gay selama ini sudah mengalami penderitaan berupa serangan baik fisik maupun lisan.

Spanduk Menolak LGBT di Bandung

Spanduk Menolak LGBT di Bandung

Situs berlogo hurup M ini juga memberitakan keputusan Jusuf Kalla yang menyetop pendanaan dari luar kepada LSM di Indonesia jika untuk kegiatan berkaitan dengan LGBT. Diberitakan pula bagaimana para aktivis dan orang-orang yang terlibat dalam komunitas LGBT mendapat serangan dan ancaman melalui media daring.

Sweeping kos-kosan di kota Bandung pun juga ikut diberitakan.

Mereka mengutip pernyataan Sekretaris Arus pelangi yang mengatakan bahwa keadaan saat ini semakin buruk dan berbahaya untuk mereka (LGBT).

‘It’s getting worse and worse. It’s become dangerous for us,’ Ryan Korbarri, general secretary of gay outreach group Arus Pelangi, said.

Pemberitaan diakhiri dengan harapan Tegum Imam dari Suara Kita terhadap Presiden Joko Widodo, yang akan menyelesaikan persoalan HAM dan Kelompok minoritas (dalam Nawacita) yang diusung Jokowi Saat kampanye dan dianggap sebagai faktor yang sudah memenangkannya dalam pemilu PilPres.

‘I hope Jokowi will say something about this, and hold us up as equal citizens,’ he said.

Beberapa portal berita lainnya yang menuliskan berita serupa adalah :

Bangkokpost ;  gaystarnews ;  Abc.net.au ;  Yahoonews ; Asianews.it ; channelnewsasia.com ; gaytimes.co.uk ;  news.usa.extra.hu ;  thenytimes.com ;  realclearworld.com ;

derstandard.at ; france24.com ;  leprogres.fr ;  ledaupine.com ; autraliannetworknews.com ;  Pinknews ;  Dailymail.co.uk

Sumber : Pinknews Dailymail.co.uk

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: