Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Tuntutan-Tuntutan Solidaritas Perjuangan Demokrasi kepada pemerintah Yogyakarta

Masa Solidaritas Perjuangan Demokrasi di Yogyakarta

Masa Solidaritas Perjuangan Demokrasi di Yogyakarta

Hari Selasa sore, 23 Febuari 2015 massa yang menentang intoleransi di Yogyakarta dengan terpaksa mengurungkan niat baiknya mengadakan long march di perempatan TuguYogyakarta. Polisi menghalau rombongan tersebut karena polisi mendapati ada puluhan orang dari Ormas Islam sudah berada di Tugu Yogyakarta yang bersiap untuk membubarkan aksi masa yang menyatakan pro-demokrasi tersebut.

Keputusan kepolisian untuk menghalau rombongan  Solidaritas Perjuangan Demokrasi (SPD) diambil karena ingin menghindari gesekan antar kelompok masyarakat yang pro dan kontra terhadap LGBT, seperti dikonfirmasi oleh Kapolresta Yogyakarta, Komber Pol. Prihartono Eling Lelakon. Ia mengatakan bahwa waktunya tidak tepat, bahkan jika saja digeser waktunya esok pagi, pasti akan dizinkan dan malah akan mendapat pengamanan penuh.

“Kami tak mengijinkan karena memang waktunya yang tidak tepat. Kalau massa aksi ini bersedia geser besok pagi, maka kami akan ijinkan dan berikan pengamanan penuh,” jelasnya

Ia mengatakan bahwa Forum Umat Islam (FUI) sudah mendapatkan izin terlebih dahulu, sementara surat permohonan dari SPD bari masuk hari ini.  Prihartono mengatakan polisi mengalami kesulitan menghubungi penanggung jawab SPD guna melakukan koordinasi.

Karena tidak bisa menuju Perempatan Tugu masa SPD melakukan orasinya di Lapangan Parkir Mc D di Jl. Jendral Sudirman.  Salah satu dari spanduk mereka bertulisakan “Rebut Demokrasi”, “Kembalikan rasa aman kami”, Rakyat Bersatu”.

“Kami bersatu untuk melantangkan, memperkuat semangat juang perlawanan rakyat. Kami ingin Jogja yang demokratis menghargai keberagaman,” ujar koordinator aksi, Ahmad.

Mereka membacakan pernyataan sipan dan seruannya yaitu:

  • Menyerukan kepada seluruh elemen pro-demokrasi dan rakyat untuk melakukan konsolidasi gerakan dan solidaritas untuk merebut kembali ruang-ruang demokrasi.
  • Menghentikan Ujaran Kebencian kepada kelompok minoritas dan marjinal serta mengecam dan menentang homofobia, transfobia, diskriminasi, intimidasi, fasismen, rasisme, sikap intolerans, stigma, kekerasan terhadap kelomok minoritas, diantaranya LGBT?
  • Menurunkan spanduk berisi kebencian terhadap LGBT di Yogyakarta, serta menuntut media dan pers menjalankan kode etik jurnalistik dalam pemberitaan terkait LGBT dan melakukan pemberitaan yang berimbang.
  • Menuntut negara memenuhi hak rakyatnya, yakni hak atas rasa aman, hak kebebasan berideologi, hak berserikat dan berkumpul, menyatakan pendapat, hak menentukan identitas, orientasi seksual dan ekspresi gender, hal politik, ekonomi, sosial dan akses di dunia pendidikan yang sama untuk semua.

 

Sumber : Trbunnews Kedaulatan Rakyat

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: