Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

3 upaya Kombes Pol Frans Barung Mangera mengidentifikasi LGBT di jajarannya

Kombes Pol Frans Barung Mangera Sumber : sulsel.pojoksatu.id

Kombes Pol Frans Barung Mangera
Sumber : sulsel.pojoksatu.id

Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar menjelaskan bahwa ada tiga upaya yang sudah dilakukannya dalam mendeteksi personal kepolisian dalam jajarannya yang LGBT.

  1. Usia perkawinan
  2. Tingkah laku personel
  3. Laporan masyarakat

“Kita akan mengidentifikasi usia perkawinan, kedua tingkah laku personel, dan ketiga menampung seluruh laporan masyarakat,” kata Barung di kantornya, Selasa (23/2/2016).

Ia menegaskan, untuk yang terbukti LGBT akan dipecat dengan tidak hormat. Jika hanya indikasi maka akan mendapatkan rehabilitasi.

“Jika ada indikasi ke situ kita dilakukan proses rehabilitasi dulu dan jika tetap berprilaku sama baru kita sanksi tegas yakni pemecatan,” kata Barung.

Menurutnya, LGBT adalah penyakit psikologis yang bertentangan dengan tugas dan fungsi kepolisian.

“Coba bayangkan bagaimana jika ada polisi berperilaku LGBT ingin melakukan penegakan hukum. Justru bisa berbahaya dan akan terjadi penyimpangan,” ucap Barung.

Baca juga : Menurut Ahli Neuorologi, LGBT adalah genetik dan tidak menular

Baca juga : Apakah LGBT sebuah pilihan?

Baca juga : 8 pemahaman keliru tentang LGBT

Baca juga : Bahaya Rehabilitasi LGBT

Baca juga : Penyembuhan homoseksual yang berbahaya dan dikecam banyak negara

Baca juga : Sejak tahun 1983, Depkes menyatakan homoseksualitas bukan gangguan jiwa

Barung menyatakan pentingnya laporan masyarakat terkait personel LGBT. Menurutnya laporan masyarakat adalah yang paling membantu dalam identifikasi.

“Yang utama itu kita harap adanya laporan masyarakat yang paling membantu kita untuk mengidentifikasi adanya jajaran anggota polisi yang masuk LGBT,” tukas Barung.

Angkatan Bersenjata Amerika Serikat audah mengetahui bahwa LGBT memang ada dalam jajarannya, tetapi tidak melihatnya sebagai sebuah halangan dan hambatan yang membuat prajutitnya tidak mampu menjalankan tugasnya. Untuk menghindari konflik dan diskriminasi sudah sejak  tahun 1994 menerapkan kebijakan  “Don’t Ask, don’t tell!”-Jangan bertanya, Jangan memberi tahu- menanggapi eksistensi LGBT di departemen tersebut, guna menghindari kekerasan terhadap para tentara LGBT.

Shne Ortega Sumber : obervator.pt

Shne Ortega
Sumber : obervator.pt

Belum lama ini, Amerika dihebohkan dengan berita adanya seorang Transgender women , Shane Ortega yang masuk jajaran Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Menunjukan bahwa mereka tidak lagi menganggap orientasi seksual maupun identitas gender tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja seorang tentara.

Baca juga : Tentara Transgender Amerika pertama yang terbuka dengan identitasnya

 

Sumber : Liputan6

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: