Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Koleksi pernyataan-pernyataan Luhut. Secara pribadi ia tidak mau Indonesia mendukung LGBT

Luhut Binsar Pandjaitan Menter Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Sumber : tempo

Luhut Binsar Pandjaitan
Menter Koordinator Politik Hukum dan Keamanan
Sumber : tempo

Dalam pemberitaan-pemberitaan di media-media belakangan ini, sosok Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan bisa jadi adalah pejabat yang paling dikejar pendapatnya terkait LGBT.

***

Saat polemik LGBT mulai dibahas, 12/2/2016, dalam wawancaranya ia mengatakan bahwa sebagai WNI, LGBT tetap mendapatkan hak untuk dilindungi. Ia mengatakan bahwa menjadi LGBT itu bukan kemauan mereka, dan itu bisa menimpa siapa saja, karena itu ia meminta masyarakat untuk merefleksikan diri.

“Mereka punya hak untuk dilindungi negara karena mereka juga warga negara Indonesia,” ujar Luhut di kantornya di Jakarta saat di wawancarai Kompas, Jumat (12/2/2016).

“Mereka pada dasarnya tidak mau juga seperti itu. Bagaimana kalau itu menimpa keluarga kita?” ujar Luhut.

“Jangan cepat menghakimi oranglah, kalau berbeda diusir, dibunuh. Silakan refleksikan diri sendiri saja,” ujar dia.

Baca juga : Luhut mengatakan, LGBT sebagai warga negara harus dilindungi

***

Pada saat ditanya pendapatnya tentang permintaan Aboe Bakar Al Habsy, salah satu anggota Komisi II DPR RI dari partai PKS agar pemerintah menolak LGBT, Luhut mengatakan belum mau masuk terlalu jauh.

“Ya nanti kita bicarain gimana, saya kira kita belum mau masuk ke arah yang terlalu jauh mengenai itu,” ujar Luhut usai rapat gabungan dengan Komisi I DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/2).

Baca juga : Luhut belum mau masuk terlalu jauh terkait LGBT

***

Di media lain -metro tv news-  dituliskan bahwa memang LGBT sebagai Warga Negara Indonesia harus dilindungi dari tindakan kekerasan, tetapi menurutnya LGBT tetap harus diobati.

“Saya sampaikan bahwa itu memang harus diobati, psikologisnya, agamanya, ya saya setuju. Dan sebagai warga negara itu juga harus dilindungi,” tegas Luhut. 15/2/2016

Baca juga : Menurut Luhut LGBT juga harus diobati

***

Pernyataan Luhut berikutnya ditulis di luputan6 yang mengatakan bahwa selama LGBT tersebut bekerja secara profesional tidak perlu dipersoalkan.

“Kalau dia bekerja profesional, bagus, kenapa dia dipersoalkan,” kata Luhut di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Luhut juga meminta masalah LGBT tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, hal itu merupakan masalah pribadi.

“Ya sudah biarin saja, itu hak dia sebagai warga negara kita harus melindungi, jangan kita persoalkan itu,” tutur dia.

“Nggak usah dicari-cari. Kan kita enggak terus tahu dia itu LGBT atau tidak. Masa ditanya-tanya, apa lu ini (LGBT)?” lanjut Luhut.

Baca juga : Selama LGBT bekerja dengan profesional, jangan dipermasalahkan

***

Diberitakan hari Senin 22/2/2016 di republika, Luhut menghimbau agar masyarakat jangan terburu-buru menyikapi polemik LGBT. Ia mengatakan bahwa nanti bisa over react, selain itu ia meminta agar masyarakat juga menyikapinya dengan arif. Luhut menambahkan bahwa Presiden RI Joko Widodo pun memperhatikan polemik LGBT ini.

“Tidak usah kita buru-buru nanti kita over react. Karena itu sudah ada masalah di tengah-tengah masyarakat yang harus kita sikapi dengan arif,” kata Luhut ditemui di Kompleks Istana Negara, Jakarta pada Senin (22/2).

“Tapi tidak berarti semua harus diikuti. Kita sikapi dengan baik dan arif,” tegas Luhut.

Baca juga : Luhut meminta maasyarakat menyikapi polemik LGBT dengan arif

***

Dan pada hari yang sama tetapi pada media yang berbeda -suara.com-, senada dengan pemberitaan di republika, suara.com menuliskan bahwa Luhut menghimbau masyarakat untuk menyikapi polemik LGBT dengan arif, tidak bisa disikapi dengan emosional.

“Pak Presiden mendengarkan suara rakyat. Itu saja. Kami lihat dulu, kan baru kasus ini dua minggu, jangan terlalu buru-buru, nanti kami terlalu over react soal itu karena itu sudah ada masalah di tengah-tengah masyarakat harus disikapi dengan arif tidak bisa disikapi dengan emosional,” kata Luhut.

Tetapi ada perbedaan konten dalam dua berita yang bersumber dan diliput pada hari yang sama tersebut.

Ketika ditanya persoalan Undang-Undang LGBT, ia mengatakan bahwa itu adalah urusan DPR. Jika DPR merasa perlu, bisa melakukannya karena tidak ada siapapun yang melarang.

“Itu urusan DPR. Kalau DPR merasa perlu itu dan itu juga suara dari masyarakat, siapa yang larang?” kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/2/2016).

Luhut pun mengeluarkan pendapat pribadinya terkait polemik LGBT ini. Ia mencontohkan Brasil yang dulu terkenal sebagai  negara yang sangat religious (katolik) dan bersuara keras terkait LGBT, akhirnya 90% rakyatnya mendukung LGBT. Tetapi meski demikian ia mengatakan bahwa secara pribadi ia tidak mau kalau itu terjadi di Indonesia.

“Brasil kan negara Katolik yang sangat keras soal itu. Tapi sekarang mereka 90 persen mendukung itu. Apa kita mau terjadi seperti itu di Indonesia? Tergantung kita. Kalau saya sih nggak mau. Tapi kan saya sendiri saja, sementara ada 250 juta orang Indonesia,” katanya.

Sumber : Suara.com

 

 

 

 

 

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: