Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Menambahi tanggapan Surat Terbuka Muslimah Bercadar kepada LGBT

Rio Tuasikal Sumber : riotuasikal

Rio Tuasikal
Sumber : riotuasikal

Belum lama ini beredar sebuah surat terbuka yang ditulis oleh seseorang  bernama Sheren Chamila Fahmi, dengan judul “Surat Terbuka Untuk LGBT Dari Muslimah Bercadar”.

Sheren menanggapi sebuah tayangan televisi yang bernama Indonesia Lawyers Club yang tengah membahas isu LGBT. Dalam acara tersebut didiskusikan tentang diskriminasi yang diterima oleh LGBT. Di antaranya adalah “dibully, dilarang kerja di perusahaan tertentu, dilarang kuliah di kampus tertentu”, tulisnya. Ia mengatakan bahwa diskriminasi tersebut adalah sepele sekali, bahkan mengatakan bahwa jika hanya itu masalahnya ia sebagai perempuan bercadar juga bisa melaporkan diskriminasi serupa (diskriminasi terhadap perempuan bercadar) kepada Komnas HAM.

Ia memberikan contoh beberapa diskriminasi yang ia dapatkan sebagai perempuan bercadar, diantaranya:

  1. Ketika saya berada di Rumah Sakit di salah satu kawasan di Yogyakarta, ada seorang bapak yang mencaci saya dengan mengatakan “Dasar Setan” dengan intonasi dan nada penuh kebencian.

  2. Bulan lalu saya diteriaki oleh seorang sales disebuah pusat perbelanjaan “WOI ISIS”. Saya juga pernah diteriaki “TERORIS” ketika sedang berjalan di tengah keramaian Malioboro.

  3. Ketika saya sedang naik Commuter Line, saya malah dijadikan bahan ancaman oleh seorang ibu-ibu untuk menakut-nakuti anaknya agar anaknya diam, “Kalau kamu gak mau diam, Ibu kasih kamu ke dia.” Memangnya saya semenyeramkan itu?

  4. Ketika di bandara saya diperiksa dengan pemeriksaan super ketat yang itu TIDAK DILAKUKAN KEPADA CALON PENUMPANG PESAWAT LAINNYA. Ketika masuk Mall tas saya diperiksa padahal pengunjung yang lain tidak.

  5. Saya juga pernah dikatai oleh seorang Waria di Sunmor UGM, “Iii ada Mbak Ninja”, lha kaum kalian teriak-teriak tidak mau didiskriminasi lho kok malah mendiskriminasi orang lain?

Menanggapi surat terbuka tersebut, seorang jurnalis bernama Rio Tuasikal dalam situs miliknya menuliskan surat terbuka yang berjudul “Surat Terbuka untuk Muslimah Bercadar dari Muslim Pembela HAM”

Sebagai seseorang yang mengerti apa itu Hak Asasi Manusia, ia bisa mengerti apa yang dikeluhkan Sheren. Ia pun tidak menampik bahwa diskriminasi seperti itu juga terjadi dibanyak negara. Merujuk pada definisi Hak Asasi Manusia dan penjabarannya (30 hak yang ada di dalam HAM), seharusnya setiap orang adalah setara, tidak memandang agama, ras, etnis, jenis kelamin, disabilitas, juga termasuk orientasi seksual.

Tetapi sepertinya ada pandangan yang cukup subyektif dari surat terbuka Sheren. Rio menuliskan adanya standar ganda dalam tulisan Sheren. Dalam surat terbukanya, Sheren tidak mau distigma sebagai ekstrimis, tapi mengatakan LGBT wajar menerima stigma karena dianggap tidak sesuai nilai di masyarakat. Dia menolak dituduh sebagai teroris tapi menuduh LGBT penuh propaganda. Dia mengatakan masyarakat melakukan diskriminasi terhadap perempuan bercadar karena belum mendapat edukasi yang cukup, tapi bukankah masyarakat mendiskriminasi LGBT juga karena belum tahu banyak mengenai kelompok itu?

Sudah diakui banyak negara dan Indonesia sendiri bahwa Homoseksual bukanlah penyakit. WHO sendiri sudah menghapuskannya sejak tahun 1990 (Penghapusan Homoseksual sebagai penyakit oleh WHO), juga oleh Kementrian Kesehatan Indonesia  dalam PPDJ III sejak tahun 1993 (Indonesia menghapus Homoseksual sebagai penyakit). Perkara masih adanya orang yang tidak percaya, karena agama melarangnya, itu juga hak setiap individu. Tetapi menghakimi LGBT tidak akan membuat keadaan menjadi lebih baik.

Ia juga menambahkan bahwa persoalan HAM bukan lah persoalan siapa yang lebih banyak didiskriminasi dan siapa yang paling sedikit mendapatkan diskriminasi. HAM adalah persoalan kesetaraan yang harus dimiliki oleh setiap individu. Tidak seharusnya diskriminasi dialami oleh siapapun dan menjadi tugas setiap negara untuk menghapuskan diskriminasi-diskriminasi tersebut.

Ia juga menuliskan bahwa menghormati hak-hak LGBT sebagai warga negara tidak akan menganggu hak-hak kelompok muslim sebagai sesama warga negara. Menghormati LGBT sebagai manusia tidak akan membuat kehormatan kelompok muslim sirna.

Tambahan kabarLGBT:  Yang perlu digaris bawahi adalah adanya perbedaan yang cukup signifikan antara kasus diskriminasi muslimah bercadar dan LGBT. Memakai sebuah pakaian, apapun itu adalah hak setiap individu, mereka bisa memilih pakaian apa. Itu adalah sebuah pilihan. Sedangkan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Interseksual bukan lah sebuah pilihan. Tidak ada yang memilih menjadi Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender ataupun Interseksual. Sudah sangat jelas bahwa Orientasi Seksual bukan lah sebuah pilihan.

Baca Juga : Apakah Homoseksualitas pilihan?

Selain itu, jika tetap bersikeras berpendapat bahwa LGBT adalah penyakit, lalu apakah dibenarkan melakukan diskriminasi hanya karena penyakit? Bagaimana dengan para difabel dan banyak lagi orang-orang dengan penyakit tertentu seperti Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) yang sampai sekarang masih mendapatkan diskriminasi. Perlu juga dicatat bahwa banyak sekali perempuan ODHA yang terjangkit virus HIV yang mereka dapatkan dari suami mereka yang tidak setia. Sekali lagi, apakah dibenarkan mendiskrimiasi orang karena penyakit?

Sumber : Situs riotuasikal  Surat terbuka sdr Sh

Jika Link “Surat Terbuka Untuk LGBT Dari Muslimah” sudah tidak ada, bisa klik di sini (berisi print PDF surat terbuka tersebut)

 

 

 

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 22 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: