Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, PENGETAHUAN

Membantah ICMI yang mengatakan Homoseksual dilarang berdasarkan Hukum yang ada di Indonesia

Sri Astuti Buchari dan ICMI Sumber : detik

Sri Astuti Buchari dan ICMI
Sumber : detik

Dianggap sudah meresahkan, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) meminta pemerintah merumuskan penanganan LGBT. Mereka beranggapan bahwa ada promosi propaganda LGBT yang mereka yakini menyasar anak dan remaja.

“ICMI meminta pemerintah punya program nyata mulai promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi individu LGBT dari berbagai perspektif terutama religi, kesehatan dan sosial,” kata pengurus ICMI, Andi Yuliani Paris, di tempat yang sama.

“Terkait dan promosi propaganda LGBT yang dianggap marak apalagi yang menyasar anak dan remaja, pemerintah punya kewajiban memaksa dan menggunakan pranata hukum agar promosi dan propaganda LGBT tidak terjadi di Indonesia,” ujar Andi.

Asrorun Niam, Ketua Bidang Perlindungan Anak dan Remaja ICMI mengatakan aktivitas LGBT tidak sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

“Sejalan dengan UU di dalam penyelenggaraan masyarakat untuk mewujudkan proses tumbuh kembang setara dengan aktivitas dan pengkampanyeannya (LGBT) tidak sesuai harkat martabat kemanusiaan. Alih-alih mendegradasi kemanusiaan,” tandasnya.

Ia berpegang pada beberapa undang-undang  yang dia anggap menyebut homoseksual menyimpang. UU no. 44 tahun 2008.

“Klaim itu normal terbantahkan dengan UU No 44 tahun 2008 aktivitas persenggamaan menyimpang. Terminologinya lesbian dan homoseksual. Belum lagi penjelasan ahli di bidang psikiatri aktivitas LGBT itu dalam ODGK (Orang Dalam Gangguan Kejiwaan),” sambungnya.

“Di KUHP yang secara parsial eksplisit menyebut pencabulan anak sesama jenis. Falsafah hukum dibalik penetapan ini sesama jenis dikhususkan, menunjukkan ada semangat untuk melarang LGBT,” imbuhnya.

***

Ulasan kabarLGBT, Berikut UU no. 44 tahun 2008. Undang-undang ini adalah undang-undang tentang pornografi. yang menyatakan  bahwa dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat: … (salah satunya )  a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang (persenggamaan atau aktivitas seksual lainnya dengan mayat, binatang, oral seks, anal seks, lesbian, dan homoseksual).  Sudah cukup jelas bahwa ini mengatur tentang pornografi, bukan tentang homoseksual sebagai individu.

Potongan UU no 44 tahun 2008 Sumber : kemenag

Potongan UU no 44 tahun 2008, tentang Pornografi Sumber : kemenag

Sedangkan tentang definisi ODGK (Orang Dalam Gangguan Kejiwaan) menurut UU no 18 tahun 2014 sebagai berikut:

Orang Dengan Gangguan Jiwa yang selanjutnya disingkat ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

Sangat jelas bahwa gangguan tersebut menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Sedangkan LGBT tidak mempunyai hambatan menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Ini membantahkan pendapat Asronun bahwa LGBT masuk dalam kategori Orang Dengan ganguan Kejiwaaan (ODGJ).

Potongan UU no 11 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa Sumber : hukumonline

Potongan UU no 11 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa
Sumber : hukumonline

Mengenai KUHP, di Indonesia sendiri belum mengenal istilah sodomi, tetapi tindakan sodomi dimasukan dalam kategori tindakan pencabulan, seperti tindakan seksual lainya (pada heteroseksual). Tindakan sodomi dipidanakan jika dilakukan dengan orang yang tidak sadar/pingsan, tidak berdaya atau dengan anak dibawah umur.  Jadi tindakan sodomi yang ICMI sangkutpautkan dengan homoseksualitas (walaupun sebenarnya homoseksual tidak identik dengan anal seks, menganggap homoseksual = anal seks adalah sebuah anggapan yang terlalu sempit) akan menjadi tindakan yang bisa dipidanakan jika dilakukan dengan paksaan atau dengan anak dibawah umur. Bukan berarti jika dilakukan oleh dua orang dewasa yang sadar, akan masuk kategori pencabulan. Pencabulan anak sesama jenis ini lebih pada pejelasan bahwa tindakan tersebut masuk definisi pedofilia atau jenis pencabulan pada anak di bawah umur.  Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini : Apakah homoseksualitas masuk tindakan pidana?

Baca juga : Menurut Ahli Neuorologi, LGBT adalah genetik dan tidak menular

Baca juga : Apakah LGBT sebuah pilihan?

Baca juga : 8 pemahaman keliru tentang LGBT

Baca juga : Bahaya Rehabilitasi LGBT

Baca juga : Penyembuhan homoseksual yang berbahaya dan dikecam banyak negara

***

Sumber : detiknews

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: