Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Kemenkominfo : 477 situs sudah diblokir, termasuk yang terkait dengan LGBT

Ilustrasi

Ilustrasi

Atas laporan masyarakat yang merasa terpengaruh dengan propaganda negatif pornografi, stiker LGBT dan radikalisme, akhirnya  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan rapat gabungan antara dua panel dengan penyelenggara Over The Top content (OTT), facebook, Line, Twitter, WhatsApp dan Blackberry untuk membahas content bermuatan pronografi, LGBT dan radikalisme.

Dari Blackberry di wakili oleh Kusuma Lienandjaja, Line oleh Teddy Arifianto, dan Twitter oleh Priscila Carlita. Direktur e-business Ditjen Aptika Kemenkominfo, Azhar Hasyim  menyebut ada 477 situs yang diblokir Kemenkominfo.

Baca juga : Situs-situs LGBT juga akan diblokir Kemenkominfo

“Ini sudah dibahas berkali-kali, dan kemarin rapat panel satu dan panel dua memutuskan ada empat ratus tujuh puluh tujuh situs yang berkaitan dengan Pornografi maupun LGBT,” kata Azhar di Kantor Kemenkominfo, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (17/2).

“Kata penyelenggara tadi juga mereka harus komunikasi sama kreator yang membuat content itu. Padahal kalau berdasarkan aturan harus diblokir dulu baru koordinasi agar tidak menyebar terlebih dahulu baru dicegah,” tambah Azhar.

Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani: Sensor terhadap kontent LGBT = mempromosikan ketidaktoleranan

Sementara perwakilan penyelenggara lokal Twitter, Priscila Carlita mengaku belum bisa langsung menyampaikan persetujuan pemblokiran, dikarenakan tidak adanya penyelenggara global di Indonesia. Dia mengaku akan menyampaikan keputusan pemblokiran setelah berkoordinasi dengan pimpinannya.

Twitter Indonesia belum bisa langsung menyetujui pemblokiran, ia baru akan menyampaikan keputusan pemblokiran setelah berkoordinasi dengan pemimpin Twitter.

“Kami sangat mengapresiasi panel yang telah memberikan masukan kepada kami. Tapi dalam hal ini kami tidak bisa langsung memblokir karena kami harus berkoordinasi dengan tim global. Kami akan tetap berjalan pada koridor hukum dan koridor budaya sesuai dengan tradisi lokal kita di Indonesia,” ujar Priscila.

Sumber : Merdeka

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: