Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, PENGETAHUAN

Lesbian cenderung lebih produktif di dunia kerja

Ilustrasi Sumber : examiner.com

Ilustrasi
Sumber : examiner.com

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pasar tenaga kerja tidak adil. Dalam dunia pekerjaan, perusahaan-perusahaan masih melihat calon tenaga kerja mereka dari warna kulit, gender dan karakteristik lainnya yang umumnya adalah karakteristik minoritas. Saat mendapatkan pekerjaan pun kelompok minoritas ini mendapatkan penghasilan yang jauh lebih buruk dari pada kelompok mayoritas. Di Amerika, saat dibuat perbandingan, jika pekerja laki-laki kulit putih menghasilkan 1 dollar, maka pekerja wanita berkulit putih menghasilkan 78 sen, pekerja wanita keturunan latin amerika hanya mendapatkan 56 sen. Kelompok minoritas lain pun juga menunjukan hasil serupa. Pendapatan rata-rata tenaga kerja gay ada dibawah pendapatan rata-rata straight, di Perancis pendapatan gay 5 % lebih sedikit dari pada straight, di Kanada dan Amerika 12-16%. Tetapi ternyata berbeda dengan Lesbian. Sepertinya lesbian menunjukan angka ynag lebih bagus.

Studi tentang hal ini sebenarnya cukup sulit karena mengumpulkan data dari korenponden juga sulit, bahkan menanyakan perihal orientasi seksualnya adalah suatu hal yang lebih sulit. Tetapi studi di Kanada, Amerika, Jerman, Inggris dan Belanda ternyata menunjukan hasil yang serupa. Tenaga kerja lesbian cenderung mendapatkan penghasilan yang lebih ketimbang tenaga kerja gay. Marieka Klawitter dari Universitas Washington menemukan hasil yang menyatakan bahwa penghasilan rata-rata tenaga kerja Lesbian 9% di atas tenaga kerja wanita hetero seksual. Berbeda dengan tenaga kerja gay yang penghasilan rata-ratanya 11% lebih rendah dari pada penghasilan tenaga kerja laki-laki heteroseksual.

Teori yang mungkin menjelaskan fenomena ini adalah diskriminasi positif terhadap Lesbian. Pemberi pekerjaan bisa jadi melihat lesbian lebih kompetitif dan berkomitmen pada pekerjaan dibandingkan perempuan heteroseksual. Satu studi menemukan bahwa di sektor swasta di mana peraturannya tidak terlalu ketat, lesbian mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari pada gay. Teori lainnya adalah kemungkinan Lesbian harus bekerja lebih keras untuk menopang keluarga, karena absesnya partner laki-laki. Pasangan sesama jenis cenderung menjadi sebuah hubungan di mana keduanya adalah pekerja, walaupun mereka mempunyai anak, dan mereka cenderung bisa membagi pekerjaan rumah dengan adil dari pada pasangan heteroseksual yang masih lebih tradisional. Suami bekerja dan istri mengurusi rumah dan anak-anak.

Ada kemungkinan bahwa diskriminasi yang diterima lesbian lebih rendah dari pada diskriminasi terhadap perempuan heteroseksual. Walau hasil studi menunjukan bahwa Lesbian lebih unggul dari pada gay, bahkan dari pada perempuan heteroseksual, para lesbian bukan lah kelompok yang mempunyai privilege lebih baik. Berdasarkan studi kualitatif, ditemukan data bahwa perempuan heteroseksual cenderung lebih dilirik untuk dipekerjakan dibandingkan perempuan lesbian. Walaupun mereka berpenghasilan melebihi perempuan heteroseksual, penghasilan laki-laki heteroseksual masih jauh di atasnya. Angka kemiskinan pada pasangan lesbian sekitar 7,9%, sementara pada pasangan sesama jenis lainnya 6,6%. Dunia tenaga kerja masih didominasi tenaga kerja laki-laki heteroseksual.

Sumber : Economist.com

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 22 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: