Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Selain menganggap wabah, menteri Yohana juga sangat mengeneralisir LGBT

Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumber : poskitanews

Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
Sumber : poskitanews

Diawali oleh ucapan Menristekdikti Muhammad Nasir yang melarang adanya komunitas LGBT di kampus-kampus yang sudah menjadi pemicu semakin kerasnya diskriminasi terhadap LGBT. Dan akhirnya banyak pejabar tinggi negara pun ikut melontarkan suara senada. Tak berhenti sampai di sini, sekarang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise pun ikut bersuara terkait isu LGBT.

Ia mengatakan bahwa LGBT adalah sebuah wabah, selain itu, katanya, LGBT mempunyai modus baru, yaitu mengintai anak-anak.

“Saya pikir ini memang modus baru yang muncul dengan melibatkan anak-anak dalam aksi dari para LGBT. Untuk itu, kami sudah membuat kesepakatan untuk membuat pertemuan bersama dalam membicarakan hal ini dengan pihak terkait,” ujar Menteri Yohana Yembise saat diwawancarai di Gelora Bung Karno, Minggu (14/2/2016).

“Yang jelas, saya sangat menolak keras terhadap kegiatan LGBT yang melibatkan anak. Untuk menghindari wabah LGBT pada anak, kami bersama-sama kementerian lainnya akan melakukan tindakan. Salah satunya dengan turut mengawasi atau menutup situs berbau pornografi, khususnya mengenai LGBT ini,” katanya.

Opini tersebut ia lontarkan lantaran ia menemukan akun twitter bernama @gaykids_botplg yang sudah memasang foto mesum sesama jenis dan anak-anak dan mereka terang-terangan mencari teman kencan.

Sangat disayangkan bahwa pejabat setingkat menteri masih mempunyai pendapat serampangan dan cenderung mengeneralisir seperti itu. Itu sama saja menganggap bahwa semua komunitas LGBT hanya berkutat tentang seks. Seolah menutup fakta bahwa hal tersebut bisa saja terjadi karena tidak adanya pendidikan seks sejak dini. Dan juga menutup mata dari fakta bahwa ada lebih banyak komunitas LGBT yang mempunyai misi positif. Ini adalah suatu tindakan pembutaan opini di masyarakat terkait isu-isu LGBT. Tindakan ini pastinya menimbulkan kepanikan dan ketakutan di masyarakat.

Seharusnya ia melihat masalah tersebut lebih jeli dan mencari solusi yang tepat bagaimana menghindarkan anak-anak dari hubungan seksual dini. Bukan menyorot LGBT-nya. Perlu diketahui bahwa instink seks seseorang itu mulai ada sejak balita, dan jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang sehat maka anak tersebut pada saat menginjak remaja akan mencari informasi tentang seks dan mengeksplorasinya sendiri. Di sini masalah absennya pendidikan seks yang masih dianggap sangat taboo yang seharusnya diperhatikan, bukan orientasi dan atau identitas seksualnya. Karena berdasarkan buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa, Edisi II, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, tahun 1983 (PPDGJ II) dan (PPDGJ III) 1993, pada point F66 meyebutkan bahwa orientasi seksual (homoseksual, heteroseksual, biseksual) bukan gangguan kejiwaan.

Kenapa pendidikan seks yang sangat penting diketahui anak-anak sejak dini justru sepertinya diabaikan?  Referensi: Instink seks pada anak-anak

Alih-alih menganjurkan orang tua untuk memberikan pendidikan seks sejak dini dan meminta pihak penyedia layanan media sosial untuk lebih menyaring konten yang diunggah penggunanya, Ia justru hanya meminta agar orang tau memantau penggunaan gadget anak-anak mereka. Tindakan mengatakan bahwa LGBT adalah wabah, seolah ini adalah penyakit dan  membuat orang tua yang anaknya ternyata Lesbian, Gay, Biseksual atau Transgeder akan menjadi orang pertama dan terdekat mereka yang akan memaksa mereka untuk berubah, melawan naluri mereka dan akhirnya justru lebih menekan anak secara kejiwaan. Hal seperti ini merupakan salah satu tindakan bully yang mengkhawatirkan karena justru datang dari orang terdekat anak.

Baca juga : Istri Kapolda Metro Jaya menghimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya

Sumber : Kompas

 

 

 

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: