Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Tokoh: Ali Sadikin mungkin Gubernur yang paling ramah dengan LGBT

Ali Sadikin, Gubernur DKU, 1966 -1977 Sumber: rmoljakarta

Ali Sadikin, Gubernur DKU, 1966 -1977
Sumber: rmoljakarta

Mungkin generasi sekarang tidak ada yang tahu tentang istilah wadam. Istilah ini muncul tahun 1968. Wadam atau singkatan dari Hawa Adam,  diciptakan untuk menggantikan istilah yang berkonotasi negatif seperti banci dan bencong.

Selang satu tahun 1969, muncullah organisasi Wadam pertama, Himpunan Wadam Djakarta (HIWAD) yang difasilitasi oleh Ali Sadikin, yang saat itu adalah Gubernur DKI Jakarta Raya. Dengan berjalannya waktu, istilah Wadam pun diganti menjadi Waria karena adanya keberatan dari sebagian pemimpin islam. Menurut mereka Wadam mengandung nama seorang Nabi, yaitu nabi Adam AS.

Tidak hanya HIWAD, para Gay dan Lesbian pun menunjukkan keberadaannya, 1 Maret 1982, organisasi Gay pertama di Indonesia dan Asia pun berdiri dengan nama Lambda Indonesia.  Lambda sendiri bersekretariat di Solo, Jawa Tengah. Tidak hanya di Solo, Lambda pun punya cabang di Yogyakarta, Surabaya, Jakarta dan tempat-tempat lain di Indonesia. Namun sayang Lamdba menyelenggarakan pertemuan terakhirnya tahun 1986.

Pada tahun 1985, kaum gay di Yogyakarta mendirikan Persaudaraan Gay Yogyakarta (PGY) yang kemudian pada tahun 1988 berganti nama menjadi Indonesian Gay Society (IGS).

Dede Oetomo, Sosiolog, Aktivis Gay Indonesia, Aktivis AIDS dan Pendiri GAYa Nusantara Sumber: rappler

Dede Oetomo, Sosiolog, Aktivis Gay Indonesia, Aktivis AIDS dan Pendiri GAYa Nusantara
Sumber: rappler

Setelah berhentinya Lamdba Indonesia, Dede Oetomo yang merupakan salah satu pendiri Lamdba, tidak mau berhenti di situ saja, pada 1 Agustus 1987, GAYa Nusantara (GN) berdiri di Surabaya. Nama GAYa menjadi inspirasi untuk nama organisasi serupa. Ada GAYa Betawi di Jakarta, GAYa Priangan di Bandung, GAYa Delta di Sidoarjo, ada juga GAYa Celebes di Makassar.

Eksistensi kamu gay dan lesbian pun diakui oleh salah satu partai politik. Partai Rakyat Demokratik (PRD) menjadi partai pertama dalam sejarah Indonesia yang mencantumkan “hak hak homoseksual dan transeksual” dalam manifestonya.

Maret 2.000, IGS mendeklarasikan 1 Maret sebagai Hari Solidaritas Lesbian & Gay Nasional.

Sumber : GAYa Nusantara Merdeka Rappler

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 24 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: