Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Fatwa kedua MUI tentang LGBT, sebelumnya ingin menghukum mati, sekarang?

Ketua MUI, Ma'ruf Amin Sumber: bisnis.com

Ketua MUI, Ma’ruf Amin
Sumber: bisnis.com

Buntut dari isu-isu LGBT belakangan ini, MUI memberikan konfirmasi bahwa mereka sedang menyiapkan fatwa yang akan merekomendasikan hukuman bagi para umat mulsim di Indonesia yang ikut serta dalam aktivitas yang berkaitan dengan LGBT.

Sebelumnya, hampir satu tahun yang lalu MUI juga mengeluarkan fatwa yang sangat menentang LGBT, yaitu hukum mati untuk kaum homoseksual, Maret 2015.

Kepada The Jakarta Post, ketua MUI Ma’ruf Amin mengatakan bahwa MUI sedang menyiapkan fatwanya dan segera akan dikeluarkan.

Ma’ruf mengatakan bahwa masyarakat muslim harus waspada dengan aktivitas LGBT, tetapi bukan kepada orangnya, melainkan kepada pergerakannya. Ia juga mengatakan bahwa ada banyak penyimpangan tentang LGBT itu.  Menurutnya  fatwa adalah sebuah cara yang efektif untuk mengingatkan umat muslim tentang bahaya pergerakan LGBT.

Tidak hanya melarang umat muslim untuk ikut serta dalam kegiatan berkaitan dengan LGBT, ia juga mengatakan bahwa MUI juga akan melarang kelompok-kelompok LGBT di Indonesia.

Kebencian terhadap LGBT pun juga diperburuk dengan putusan  NU  dan PKB belakangan ini

Baca juga : Pendapat NU tentang LGBT

Baca juga : Pendapat PKB tentang LGBT

Asrorun Niam, sekretaris Komisi Maklumat MUI mengatakan bahwa kegiatan LGBT adalah cara menyimpang untuk menyalurkan hasrat seksual dan jika menyebar secara luas di masyarakat bisa menghancurkan tatanan Elagal dan sosial”.

Ia bahkan mengatakan bahwa MUI sedang mmberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk memasukkan pasal-pasal yang memberikan kuasa hukum untuk menghukum orang-orang yang menikmati “kegiatan seksual menyimpang” tersebut. Ia juga mengatakan bahwa HAM di Indonesia harus mengacu pada nilai-nilai agama dan moral. Ia menghimbau seluruh umat muslim untuk tidak mendiskriminasi LGBT. Menurutnya, LGBT harus direhabilitasi untuk disembuhkan.

Bonar Tigor Naipospos, wakil ketua Institusi Setara meminta Pemerintah untuk menolaj permintaan MUI tersebut, ia mengatakan bahwa fatwa tidak bisa digunakan sebagai dasar untuk membuat hukum dan undang-undang.

Menurutnya, dalam proses pembuatan hukum dan undang-undang, pembuat undang-undang tidak boleh hanya mempertimbangkan pandangan kelompok agama saja, tetapi juga kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Pengaruh kelompok-kelompok agama mempunyai pengaruh besar di Indonesia, karena itu, menjadi suatu hal yang sulit mengharapkan pemerintah untuk melegitimasi LGBT. Tetapi bukan berarti pemerintah tidak bisa memperlakukan LGBT dengan setara seperti warga negara indonesia lainnya. tambah Tigor.

sumber: the jakarta post

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

One thought on “Fatwa kedua MUI tentang LGBT, sebelumnya ingin menghukum mati, sekarang?

  1. Beragama kalau tidak dilandasi perikemanusian akan mengarah pada kekejaman & kebiadaban, bunuh, enyahkan, bakar, dan lain lain. Sejarah masa lalu dan fakta hari ini telah membuktikan itu. Berapa banyak darah yang telah tumpah selama ini karena kaum beragama yang tidak punya lagi rasa kemanusiaan. Miris sekali…

    Like

    Posted by Anonymous | February 26, 2016, 4:35 am

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: