Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, PENGETAHUAN

Fakta! Negara yang ramah dengan LGBT cenderung menjadi negara yang bahagia.

 

Sumber : Shutterstock via salon.com

Sumber : Shutterstock via salon.com

Ditulis dalam portal berita Salon.com 29/5/2013. Dikatakan bahwa semakin setara suatu hukum dan kultur di suatu negara, semakin bahagia pula penduduknya. Data dari OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) menyodorkan fakta itu. Survei tersebut dilakukan di 36 negara dengan kriteria ukuran kesetaraan, diantaranya kesetaraan pendapatan, harapan hidup, keamanan publik dan kesetaraan keterlibatan masyarakat dan komunitas.

Seperti tulisan gaystarnews, 10 negara yang paling bahagia memiliki hal-hal yang sama di negaranya. Salah satunya adalah mempunyai hukum dan undang-undang  yang tidak menentang LGBT.  Negara dengan Undang-Undang yang melindungi kesetaraan dan melindungi dari bahaya kekerasan, stigma sosial, sepertinya membuat penduduknya bahagia.

Kanada, Norwegia, Swedia, Denmark, Islandia, dan Belanda adalah negara-negara yang melegalkan pernikahan dan hubungan sesama jenis. Dan negara-negara tersebut masuk dalam ranking teratas negara yang penduduknya bahagia.

Negara-negara ini juga sudah memperluas hak hukum yang berkaitan dengan hubungan yang dianggap berbeda -hubungan sesama jenis-.

Semua negara pada rangking 10 teratas mempunyai Undang-Undang anti diskriminasi berbasarkan orientasi seksual.

Australia adalah negara maju dengan penduduk paling bahagia di dunia dan selama 3 periode selalu mempimpin.  Australia juga menjadi salah satu negara di dunia yang mengakui hubungan sesama jenis.

 

Baca juga : Perilaku Anti-Gay di Amerika menurun setelah pernikahan sesama jenis dilegalkan

Tahun 2012, Ipsos, sebuah perusahaan riset independen yang dikontrol dan dikelola oleh para peneliti professional memberikan hasil polling tentang level kebahagian penduduk suatu negara. Polling tersebut dilakukan di 24 negara. Tahun 2012, Indonesia mempimpin sebagai penduduk paling bahagia, dan riset terakhir tahun 2014, Indonesia masih meminpin. Apakah Indonesia masih akan memimpin pada riset tahun-tahun selanjutnya?

Kebencian Indonesia terhadap LGBT ini apakah tidak akan membuat level kebahagiaannya menurun. Kebencian kepada suatu kelompok tertentu yang akhirnya membuat negara tersebut hancur bukannya suatu omong kosong. Tentu yang suka dengan sejarah, tahu akan sejarah Khemer Merah di Kamboja yang dipimpin oleh PolPot, yang sudah membunuh kelompok masyarakat dari etnis, agama, intelektual tertentu dan kelompok-kelompok lainnya, karena alasan simpel, tidak suka dan benci. Sekitar 8 juta orang dibunuh pada masa itu, yang membuat negara porak poranda. Bukankah kebencian yang “terpelihara” akan membuat negara tersebut porak poranda?

Sumber: Salon.com, gaystarnews, oecd Data OECD.org, wikipedia, ipsos

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 24 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: