Advertisements
FILM, HIBURAN

Film : Heavenly Creatures

Juliet dan Pauline Sumber: backtalk.kinja.com

Juliet dan Pauline
Sumber: backtalk.kinja.com

Film Selandia Baru yang rilis tahun 1994, disutradarai oleh Peter Jackson yang menceritakan tentang kisah nyata kasus pembunuhan Parker-Hulme di Christchurch, Selandia Baru. Film ini dibintangi oleh Melanie Lynskey dan Kate Winslet yang memerankan tokoh Pauline Parker dan Juliet Hulme, 2 orang gadis yang memiliki hubungan yang sangat obsessif. Dalam film ini diperlihatkan awal mula pertemuan dua gadis ini pada tahun 1952 sampai peristiwa pembunuhan tahun 1954.

Pauline Parker, gadis berumur 14 tahun yang tinggal di Christchurch, berasal dari keluarga kaum-pekerja (buruh), berteman dengan Juliet, gadis berumur 15 tahun ynag baru saja masuk sekolah tempat ia belajar.  Juliet sendiri adalah anak yang pintar dan juga lucu, serta sudah melanglang buana ke banyak tempat di dunia.

Pauline sangat kagum dengan arogansi dan kecantikan Juliet. Mereka banyak melakukan kegiatan bersama, melukis, menulis, membuat patung dari tanah liat, sampai akhirnya mereka berfantasi tentang sebuah kerajaan bernama Borovnia yang mereka tulis bersama dengan harapan bisa dipublikasikan dan dibuat filmnya di Hollywood. Tetapi sepertinya cerita yang mereka tulis menjadi kenyataan. Hubungan Pauline dengan ibunya mulai memburuk, cenderung lebih sering bertengkar. Berbeda dengan hidup Juliet yang selalu harmonis dengan orang tuanya. Hal itu membuat Pauline lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Juliet, karena merasa ia lebih diterima di sana.

Juliet memperkenalnya sebuah dunia fantasinya kepada Pauline. Fantasi dunia ke-empat, di mana surga berada, tanpa orang-orang Kristen, di mana Musik dan Seni dirayakan. Juliet pun bermimpi bahwa ia akan pergi ke sana setelah ia meninggal, Beberapa aktor dan musisi menjadi orang suci di sana,

Dalam perjalanan ke Port Levy, orang tua Juliet mengatakan bahwa mereka akan melakukan perjalanan dan berencana meninggalkan Juliet di Selandia Baru. Berita itu membuat Juliet histerik, dan membuatnya terbuai dengan fantasi dunia ke-empatnya. Dunia di mana semuanya cantik, indah dan aman. Bahkan ia meminta Pauline untuk ikut bersamanya. Sampai pada akhirnya Pauline percaya dan mau ikut fantasi Juliet. Keduanya pun seperti mengalami pengalaman spiritual, sebuah konfirmasi tentang dunia ke-empat mereka yang mempengaruhi persepsi mereka tentang dunia nyata dan khayalan.

Suatu waktu, Juliet terjangkit TBC dan harus dilarikan ke klinik. Orang tuanya pun tidak ada bersamanya sehingga membuatnya sendiri dan di saat itulah ia sangat membutuhkan Pauline. Begitu juga Pauline, ia merasa tidak lengkap tanpa Juliet. Mereka pun mulai saling menulis surat, tetapi tidak sebagai mereka tetapi sebagai sepasang kekasih di keluarga kerajaan Borovnia. Selama ini terjadi, Pauline mulai menjalin hubungan degan seorang pemondok di rumahnya, yang membuat Juliet sangat cemburu.

Cerita khayalan itu semakin berkembang dan menjadi pelampiasan mereka atas kehidupan mereka yang penuh tekanan. Sampai pada akhirnya mereka berfantasi tentang pembunuhan orang-orang yang menekan mereka. 4 bulan berjalan, Juliet pun keluar dari rumah sakit. Keluarnya Juliet membuat hubungan keduanya semakin dekat. Mengetahui kedekatan itu, Ayah Juliet berbicara dengan Ayah Pauline. Pauline pun dibawa ayahnya kedokter , dan dokter mengatakan bahwa Pauline seorang Lesbian, dan mengatakan bahwa ini terjadi karena kemarahannya terhadap ibunya yang terus meningkat, juga karena turunnya berat badan Pauline secara drastis.

Tanpa diduga, Juliet menangkap basah ibunya yang sedang selingkuh dengan pasiennya dan Juliet mengancam akan memberitahu ayahnya tentang hal itu. Tetapi ibunya berkata bahwa ayahnya sudah tahu. Tidak lama kemudian, mereka pun memutuskan untuk bercerai. Kejadian ini benar-benar membuat Juliet sedih. Mereka pun memutuskan untuk meninggalkan Christchurch dan meminta Juliet tinggal dengan sanak keluarganya di Afrika Selatan. Mengetahui hal tersebut, lagi-lagi Juliet menjadi histerik dan memutuskan untuk lari dengan Pauline.

Mengetahui bahwa itu tidak mungkin terjadi, mereka berdua pun memutuskan untuk membunuh ibu Pauline, karena mereka menganggap dia sebagai halangan utama mereka untuk bisa bersama-sama.

Menjelang keberangkatan Juliet, mereka memutuskan untuk tinggal bersama di rumah Juliet. Pada saat Pauline harus kembali ke rumahnya, mereka berdua memutuskan untuk mewujudkan rencana pembunuhan tersebut. Ibu Pauline merencanakan untuk berjalan-jalan dengan mereka berdua di Taman Victoria. Mengetahui itu, mereka berdua pun memutuskan bahwa hari itu sebagai hari pembunuhan tersebut.

Juliet memasukkan sebongkah batu bata ke dalam stockingnya sebelum mereka pergi ke taman. Mereka pun pergi untuk membeli teh. Setelah itu, mereka berjalan di jalan setapak ketika tiba-tiba Ibu Pauline membungkuk untuk mengambil sebuah gantungan berwarna merah muda. Pada saat itulah mereka memukul ibu Pauline.

Satu hari setelah pembunuhan, buku diari Pauline pun ditemukan. Dan itu dijadikan buktu pembunuhan yang membuat keduanya ditahan. Putusan tersebut lah yang membuat mereka tidak bisa bertemu lagi untuk selamanya.

***

Dalam kehidupan nyata, setelah Juliet keluar dari penjara, Juliet menjadi seorang penulis terkenal yang akhirnya terbuka dengan seksualitasnya. Sedangkan Pauline, menjadi seorang perawat orang-orang difabel.

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 24 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: