Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, FILM, HIBURAN, PENGETAHUAN

6 Negara paling kejam terhadap homoseksual, apakah Indonesia termasuk?

Ilustrasi hukuman mati di Iran Sumber: middleeasteye.com

Ilustrasi hukuman mati di Iran Sumber: middleeasteye.net

Melihat judul ini pasti banyak dari kita yang menebak-nebak di mana sih tempat paling buruk -kejam- bagi para gay? Banyak pula pasti yang akan mengaitkan dengan negara-negara yang mengadopsi hukum-hukum syariah.

Tahun 2011, seorang penyiar radio DJ Mills, yang juga seorang gay. Ia menerima tantangan untuk mengunjungi tempat yang sepertinya teburuk bagi seorang gay. Saat dia pergi ke  Kampala, Ibu kota Uganda. Dan seperti kata “terburuk” itu, ia melihat banyak bukti-bukti yang menyakitkan tentang satu jenis homofobia, yaitu homofobia institusional. Baca : jenis-jenis homofobia. Homofobia yang terjadi karena agama dan dukungan pemerintah sendiri. Bahkan David Kato, seorang aktivis HAM untuk gay tewas terbunuh satu bulan sebelum kedatangannya.

Pada umumnya, Negara-negara di Afrika menjadi tempat ynag berbahaya bagi para gay yang terbuka dengan seksualitasnya. Setidaknya 37 negara di Afrika sudah mendeklarasikan homoseksualitas illegal, tetapi Uganda tetap menempati peringkat sebagai tempat terburuk.

Seorang Politikus berpengaruh David Bahati yang sedang memperjuangkan Undang-Undang Anti-Homoseksualitas yang bisa memenjarakan orang yang didakwa bersalah karena melakukan hubungan sesama jenis, dan hukuman mati untuk yang melakukan pelanggaran beberapa kali.

Mungkin saja perjuangan David Bahati ini hanya satu dari perjuangan seorang politikus sayap kanan yang sangat fanatik, yang tidak mewakili pendapat masyarakat umum. Seperti di kebanyakan negara-negara di dunia yang masih menganggap homoseksualitas hina, ternyata itu hanya suara beberapa orang fanatik yang berkuasa, sedangkan masyarakat umum tidak beranggapan seperti itu, cenderung tidak memperdulikannya.

Tetapi faktanya, Mills menemukan bahwa anak-anak sekolahan saja sudah dengan tegas mengatakan bahwa homoseksualitas adalah tindakan dosa dan harus dihukum.  Salah satu editor sebuah harian berita mengatakan bahwa perilaku anti-homoseksualita sini sudah ikut andil dalam mengurangi umur manusia sebanyak 24 tahun.

Seorang lesbian mengatakan dia pernah diperkosa dalih sebagai obat orientasi seksualnya. Bukannya sembuh, ia malah menjadi hamil dan tertular HIV.

Mills pun juga sempat mencoba melakukan ritual penyembuhan homoseksualitas yang dilakukan oleh dukun yang mengklaim bisa menyembuhkan homoseksualitasnya.

Sebenarnya fenomena kerasnya anti-homoseksual di Uganda ini adalah suatu hal yang cukup baru. Dipercaya ini terjadi karena berkembangnya pengaruh-pengaruh penganut Evangelikus yangg datang dari Amerika dan menyebarkan ajarannya. Dalam ceramah-ceramahnya, jika khotbah-khotbah yang berbau kemarahan kurang mengena, maka lelucon-lelucon kampungan pun dipakai.

“In the beginning it was Adam and Eve, not Adam and Steve”

—“Pada mulanya ada Adam dan Hawa -Eve-, bukan Adam dan Steve”

 

 

Februari 2014, Presiden Uganda menandatangani Undang-Undang Criminalisation of Homosexuality. Satu hari setelah penandatangan tersebut, salah satu tabloid ternama membuat artikel yang menyebutkan siapa-siapa Penduduk gay paling terkenal di Uganda.

Dari fakta-fakta tadi, sepertinya Uganda memang pantas menduduki tempat paling berbahaya di dunia bagi para Gay. Tetapi tahun 2014, sebuah kelompok penggiat hak-hak LGBT, International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans and Intersex Association (ILGA) mempunyai peta sendiri yang memperlihatkan bahwa untuk banyak orang lain mungkin situasinya bahkan lebih buruk dari di Uganda.

Berdasarkan data mereka, ada 7 negara yang menyatakan homoseksualitas illegal dan bisa mendapatkan hukuman mati, yaitu:

  1. Iran
  2. Saudi Arabia
  3. Yemen
  4. Sudan
  5. Nigeria
  6. Mauritani
  7. Somalia
Homosexuality Legal Map 2014 sumber: independent.co.uk

Homosexuality Legal Map 2014
sumber: ILGA via independent.co.uk

Undang-undang yang ditandatangani Presiden Yoweri Museveni ini menyejajarkan posisinya dengan Tanzania, Malaysia, Guyana dan Bangladesh. Menyatakan bahwa hukuman penjara akan diberikan kepada orang yang tertangkap melakukan hubungan seksual gay.

Di negara-negara seperti India, Morocco, Kenya dan Jamaika, hukuman untuk Homoseksualitas bisa mencapai 14 tahun kurungan.

Tahun 2015 diwarnai dengan perayaan legalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat dan Irlandia. Tetapi perjuangan kesetaraan hak LGBT masih terus berlangsung di banyak tempat. 75 Negara masih meilegalkan homoseksualitas, sementara 5 dari total tersebut sedang bersiap untuk memberlakukan hukuman mati terhadap orientasi seksual.

ILGA, dalam laporannya bulan Mei 2015, memperlihatkan masih banyaknya orang yang bisa didakwa karena preferensi seksual.

Negara-negara di bawah ini masih memberlakukan hukuman mati terhadap hubungan seksual sesama jenis jika tertangkap tangan:

  1. Mauritania
  2. Sudan
  3. Iran
  4. Saudi
  5. Arabia
  6. Yemen

Sedangkan Somalia dianggap tidak konsisten dengan penegakkannya, seperti halnya di Nigeria dan Irak. Tetapi di beberapa negara bagian di Nigeria dan Somalia,  dan sebagian daerah di Irak yang dikuasai ISIS masih tetap melaksanakan hukuman mati terhadap orientasi seksual.

Perubahan positif terjadi di Mozambik, Palau dan São Tomé and Príncipe yang sudah menghapuskan Undang-Undang kiminalisasi homoseksualitas.

Klik peta di bawah untuk memperbesar peta

Lesbian, Gay and Bisexual Map of Law 2015 Sumber ILGA

Lesbian, Gay and Bisexual Map of Law 2015
Sumber ILGA

 

Bagaimana dengan Indonesia?

Kalau dilihat dari peta ILGA, Indonesia masuk kategori negara yang tidak punya Undang-Undang spesifik tentang homoseksualitas.

Berdasarkan KUHP, hubungan sesama jenis tidak dilarang di Indonesia. Satu-satunya ketentuan yang mengatakan tentang hubungan hubungan sesama jenis ada di pasal 292, yang melarang hubungan seksual sesama jenis dengan anak di bawah umur. Kriminalisasi homoseksualitas di Indonesia sendiri ada di dua daerah.

  1. Aceh, dengan berlakunya hukum-hukum syariah, atas putusan DPR tahun 2002 yang memberikan Aceh hak mengadopsi hukum-hukum syariah
  2. Palembang, Sumatra Selatan, yang memberikan hukuman penjara dan denda berat  kepada pelaku hubungan sesama jenis.

Menjelang tahun 2015, masih belum ada pengurangan Tuntutan Hukuman Mati untuk Homoseksual oleh ulama-ulama islam, seperti MUI.

 

sumber: independent.co.uk 2014 independent.co.uk 2015 topdocumentaryfilms.com bbc.co.uk ILGA.org 76crimes tempo

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: