Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Mahkamah Agung India meninjau kembali Hukum tentang sodomi

LGBT in India sumber: out.com

LGBT in India
sumber: out.com

Akhirnya Mahkamah Agung,  2 Februari 2016 mengumumkan bahwa mereka akan membuka kembali  pendengaran tentang Hukum yang mengkriminalisasi homoseksualitas. Suatu hal yang langka, bahwa Mahkamah Agung menerima petisi kuratif -prosedur resmi yang mengizinkan peninjauan kembali putusan Mahkamah Agung-. Berdasarkan laporan Buzzfeed, hanya ada 3 petisi serupa yang menuai kesuksesan, setelah prosedur seperti itu diperbolehkan sejak 2002.

Meenakshi Ganguly, Direktur Human Rights Watch, Asia Selatan mengatakan, Mahkamah Agung telah memberikan harapan nyata kepada LGBT di India dengan menyetujui untuk meninjau kembali putusannya tahun 2013 yang mendiskriminasi kesetaraan hak setiap orang.

“The Supreme Court has provided real hope to LGBT people in India by agreeing to review its 2013 ruling that favored discrimination over equal rights for all,”

Tahun 2013, Mahkamah Agung India membuat syok negara dengan keputusannya yang mengkriminalisasi kembali homoseksualias. Keputusan tersebut merupakan seuatu kemunduran karena sebelumnya tahun 2009, Pengadilan Tinggi Delhi mengeluarkan ketetapan bahwa hubungan seksual adalah antara 2 orang dewasa dengan kesadaran. Ketetapan ini menjadi berita bagus bagi LGBT karena hubungan seksual yang legal tidak lagi dilihat dari gender. Tetapi ketetapan tersebut dihapuskan oleh Mahkamah Agung India dengan diterapkannya lagi Hukum-Hukum yang pernah diterapkan oleh Inggris pada tahun 1860. KUHP no. 377.

Bunyi KUHP no. 377, menghukum “hubungan seksual yang tidak alami” dengan hukuman penjara sampai seumur hidup.

Undang-Undang ini telah membuat stigma jelek masyarakat tentang LGBT. Sehingga seperti membenarkan orang untuk menghakimi para LGBT yang bisa mengakibatkan kejadian-kejadian tragis bisa terjadi, seperti bunuh diri.

Pada Januari ini, seorang anak laki-laki berumur 15 tahun membakar hidup-hidup dirinya setelah tetangganya mengejek dan menjailina karena tertanggap sedang bersama pacarnya.

Para Aktivi LGBT berharap bahwa Mahkamah Agung yang terkenal akan pendekatan mereka yang progresif terhadap hak-hak sipil dan hak-hak kelompok minoritas, akan memperbaiki pandangan masyarakat tentang homoseksualitas yang selama ini dianggap buruk menjadi sebuah kemartabatan.

Di Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia, Pernikahan sesama jenis secara legal diakui, tetapi justru negara-negara yang dulu dijajah oleh Britania Raya masih menunjukkan kemunduran dengan memakai hukum-hukum yang sudah lama tidak dipakai di Inggris sendiri. Ada 76 negara yang masih mengkriminalisasi homoseksualitas, dan lebih dari separuhnya menggunakn hukum-hukum warisan Britania Raya tersebut. Para aktivis sudah sering meminta Inggris untuk menekan negara-negara yang tergabung dalam Negara-negara persemakmuran untuk tidak menggunakan hukum-hukum warisan tersebut. Pada upacara pembukaan Pesta Olah Raga Negara-Negara Persemakmuran yang diselenggarakan di Glasgow diwarnai dengan adegan ciuman sesama jenis yang disiarkan langsung kepada setidaknya 1 milyar penonton. Glasgow sendiri beberapa bulan sebelumnya telah melegalkan pernikahan sesama jenis,

Masih banyak sekali negara yang mempertahankan hukum-hukum yang mengkriminalisasi homoseksualitas, walaupun dengan penegakan yang tidak begitu aktif. Tetapi di India, pada tahun 2014 sendiri, sekitar 600 orang ditahan karena kasus ynag berhubungan dengan homoseksualitas. Sebelumnya, kepada  the Guardian, seorang aktivis Shashi Bhooshan, mengutarakan pendapatnya, sebuah hasil positif itu seperti apa:

“I feel excited and nervous for tomorrow. If we get a good verdict, it will be a big step forward and give me security as a citizen of this country. How can I be living in the world’s biggest democracy in 2016 and still be denied a fundamental human right?

— “Saya merasa gembira dan gelisah tentang besok. Jika kita mendapatkan putusan yang bagus, berarti ini akan menjadi sebuah langkah besar ke depan dan memberikan saya keamanan sebagai seorang penduduk di negara ini. Bagaimana bisa saya hidup di negara demokrasi terbesar di dunia tahun 2016 dan hak-hak fundamental saya masih tidak diakui,”

“Right now, I am considered a criminal. There’s a fear around it, a social stigma. But it becomes easier to change people’s minds if the law is on your side. It is easier to explain to them that you’re not doing anything wrong, that you’re normal.”

—“Saat ini, saya dianggap sebagai seorang penjahat, Ada sebuah rasa ketakutan mengelilingi, juga stigma masyarakat. Tetapi mengubah pikiran orang itu akan mudah jika hukum-hukum itu ada di sampingmu. Adalah  hal yang mudah untuk menjelaskan kepada mereka bahwa kamu tidak melakukan suatu hal yang salah, bahwa kamu itu normal.”

sumber : out.com Human rights watch

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: