Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, FIGURES TERBARU, PENGETAHUAN, PUBLIC FIGURES

It is Ok to be who you are : Nina Arsenault, transwomen yang memilih untuk tidak melakukan operasi ganti kelamin walaupun ia mampu

 

Nina Arsenault Sumber: ninaarsenault.net

Nina Arsenault
Sumber: ninaarsenault.net

Seorang artis Kanada, penulis dan mantan pekerja seks komersial, lahir 20 Januari 1974. Karya-karyanya dikenal sebagai karya yang mendalam, tak terlupakan, sangat jujur, sebuah pemberian psiritual dan menakjubkan tetapi juga kejam. Karya seni rupa yang berfilosofi, menjelaskan fakta ketidaknyamanan sejati seksualitas, gender, agama dan teknologi.

Lahir dengan nama Rodney dan besar di Beamsville, Ontario. Mempunyai dua diploma Master. Menjelang masa transisinya menjadi seorang perempuan, dia adalah seorang pengajar di Universitas York, dia mengajarkan seni berakting.

Ia menyadari bahwa ia seorang transgender sejak Agustus 1996 dna memulai transisinya sekitar tahun 1998. Pad atahun 2007, dia sudah mengeluarkan uang sebesar 150.000 dollar atau hampir 2 milyar rupiah untuk biasa operasi pefemininannya.

Nina pernah menjadi penulis regular di suatu kolom majalah FAB, sebuah majalah dua mingguan  yang membahas seputar LGBT dan berhenti pada awal tahun 2007.

Train 48, KunK dan Soldier’s Girl adlah beberaa tayangan televisi yang pernah ia bintangi.

Ia  pernah muncul dalam pertunjukkan seni berjudul Ladylike yang khusus ditulis untuknya oleh Sky Gilbert pada bulan November 2007. I pun pernah menulis dan memerankan pertunjukkannya sendiri yang dia beri judul The Silicone Diaries. DI sutradarai oleh Buddies in Bad Times, seorang sutradara artistik bernama Brendan Healy. Mereka melakukan tour pertunjukkan ke seluruh Kanada, penerimaan masyarakat pun cukup bagus dengan selalu terjual habisnya tiket serta pujian-pujian yang sangat kritis.

Dalam pertunjukkan televisi  The Jon Dore, ia menjadi salah satu bintang tamu dalam episode berjudul “Manly Man”, di mana iya membeberkan alasan kenapa ia tidak mau mengganti alat kelaminnya.

I work as a dancer in a club that caters to men who like “transsexuals.” They want us to have beautiful breasts, you know, to be sexy like females but they want that one thing to be different.

Saya bekerja sebagai penari di satu Klub yang memberikan pelayanan kepada laki-laki yang menyukai “transeksual”. Mereka menginginkan kita mempunyai payudara yang bagus, tahu kan, menjadi seksi seperti wanita tetapi mereka mau satu hal yang berbeda -masih memiliki alat kelamin laki-laki-.

Baca juga : Kompleksnya spektrum gender dan seksualitas

Tahun 2010, ia melakukan pertunjukkan bertemakan autobiografi berjudul I was Barbie.

Dua tahun kemudian dia melakukan pertunjukkan 40 hari 40 malam sebagai bagian dari Serial Pertunjukkan Seni  Summerworks Live Art di Toronto, Kanada. Dalam pertunjukkan ini ia menjalani ritual pengalaman spiritual yang terbuka untuk umum selama 11 hari. Serta beberapa pertunjukkan lainnya.

Arsenailt sudah sering menjadi pembicara di Universitas-Universitas di Kanada dan Amerika Serikat, serta Konferensi Intelektual seperti Ideacity-nyaMoses Znaimer. Ia juag seorang aktivis yang mempromosikan HAm dan harga diri para transgender kepada Polisi Toronto, Rumah Sakit Mount Sinai, Rumah Sakit Sekolah Wanita, Pusat Kesehatan Sherbourne, Organisasi Supporting Our Youth dan Pusat Komunitas Gereja Jalanan 519.

Tahun 2013, ia bergabung dengan MAU, sebuah perusahaan pertunjukkan seni kontemporer di Selandia Baru ynag dipimpin oleh Lemi Ponifasio. Karya pertamanya berjudul The Crimson House dan melakukan tour dunia tahun 2014.  Ia juga melakoni satu peran di Serial yang diputar di internet berjudul Murder in Passing.

Buku berjudul Trans(per)forming Nina Arsenault-An Unreasonable Body of Work yang diedit oleh Judith Rudakoff, dan terbit bulan April 2012, mengetengahkan karya-karya dan kehidupan Nina Arsenault.

Dalam satu kuliahnya menjabarkan banyaknya laki-laki yang secara seksual tertarik terhadap seseorang yang mempunyai tubuh layaknya perempuan tetapi masih memiliki alat kelamin laki-laki. Orang-orang ini tentu saja bukan homoseksual, bukan heteroseksual juga bukan pula biseksual.

sumber: wikipedia

 

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: