Advertisements
ARTIKEL KESEHATAN TERBARU, ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, Kesehatan, PENGETAHUAN

3 Fakta Homofobia dan RAHASIA para homofobik

Ilustrasi Fobia Sumber : Phobics-society-org.uk

Ilustrasi Fobia
Sumber : Phobics-society-org.uk

Sudah sejak tahun 1983, Kementrian Kesehatan menyatakan bahwa Orientasi Seksual tidak memenuhi kriteria penyimpanganseksual atau penyakit kejiwaan. Baca juga : Apakah harus mengulangi sejarah yang pernah disesali? Sedangkan Phobia sendiri adalah suatu kelainan ketakutan, biasanya didefinisikan sebagai rasa takut yang yang bersifat tetap terhadap sesuatu objek atau situasi yang mengakibatkan orang tersebut berusaha sedapat mungkin untuk menghindar, dan biasanya rasa takut itu tidak sepadan dengan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh objek atau situasi tersebut.

Homophobia adalah suatu jajaran yang meliputi sikap dan rasa negatif terhadap Homoseksualitas atau orang yang didefinisikan sebagai Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Reaksi ini bisa diekspresikan dalam bentuk antipati, penghinaan, prasangka, keengganan dan kebencian yang terjadi karena ketakutan yang irrasional (tidak nyata) juga sering karena kepercayaan terhadap suatu agama.

Homofobia bisa diamati dari perilaku-perilaku kritisnya dan sifatnya yang memusuhi, seperti mendiskriminasi dan melakukan tindakan kekerasan terhadap orientasi seksual selain heteroseksual.  Berikut tipe-tipe Homofobia :

  1. Homofobia Institusionalized. Contohnya homofobia yang terjadi karena agama dan dukungan pemerintah sendiri terhadap homofobia tersebut.
  2. Homofobia Internalized. Megacu pada steretotip, keyakinan, stigma dan prasangka negatif terhadap homoseksualitas dan orang-orangnya, di mana orang tersebut merasa homoseksualitas akan mempengaruhinya. Orang ini bisa saja seorang heteroseksual atau pun LGBT itu sendiri. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa banyak homofobia terjadi pada orang-orang yang tertekan dengan homoseksualitasnya sendiri.
  3. Homofobia Sosial. Adalah ketakutan bahwa lingkungan akan mengidentisikasinya sebagai homoseksual.

Istilah-istilah yang ada di bawah homofobia sendiri termasuk:

  1. Lesbophobia -fobia terhadap lesbian dan segala sesuatu yang berbau lesbian,
  2. Bifobia -fobia terhadap biseksualitas dan orang-orang biseksual,
  3. Transfobia, fobia yang menargetkan transeksualisme dan pada transeksual, termasuk gender variance  dan gender role nonconformity -gender ynag tidak masuk dalam definisi maskulin dan feminin-.

Bagaimana menanganinya?

Sejak tahun 1990, tanggal 17 Mei ditetapkan sebagai Hari Internasional Melawan Homofobia dan Transfobia (IDAHO). Hari tersebut ditetapkan sebagai IDAHO setelah WHO menghapus homoseksual dari kategori penyakit menular.

Berdasarkan hasil penelitian Arus Pelangi di Jakarta, Yogyakarta dan Makasar, menunjukkan 89,3 person LGBTIQ menerima kekerasan baik verbal, fisik maupun psikis. Dari jumlah terbut 46,3 persen mengalami kekerasan fisik dan 79,1 persen mengalami kekerasna psikis. Dan sangat di sayangkan bahwa kekerasan tersebut malah banyak terjadi di sekolah, yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi semua anak untuk belajar.

Pencobaan bunuh diri pun tidak hanya terjadi Di Amerika Serikat yang pernah sangat ramai diperbincangkan. Dari hasil survei Arus Pelangi  17,3 persen LGBTIQ pernah mencoba bunuh diri dan 16,4 persen pernah melakukan percobaan bunuh diri lebih dari sekali.

Dalam situasi seperti ini keterlibatan pemerintah sangat diharapkan. Padahal sudah sangat jelas bahwa Indonesia itu berbhineka. Tetapi justru malah munculnya beberapa Peraturan, Undang-undang bahkan Fatwa yang semakin menyudutkan LGBTIQ

Sebagai contoh:

  •  Undang-Undang pornografi tahun 2006, mengateorikan Hubungan homoseksual sebagai hubungan menyimpang.
  • Perda di Provinsi Sumatra Selatan  no 13 tahun 2002, tentang pemberantasan Maksiat menggolongkan homoseksual dan anal seks yang dilakukan oleh laki-laki sebagai perbuatan tidak bermoral, sama seperti prostitusi, perzinahanm perjudian dan konsumsi alkohol
  • Perda Padang Panjang, Sumatera Barat no 9 tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penindakan Penyakit Sosial yang melarang siapa pun terlibat homoseksual dan lesbian
  • Aceh sejak September 2014, menerapkan hukum cambuk 100 kali dan penjara 100 bulan.
  • Palembang, Sumatra Selatan menyatakan semua aktivitas gay berhubungan dengan prostitusi, akan mendapat hukuman maksimal 6 bulan penjara dan denda Rp 5 juta.
  • Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak dan Sekretaris Komisi Fatwa Asrorun Ni’am membuat proposal serupa pada Januari. Dia mengatakan sodomi lebih buruk daripada perzinahan dan seks di luar nikah, dan dihukum dengan hukuman yang lebih keras dalam hukum Islam.
  • 3 Maret 2015, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang menyerukan berbagai hukuman, dari cambuk hingga hukuman mati, untuk para kaum homoseksual

Kebhinekaan yang selama ini dikenal hanya suku, agama, ras dan budaya, padahal seksualitas juga merupakan keragaman.  Seperti yang diutarakan oleh Irwan M Hidayana, antropolog dan Kepala Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia.

Pendidikan seksual yang benar adalah satu-satunya cara untuk memerangi homofobia dan transfobia. Harusnya pendidikan mengacu pada kebenaran ilmiah seperti yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi. Ini memperlihatkan tidak sambungnya satu departemen dengan departemen lainnya.

Indonesia, sebagai anggota PBB sudah seharusnya mempertimbangkan keputusan-keputusan PBB. PBB, melalui SekJennya, Ban Ki Moon, menyatakan, “Hak-hak LGBT adalah Hak Asasi Manusia.”  Serta mendukung pemenuhan Hak-Hak LGBTIG yang tertuang dalam resolusi 17/17 Dewan HAM PBB tahun 2011, tentang Hak Asasi, Orientasi Seksual dan Identitas Gender serta 67/128 Majelis Umum PBB tentang Penghukuman Sewenang-wenang.

Jadi peran pemerintah dan lembaga-lembaga yang ada di bawahnya dalam memberikan pendidikan seksualitas yang benar berdasarkan kebenaran ilmiah baik di sekolah maupun di lingkungan sosial adalah kunci penanganan homofobia ini.

sumber :  Sciencetific Americankompaswikipedia Merdeka

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

One thought on “3 Fakta Homofobia dan RAHASIA para homofobik

  1. “I hate the word homophobia. It’s not a phobia. You are not scared. You are an asshole” – Morgan Freeman

    Like

    Posted by Natalia McAvoy | February 6, 2016, 7:44 am

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: