Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Wayang Kakung. Gender role swap in javanese ancient theater.

Seni wayang baik wayang kulit, wayang golek maupun wayang orang adalah salah satu seni adi luhung yang menjadi warisan bangsa Indonesia sejak berabad-abad.  Wayang orang sendiri diciptakan oleh Sultan Hamangkurat I pada abad 18, tepatnya tahun 1731. Seni wayang orang biasanya mengadopsi cerita-cerita ynag umumnya dipertunjukkan dalam seni pertunjukkan waynag kulit atau wayang golek. Dari penggalan cerita Ramayan, Mahabarata, ataupun legenda dan sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa.

Seperti diulas oleh suarakira.org, 2/2/2016, digelar pertunjukkan wayang orang dengan Tajuk Wayang Kakung yang sukses digelar oleh Perkumpulan Wayang Orang Bharata. Pagelaran tersebut diselenggarakan di gedung Kautaman Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada hari minggu sore 31/1/2016. Dari daftar tamu undangan, masuk beberapa namya besar seperti Guruh Soekarno Putra.

Tegowati, yang diperankan Ali Marsudi pada tahun 2012 Sumber : facbeook wayang orang bharata

Tegowati, yang diperankan Ali Marsudi pada tahun 2012
Sumber : facbeook wayang orang bharata

Wayang orang pada umumnya terdiri dari peran-peran yang dibawakan oleh laki-laki dan perempuan, sesuai dengan cerita aslinya. Dalam pertunjukkan Wayang Kakung ni, semua pemainnya adalah laki-laki, baik untuk peran-peran yang biasanya diperankan seorang perempuan.

Tegus ‘Kenthus’ sang sutradara mengatakan bahwa penyelenggara tidak memiliki niat melecehkan martabat perempuan maupun laki-laki yang berdandan perempuan. Ia menambahkan bahwa itu mereka lakukan sebagai inovasi dalam kesenian.

Cerita Srikandi Larasati diambil dalam pertunjukkan wayang tersebut. Srikandi diperankan oleh Teguh ‘Kenthus’ Ampiranto sedangkan Larasai oleh Indra Bekti. Menceritakan upaya Srikandi dan Larasati -para istri Arjuna- menangkap penculik senjata Arjuna yang  menyamar sebagai mereka.

“Memerankan peran wanita bagi kami merupakan tantangan tersendiri. Namun, sahabat-sahabat seniwati Wayang Orang Bharata tidak lelah-lelahnya mendukung kami agar tetap menampilkan yang terbaik.” tambah Kenthus.

Dalam wawancaranya dengan Suarakita, Kethus mengutarakan, “Di Pattaya, Thailand, banyak gelaran tari yang diperankan oleh laki-laki yang berdandan perempuan walaupun mereka hanya menampilkan tari Kabaret yang kurang memamerkan tradisi. Ponontonnya bahkan rela antri selama berjam-jam. Sebetulnya kami ingin menunjukkan jika kalangan seniman laki-laki Indonesia, khususnya Wayang Orang Bharata justru memiliki mimik tari perempuan yang lebih bagus. Intinya, Indonesia lebih komplit tradisinya.”

Habisnya tiket seminggu sebelum pertunjukkan menunjukkan suksesnya pagelaran ini. Pagelaran wayang Orang rutin diselenggarakan oleh Perkumpulan Wayang Orang Bharata setiap sabtu malam di Gedung Bharata Purwa dengan tema yang berbeda-beda.

sumber: suarakita.org

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: