Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, PENGETAHUAN

Rehabilitasi Homoseksualitas sangat berbahaya, Pengakuan seorang mantan pempimpinnya

John Smid Sumber : youtube

John Smid
Sumber : youtube

Dalam wawancara dengan David Pakman, dalam shownya 26 Maret 2015, John Smid, mantan peminpun Rehabilitas Homoseksualitas yang pernah bertugas lebih dari 20 tahun mengutarakan pendapatnya tentang Rehabilitasi tersebut. Perlu diketahui, sekarang ia hidup bahagia yang suaminya dan keluar dari Rehabilitasi yang pernah ia pimpin.

Ia mengatakan, tumbuh dewasa pada tahun 60 an, di mana saat itu seksualitas tidak banyak dibicarakan, dia merasa sangat naif dan tidak punya pengalaman, sampai akhirnya dia menikah dengan seorang wanita pada usia 19 tahun. Menurutnya, observasi tentang seksualitas baginya merupakan sebuah retrospektif -melihat dan merunut kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lampau-.

Saat dia sedang tumbuh, ketertarikannya terhadap laki-laki sudah sangat jelas. Awal mula munculnya ketertarikannya terhadap laki-laki itu hanya  sebuah rasa emosional. Dia membayangkan bagaimana sih rasanya mempunyai hubungan intim dengan seorang laki-laki yang selama ini dia kenal. Dia tidak pernah berpikir bahwa itu adalah homoseksualitas, dia hanya berpikir bahwa itu suatu hubungan yang ekstrim saja. Sampai akhirnya ia pun mulai mencari tahu tentang homoseksualitas yang akhirnya membawa dia pada hubungan intim dengan teman kerjanya. Tahu tentang hal itu, ia memutuskan untuk memberitahu istrinya yang sudah ia nikahi selama 3 tahun dan akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai.

Setelah perceraiannya ia pun menjalin hubungan dengan beberapa laki-laki, sayangnya hubungan-hubungan itu tidak pernah bertahan lama. Dan itu benar benar menyakitkan baginya.  Yang pada akhirnya ia dikenalkan dengan agama oleh salah satu teman kerjanya yang mengatakan bahwa Tuhan bisa mengangkatnya dari homoseksualitas. Ia sendiri tumbuh dalam keluarga yang sebenarnya agama lebih sebagai sebuah tradisi. Mendapat kesempatan itu, ia pun ingin mencobanya, ia juga sudah muak dengan hubungannya yang selalu cepat berakhir. Selain itu menurut dia, siapa yang tidak mau menjalani sebuah hidup sesuai norma-norma yang ada.

Ia merasa homoseksualitasnya adalah suatu masalah mental yang berkembang dalam dirinya, bisa karena hubungannya dengan orangtuanya, kenaifannya, rasa penasarannya terhadap homoseksualitas. Bahkan ia mengangapnya sebagai ketertarikan seksual yang rusak. Karena itu ia berpikir jika ia bisa mengatasi masalah-masalahnya seperti hubungannya dengan orang tuanya, dengan perasaannya yang sudah tersakiti, maka ia akan bisa berubah menjadi heteroseksual.

Berangkat dari niatnya tersebut, ia pun mulai mencari seorang perempuan untuk ia jadikan pasangan. Ia pun bertemu dengan sosok perempuan  yang secara emosial dia sayangi, walaupun sebenarnya ia tidak memiliki ketertarikan seksual dengannya. Saat itu ia percaya pada ajaran yang dia dapatkan bahwa jika ia menemukan seorang perempuan yang dia sayangi, ketertarikan seksual terhadap perempuan pada akhirnya akan tumbuh,

Dalam masa pernikahannya, ia bisa melakukan hubungan intim dengan istrinya. Tetapi hubungan intim tersebut tidak pernah terjadi karena keinginan dan hasrat seksual, tetapi lebih pada perasaan kegelisahan. Ia merasa itu bukannya sesuatu yang alami untuknya. Akhirnya hubungan intimya dengan istrinya pun mulai berkurang bahkan hilang. Dalam masa itu dia juga menjadi salah satu pemimpin utama dalam sebuah rehabilitasi penyembuhan homoseksualitas di Amerika bahkan secara internasional andilnya sangat diakui.

Tahun 2008 ia mengundurkan diri dari tugasnya di rehabilitasi tersebut dan mulai berkonsentrasi pada bidang lain. Sampai akhirnya ia bertemu dengan orang-orang dalam kelompok ex-exgay ministry. Di sana ia melihat pengakuan-pengakuan, serta cerita-cerita dari orang-orang yang pernah melakukan rehabilitasi serupa. Dan bagaimana mereka bisa tetap menjadi orang beragama dan mendapatkan kedamaian walaupun  mereka gay.

Akhirnya, ia duduk dengan istrinya dan mulai jujur dengan kehidupan mereka dan memutuskan untuk bercerai. John merasa dia sudah memberikan 25 tahun hidupnya untuk menghilangkan homoseksualitasnya dengan berbagai cara dan sampai saat itu, satu pun tidak ada yang berhasil.

Menurutnya, kebanyakan orang yang senasib dengannya, menganggap keputusan itu sebagai keputusan yang tidak melegakan bagi mereka. Tetapi ia menghargai beberapa orang yang tetap menjalin hubungan dengan istri mereka dan menyatakan bahwa hubungan mereka baik-baik saja. Ia menambahkan ada beberapa orang yang memilih untuk hidup sendiri. Ia pun jua menghormati keputusannya.

Ia menegaskan bahwa semua jenis rehabilitasi yang ada saat ini hanyalah sebuah tedeng dan sebenarnya sangat berbahaya. Karena pesan yang disampaikan dalam rehabilitasi tersbut yang menyatakan, mereka tidak boleh menjadi gay, ini salah, berbahaya, ini perilaku berdosa, suatu tindakan anti-KeTuhanan, serta semua pesan-pesan mengukutuk. Ia ingin menyampaikan pesan bahwa setiap homoseksual bisa hidup dalam sebuah hubungan sesama jenis yang bermoral dan mempunyai keyakinan penuh terhadap Tuhan.

Referensi tentang kebohongan dan bahaya pengubahan orientasi seksual dan indentitas gender

sumber : David Pakman Show 

Berikut ini pernyataan maaf beberapa pemimpin Rehabilitasi di Inggris kepada LGBT. Mereka pernah bergabung dalam Ex-Gay Ministry Internasional 30 tahun yang lalu. Pesan mereka sebelumnya adalah homoseksualitas adalan sebuah pilihan, maka dari itu pilihan itu harus diubah. Mereka menyatakan betapa munafiknya -harus berbohong- orang-orang yang pernah menjalani rehabilitasi tersebut dan memelihara kebohongannya untuk mempertahankan rehabilitasi tersebut.

Darlene Bogie menceritakan pengalamannya saat ditanya pasien-pasiennya yang belum juga berubah, “Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah hasrat -homoseksualitas- mereka?”  DIa hanya mengatakan kepada mereka untuk terus membaca kitab suci saja. Tetapi ketika mereka bertanya, Butuh waktu berapa lama untuk Darlene bisa sembuh? Ia hanya diam dan tidak menjawab.

Baca juga : referensi pengakuan korban penyembuhan LGBT yang sudha merugikannya banyak sekali

 

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: