Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, PENGETAHUAN

Majalah Lesbian “pertama” – The Ladder

Majalah The Ladder sumber: curvemag.com

Majalah The Ladder
sumber: curvemag.com

Adakah yang pernah terlintas Nama media cetak pertama di Amerika Serikat yang menulis seputar lesbian dan kapan pertama kali diterbitkan?

Sebelum munculnya beberapa majalah-majalah yang diperuntukkan untuk komunitas Lesbian dan akhirnya terkenal sampai sekarang, dulu ada sebuah majalah lesbian bernama The Ladder.

Dua orang lesbian dan pelopor femininisme bernama Phyllis Lyon dan Del Martin memulai usaha penerbitan seputar lesbian ketika mereka membuat Majalah pertama mereka pada tahun 1956. Pada awalnya The Ladder hanyalah majalah yang hanya terdiri dari 12 halaman yang ditulis dengan mesin ketik lalu disatukan dan diklip. Saat itu majalah memuat berita-berita, ulasan tentang buku, puisi, cerita fiksi pendek dan surat dari pembaca dan kontributor yang kebanyakan mereka tulis menggunakan nama samaran atau inisial. Lyon, sebagai editor bahkan menggunakan nama palsu pada beberapa bulan pertama setelah penerbitan perdana.  Yang pada akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan nama aslinya karena ia ingin memberikan contoh betapa pentingnya untuk terbuka (tidak bersembunyi).

Majalah the Ladder sumber: curvemag.com

Majalah the Ladder
sumber: curvemag.com

Pada awalnya The Ladder hanya beredar 175  buah, pada tahun 1957, peredarannya meningkat lebih dari 2 kali lipat, yaitu 400 buah. Sebelum akhirnya dihentikan, pelanggan majalah ini mencapai 3000 orang. Menurut sejarahwan Marcia Gallo, majalah tersebut merupakan sebuah sarana berekspresi dan berbagi pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan pribadi, dan sebagai penghubung orang-orang yang tinggal berjauhan dan mempunyai keseharian yang berbeda serta memecahkan cangkang pengucilan dan ketakutan.

Pada tahu 1963, Barbara Gittings memegang posisi sebagai editor dan menjadikan majalah tersebut bernuansa politis. Membahas topik-topik seputar Homofobia dan hak-hak Lesbian. Tetapi, mungkin perubahan terbesar dan paling menyolok terjadi pada bulan September 1964, ketika foto dua orang wanita asli (bukan gambar) ada di sampul majalah untuk pertama kalinya. Walaupun foto tersebut hanya memperlihatkan punggung mereka, sementara wajah mereka disembunyikan. Itu merupakan moment yang luar biasa dalam hal penerbitan seputar lesbian karena pada sampul-sampul sebelumnya hanya memperlihatkan gambar-gambar wanita yang digambar dengan pena. Gitting pun ingat bahwa pada tahun 1966. dia memiliki daftar wanita yang dengan berani menyatakan bersedia difoto dan bersedia namanya dicantumkan di sampul.

Sampul majalah The Ladder tahun 1957 sumber : wikipedia

Sampul majalah The Ladder tahun 1957
sumber : wikipedia

Tetapi sayang sekali, The Ladder berakhir pada tahun 1973. Ada beberapa opini kenapa akhirnya diberhentikan, tetapi penjelasan yang paling masuk akal adalah habisnya dana dan juga adanya ketidak setujuan tentang arah penerbiatan majalah tersebut. Meski demikian, warisan yang ditinggalkan The Ladder merupakan hal yang tidak akan habis dimakan zaman.  Beberapa penulis terkenal majalah tersebut diantaranya Jane Rule, Martha Shelley dan Rita Mae Brown. Walaupun menuai kritik, reaksi masyarakat dan tidak mendatangkan keuntungan sama sekali, mereka sudah berkontribusi besar terhadap kegembiraan berekspresi yang murni dan menunjukkan kebanggaan mereka sebagai lesbian.

dikutip dari curvemag.com, wikipedia

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: