Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, FILM, HIBURAN, PENGETAHUAN

Film & artikel :A girl like me “Gadis sepertiku”, cermin diskriminasi terhadap transgender

Gwen Araujo sumber : glaad.org

Gwen Araujo
sumber : glaad.org

Sebuah film yang diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup seorang pria bernama Edward Awaujo (J.D Pardo), seorang hispanic yang mengalami konflik batin. Disutradarai oleh Agnieszka Holland dan rilis tahun 2006.

Edward Araujo yang terlahir dalam tubuh laki-laki  tetapi dia tahu sebenarnya dia seorang perempuan. Akhirnya diam-diam dia memulai transformasi gendernya. Dan mengaganti namanya menjadi Gwen Araujo, yang dia ambil karena dia mengidolakan Gwen Stefani.

Transformasinya pun tidak berjalan mulus, tetapi keluarga, terutama ibunya Sylvia Guererro mulai menghormati keputusannya. karena ibunya sendiri sudah tahu bahwa Gwen sejak kecil memang menyukai mainan perempuan. Sylvia  juga akhirnya supportif terhadap keputusannya anaknya. Tetapi dia tahu bahanya ada di sekiling anaknya, jika orang-orang tahu kondisi anaknya.

Pada suatu malam, ia dan teman perempuannya pergi berpesta. Akhirnya mempertemukan mereka dengan 4 orang laki-laki. Mengetahui bahwa Gwen ternyata seorang transgender, membuat 4 laki-laki itu marah dan akhirnya membunuhnya. Michael Magidson,  Jaron Cazares,  José Merél, and Paul Merél.

Kematian Gwen pun sudah sampai ke keluarganya. Pasca kematian Gwen pun, ibunda Gwen masih harus berhadapan dengan kebencian masyarakat terhadap transgender, bahkan melakukan hatred-campaign -kampanye kebencian- di depan rumahnya saat prosesi pemakaman.

Dalam persidangan pembunuhan Gwen, pengacara pembunuh-pembunuhnya mengajukan pembelaan yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Gwen (menjadi transgender) adalah sebuah tindakan provokatif yang ikut andil dalam tindakan pembunuhan tersebut

PaulMerél ynag merupakan saudara José Merél pun dibebaskan karena pacarnya yang tidak lain adalah teman perempuan Gwen berkata bahwa ia dan pacarnya (Paul Merél) sudah pulang terlebih dahulu.  Akhirnya Michale Magidson dan José Merél mendapat hukuman penjara 15 tahun atas tindakan pembunuhan tinggat 2. Sedangkan Jason Cazares hanya mendapatkan hukuman 6 tahun setelah pembelaannya diterima.

 

Kematian Gwen menimbulkan perhatian khusus terhadap perlakuan kasar dan kampanye kebencian yang sudah banyka orang lakukan terhadap transgender. Pada tahun 2006, Arnold Schwarzenegger menandatangi undang-undang  bernama “Gwen Araujo Justice for Victims Act“, yang menyatakan bahwa penggunaan bias sosial, termasuk yang dinamakan “panic strategies”-strategi kepanikan- untuk mempengaruhi proses pengadilan tidak kriminal tidak diijinkan.

Saking supportifnya ibu Gwen, pasca meninggalnya Gwen pun, Sylvia memproses penggantian nama anaknya dari Edward menjadi Gwen.

Sangat disayangkan, transgender, terutama transgender women berras kulit berwarna, selalu menjadi target serangan yang keji.

Setiap tahun, Komunitas-komunitas di seluruh dunia menyelenggarakan acara tahuanan  Transgender Day of Remembrance pada bulan November. Acara ini untuk memperingati dan mengenang para transgender yang dibunuh setiap tahunya karena keputusan mereka menjadi diri mereka sendiri.

Berdasarkan laporan, Sylvia Guerrero berpidato pada acara 10 tahun peringatan kematianGwen Araujo. Sebuah acara yang diselenggarakan di San Fransisco, pada hari sabtu 6 Oktober 2012. Acranya sendiri diselanggarakan pada jam 2 siang di Perpustakaan Umum Visitacion Valley San Fransisco.

sumber : GLAAD

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: