Advertisements
ARTIKEL PENGETAHUAN TERBARU, BERITA, BERITA TERKINI, PENGETAHUAN

7 + 1 hal ini membuktikan Anda tidak tahu apa-apa tentang LGBT!

Ketua westboro baptist churh Sumber: friendsofharvey.wordpress.com

Ketua westboro baptist churh
Sumber: friendsofharvey.wordpress.com

Berikut ini 7 point yang kami kutip dari situs Herman Saksono 29/1/2016, dan 1 poin yang kami tambahkan:

1. Apakah seorang homoseks atau LGBT menderita penyakit atau kelainan?

WHO menyatakan bahwa “orientasi seksual bukanlah penyimpangan” sejak tahun 1990. Ini bukan pernyataan sembarangan, karena berbagai lembaga ahli telah menyatakan hal yang sama. Contohnya, Asosiasi Psikolog Amerika (APA) telah mencabut homoseksualitas dari daftar kelainan jiwa sejak tahun 1973. Pemerintah RI juga mengadopsi kriteria WHO sejak 1998. Baru-baru ini, tepatnya Februari 2014, Asosiasi Psikiater Indiamenyatakan bahwa “homoseksualitas bukanlah kelainan jiwa”.

Selain itu, homoseksualitas adalah orientasi seksual. Orang yang berorientasi homoseksual, tidak selalu melakukan hubungan seks dengan sesama jenis.

2. Mengapa homoseksualitas bukan kelainan?

Penelitian oleh Evelyn Hooker membandingkan hasil tes psikologi antara 30 pria gay and 30 pria hetero. Ternyata, pakar-pakar tes kelainan jiwa tidak bisa membedakan mana hasil tes pria gay atau hetero. Kemudian Evelyn menyimpulkan bahwa tidak terbukti ada hubungan antara homoseksual dengan kelainan jiwa. Penelitian ini telah diulang oleh berbagai ilmuwan, dan hasilnya menunjukkan hal yang sama: tidak ada hubungan antara homoseksual dengan kelainan jiwa.

Saat ini, pakar psikologi pada umumnya sepakat bahwa ketertarikan dengan sesama jenis adalah variasi normal dari seksualitas manusia dan bukan indikator kelainan jiwa atau kelainan pertumbuhan. Manusia tidak bisa menentukan orientasi seksualnya dan orang gay bisa befungsi normal di masyarakat.

Selain itu, pasangan LGBT juga mengalami ikatan emosi, romantis, dan seksual seperti layaknya pasangan hetero. Contohnya, dua penelitian tahun 2008 menemukan bahwa pasangan LGBT dan pasangan hetero mengalami kepuasan dan memiliki komitmen yang setara.

3. Apakah seseorang bisa disembuhkan dari homoseksualitas?

83 penelitian antara 1960-2007 tidak membuktikan keberhasilan terapi konversi orientasi seksual. Dari kesekian banyak penelitian itu, hanya satu penelitian yang benar-benar sahih. Terapi-terapi tersebut malah terbukti tidak aman karena berefek samping hilangnya gairah seks, depresi, kecemasan, dan keinginan bunuh diri.

Sejumlah agama memang melarang tindakan homoseksual, maka terapi-terapi tersebut hanya layak ditempuh jika terbukti efek sampingnya tidak parah.

Akan tetapi, sebelum kita sibuk soal terapi, ada pertanyaan yang lebih mendasar: jika LGBT bukan penyakit atau kelainan, mengapa harus disembuhkan?

4. Lalu bagaimana dengan cerita-cerita tentang terapi yang membantu LGBT “kembali normal”?

Pertama, seseorang bisa dilahirkan biseksual dengan kecenderungan ke sesama jenis. Dengan demikian terapi ini sebetulnya tidak banyak membantu. Kedua, kalau kita bilang sebuah terapi itu sukses, maka kita harus membandingkan sekelompok orang LGBT yang diberi terapi dan sekelompok orang LGBT yang tidak diberi terapi. Kemudian, setelah selang beberapa waktu, kedua kelompok tersebut dicek secara menyeluruh apakah benar mereka hanya tertarik ke lawan jenis.

Jika langkah-langkah dilalui, kita baru bisa mengatakan bahwa terapi tersebut berhasil.

5. Apa penyebab orang menjadi homoseksual?

Penyebab homoseksualitas telah diteliti sejak 1989, namun ilmuwan belum bisa menyimpulkan mengapa seseorang dilahirkan LGBT. Kesimpulan sementara, ketertarikan dengan sesama jenis adalah kombinasi antara faktor bawaan genetik, hormonal, dan lingkungan. Misalnya, penelitian tahun 2010 pada semua orang kembar di Swedia (7625 orang responden) menemukan bahwa orientasi seksual banyak terpengaruh oleh faktor genetik dan lingkungan

6. Apakah legalnya LGBT membuka jalan bagi pedofilia?

LGBT dan pedofilia itu tidak sama, sehingga diterimanya LGBT tidak membuka jalan untuk pedofilia. Hubungan pasangan LGBT adalah hubungan manusia dewasa yang bisa memutuskan sendiri pilihannya. Hubungan pedofilia melibatkan orang dewasa dan anak-anak yang dianggap belum bisa membuat keputusan sendiri. Hubungan pedofilia juga masalah hukum, dan di Indonesia dilarang oleh UU Perlindungan Anak.

7. Apakah homoseks menyebarkan penyakit?

Penyakit infeksi seksual seperti HIV/AIDS menyebar melalui hubungan seksual yang tidak aman. Umpama ada dua orang A dan B. A dilahirkan gay dan berperilaku seks aman, sementara B seorang yang hetero dan berperilaku seks tidak aman. Maka B lebih beresiko menyebarkan HIV/AIDS daripada A yang homoseksual.

Perilaku seks aman meliputi berpantang hubungan seks, tidak gonta-ganti pasangan, atau memakai kondom. Selain itu, resiko penularan HIV bisa ditekan dengan mengkonsumsi OBAT  TRUVADA.

8. Homoseksualitas adalah pilihan!*

Ini mungkin pernyataan -tuduhan- yang sering dilontarkan kepada LGBT. Apakah semudah itu orang bisa memilih orientasi seksual? Kalau memang orientasi seksual bisa dipilih, Coba Anda untuk 1 hari saja, memilih orientasi seksusual seorang homoseksual. SIlahkan anda membuktikan bahwa anggapan itu benar. Penelitian tentang homoseksualitas adalah pilihan.

Obat Truvada Sumber : truvada.com

Obat Truvada
Sumber : truvada.com

***

Penolakan terhadap LGBT adalah konstuksi sosial, mengingat ada banyak masyarakat yang menerima LGBT. Kita diajari untuk membenci LGBT. Memang ada beberapa agama yang mengutuk hubungan seks homoseksual. Tapi Indonesia bukan negara agama. Melarang dan mengatur hubungan LGBT adalah tindakan yang tidak pada tempatnya. Saya setuju dengan pendapat Menristekdikti, Mohamad Nasir, bahwa menjadi lesbian atau gay itu hak individu:

Akan tetapi, konsensus komunitas riset sudah mengakui bahwa LGBT bukanlah penyakit atau kelainan jiwa. Maka, menteri yang mengatur riset dan pendidikan tinggi seharusnya justru melindungi kelompok minoritas LGBT di perguruan tinggi. Bukan malah mendiskriminasi mereka.

*point tambahan kabarLGBT

Dikutip dari Herman Saksono dengan judul asli “Tujuh Hal tentang LGBT yang sebaiknya Anda tahu”, truvada.com

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: