Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

92 persen remaja Hongkong mendukung perlindungan terhadap LGBT

York Chow, Equal Opportunities Commission

York Chow, Equal Opportunities Commission

Study terbaru yang dikeluarkan pada tanggal 26 januari 2016 di Hongkong, menyebutkan bahwa 92 persen remaja di Hongkong mendukung perlindungan terhadap kamu LGBT.

Study yang dilakukan oleh Komisi Kesetaraan Oportunitas, mengatakan bahwa diskriminasi terhadap LGBTI biasanya terjadi dalam lingkup pekerjaan, pendidikan, penyedia layanan, tempat-tempat pembuangan sampah, begitu juga di kantor-kantor pemerintahan.

Kabar serupa juga datang dari survei yang diadakan melalui sambungan telefon. Mereka menemukan bahwa jumlah orang yang menyatakan dukungan terhadap Anti Diskriminasi double, dari 28,7% 1o tahun ynag lalu menjadi 55,7% saat ini.

91.8% remaja berumur 18-24 tahun mengatakan bahwa Undang-Undang Anti Diskriminas diperlukan dan hampir separohnya atau 48.9% golongan beragama pun menyetujuinya.

‘This study is the most comprehensive of its kind in Hong Kong,’ said York Chow, chairperson of the EOC.

— “Penelitian ini adalah penelitian yang paling komprehensif di Hongkong,” kata Ketua EOC, York Chow

“Perlakuan diskriminasi yang berbasis pada orientasi seksual, identitas gender dan status Interseksual tidak mempunyai tempat di kota internasional dan pusat perniiagaan seperti Hongkong. Diskriminasi seperti itu akan melukai LGBTI secara fisik, emosi dan keuangan. Diskriminasi itu juga melukai kemampuan kota untuk menarik dan mempertahankan bakat-bakat, juga reputasi kita sebagai masyarakat yang ramah dan terbuka” tambahnya.

‘Ini waktunya pemerintah mempertimbangkan langkah berikutnya untuk memastikan perlindungan terhadap kamu LGBTI terhadap diskriminasi.’

Hasil dari penelitian tersebut menyarankan pemerintah untuk melakukan konsultasi publik mengenai Undang-undang Anti Diskriminasi dan memberikan pelatihan Anti Diskriminasi kepada pegawai-pegawai pemerintahan dan pekerja lain pada umumnya. Memberikan pendidikan publik untuk menghilangkan mitos dan konsep yang salah tentang LGBTI dan memperluas targetnya guna memastikan kesetaraan LGBTI dalam partisipasi di masyarakat.

Kelompok LGBTI bernama Pink Alliance menyambut baik hasil penelitian tersebut dan meminta pemerintah untuk menerapkan saran tersebut.

“Penemuan itu memperjelas diskriminasi terhadap seksualitas dan gender yang dialami kaum minoritas dalam segala lingkung kehidupan mereka. Bahwa kaum menoritas -seksual dan gender- mendapatkan diskriminasi adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri,” Kata Billy Leung, Wakil ketua Pink Alliance.

‘The focus of our discussion should be on the substance of the draft legislation and reasonable exemptions, not whether we should legislate.’

— “Fokus dari diskusi ini seharusnya pada pokok rancangan undang-undangnya dan pembebasan yang beralasan, bukan pada apakah kita harus mengaturnya’

“Memulai proses legislatif membantu menjembatani pandangan-pandangan stakeholder dan membantu menyeimbangkan perspektif yang beragam di masyarakat,” ujar Leung

“Ini juga menghindarkan munculnya proses pengadilan yang mahal karena kebijakan-kebijakan yang sudah kuno dan tidak adil.

sumber: gaystarnews

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: