Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI, LAGU

David Bowie sang rocker yang pernah bingung dengan orientasi seksualnya.

David Robert Jones atau yang kita kenal sebagai David Bowie lahir 8 januari 1947 adalah seorang rocker yang sangat terkenal, terutama pada era 70 an. 2 minggu yang lalu, tepatnya 10 januari 2016 pada umur 69 tahun -dua hari setelah ulang tahunnya ke 69- meninggal setelah sekitar 18 bulan berperang dengan kanker.

Dunia musik dan komunitas LGBT pun terbawa berita duka tersebut, bagaimana tidak, David Bowie yang namanya meroket tahun 1972 dengan lagunya berjudul Ziggy Stardust adalah sosok yang sensasional terutama tentang orientasi seksualnya.

David Bowie sumber foto : recorder.blog

David Bowie
sumber foto : recorder.blog

Pada tahun 1972, dia mengaku bahwa dirinya adalah seorang gay dalam pernyataannya “I’m gay and always have been, even when I was David Jones,” ungkapannya kepada majalah Melody Maker. “Saya gay dan selama ini juga gay bahkan ketika saya -bernama- David Jones.” Pernyataan itu dia lontarlkan 5 tahun setelah homoseksualitas diangkat dari kategori kriminalitas di Inggris Raya.

Pada bulan september 1976 kepada majalah playboy Bowie  memberikan pernyataan, “It’s true—I am a bisexual. But I can’t deny that I’ve used that fact very well. I suppose it’s the best thing that ever happened to me.”  — Ya itu benar — Saya seorang biseksual. Tetapi saya tidak bisa mengingkari bahwa saya sudah terbiasa dengan fakta itu dengan baik. Saya rasa ini adalah hal terbaik yang pernah terjadi dengan saya. Pernyataan itu pun pasti membuat banyak rang bingung karena 4 tahun sebelumnya dia mengatakan sebagai seorang Gay. Istri Bowie sendiri menambahkan bahwa suaminya pernah menjalin hubungan dengan musisi ternama rolling stone, Mick Jagger tahun 1970 an.

Tahun 1983 dalam interviewnya dengan rolling stone, Bowie membuat pernyataan yang lagi-lagi membingungkan dunia “the biggest mistake I ever made” and “I was always a closet heterosexual.” — Kesalahan terbesar yang pernah saya lakukan dan Saya dari dulu adalah seorang heteroseksual yang bersembunyi.” Dia mengatakan bahwa sensasi menjadi Gay atau biseksual adalah sebuah dobrakan kode moral yang memang dibubuhkan kepadanya oleh media dan labelnya.

Ya tidak bisa dipungkiri, Homoseksualitas pada tahun 70an sedang marak-maraknya diperdebatkan dan masih dianggap terlalu ekstrem.

David Bowie di Istana Mangkunegara sumber foto : femina

David Bowie di Istana Mangkunegara
sumber foto : femina

Selain sensasi tersebut, sebenarnya Bowie juga merupakan sosok yang sangat dekat dengan Indonesia. Bahkan dia membuat Villanya dengan Style a la Bali. Bowie pun pernah berkunjung di Keraton Mangkunegaran Solo tahun 1991.

Selamat Jalan Bowie, bagaimanapun kamu sudah mengangkat label Gay dan Biseksualitas ke permukaan.

sumber : wikipedia dan gaystarnews

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 20 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: