Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI

Seorang Dokter dari California membantu membangun keluarga Gay di Jepang

Bulan ini saya di Jepang menggelar seminar di Jepang membahas kesuburan dan bayi tabung untuk komunitas LGBT.

Sangat sulit untuk dibayangkan bahwa hal ini belum dibahas secara proaktif di Jepang, Saya sudah bekerja dengan LGBT di Amerika selama 20 tahun. Sudah tidak terhitung lagi, saya dengan bangga membawakan opsi Pembangunan Keluarga untuk orang-orang di Eropa, seperti Inggris, Spanyol, Italia dan negara-negara lainnya. Saya juga sudah pergi ke Cina membahas hal tersebut. Malah bulan depan, saya akan pergi ke Beijing, Shenzhen dan daerah-daerah lainya untuk melanjutkan pembicaraan-pembicaraan yang sudah saya mulai di sana.

Sampai sekarang di Jepang sendiri permasalahan seputar LGBT dan pasangan sesama jenis yang mempunyai anak masih disembuniykan, bahkan orang-orang jepang sendiri mulai menarik diri dari tema ini.

Sejak memulai karir, memberdayakan kelompok-kelompok yang kehilangan haknya yang selama ini percaya bahwa mereka tidak punya pilihan untuk mendirikan keluarga mereka sendiri  adalah hal yang sangat penting untuk saya. Apakah itu orang-orang yang dengan HIV, pasangan sesama jenis, atau penduduk-peduduk yang berasal dari negara-negara lain. Tidak ada yang bisa membuatku lebih bahagia selain melihat orang-orang yang selama ini merasa bahwa mimpi mereka dipadamkan sekarang sudah bisa melihat masa depan mereka yang lebih cerah. Faktanya adalah, dengan siapapun kami bekerja, selama bekerja dalam masalah kesuburan akan membuatku senang.

Seminar pemberdayaan ini bisa terselenggara di Jepang berkat visi dan kerja keras 2 orang lesbian dari jepang yang vokal.

Koyuki Higashi sumber foto : advocate.com

Koyuki Higashi
sumber foto : advocate.com

Koyuki Higashi and Hiroko Masuhara sudah bersama-sama selama 4 tahun. Higashi adalah model dan TV personality yang juga seorang aktivis.  Pasangan ini bisa dibilang pasangan yang dinamik, saat ini sedang fokus untuk membawakan Persamaan kepada komunitas LGBT di Jepang.

Di Jepang, perlindungan hukum dan pengakuan sosial terhadap kaum LGBT bisa dikatakan jauh tertinggal 30 tahun dibanding di Amerika.  Masuhara menyebutkan bahwa pelayanan pembentukan keluarga adalah hal yang prosesnya paling lambat saat ini.

Belum lama,  pasaangan ini sudah diberikan Sertifikat Pengakuan Civil Union pasangan sesama jenis pertama di Jepang (walaupun tidak disebut “pernikahan” oleh pemerintah). Dua tahun yang lalu mereka adalah pasangan pertama yang menyelenggarakan pernikahan sesama jenis pertama di Tokyo Disney Sea Themepark. (walaupun pada saat itu pemerintah belum mengakuinya).

Karena sekarang mereka ingin membangun sebuah jeluarga, mereka menkonsentrasikan usaha mereka untuk mebawakan Opsi Pembangunan Keluarga kepada komunitas mereka (LGBT) di Jepang. Mereka ingin menggunakan perjalanan-perjalanan dan pengaruh mereka untuk memberikan ispirasi kepada yang lain yang mungkin sedang dalam situasi yang serupa.

Di Jepang, bayi tabung sebenarnya tidak illegal. Meskipun,  Japan Society of Obstetrics and Gynecology mempunyai garis-garis pedoman yang melarangnya. Jadi, dokter sendiri tidak akan dihukum karena membantu orang mendapatkan anak melalui proses bayi tabung, tetapi dokter tersebut bisa kehilangan ijin prakteknya dari Assosiasi, sehingga sebenarnya efek akhirnya membuat ini (bayi tabung) illegal.

Karena itu, dokter tidak akan melakukan pembuahan buatan dan prosedur fertilisasi in vitro kepada lesbian. Lagi. ini sebenarnya tidak illegal. Pembuahan buatan dan prosedur IVF terjadi setiap saat di Jepang untuk pasangan heteroseksual yang sudah menikah yang ingin memiliki anak. Kebijaksanaan itu secara ketat membidik wanita single dan para lesbian yang mana melarang mereka mendapatkan bantuan pembuahan buatan oleh dokter.

Hal tersebut membuat pasangan lesbian seperti Higashia dan Masuhara mencari bantuan keluar Jepang atau melakukannya dengan cara lama, yaitu dengan seorang teman laki-laki dan melakukan teknik pembuahan sendiri seperti pada tahun 50 an.

Pada bulan ini, seminar akan menyodorkan pandangan penting kepada komunias-komunitas yang sedang berjuang di Jepang. Ini juga akan memberi kami kesempatan untuk membagikan informasi kunci tentang beberapa pilihan yang harus orang-orang lakukan dengan ahli kesuburan dan bayi tahung di Amerika Serikat.

Baru-baru ini terjadi beberapa skandal dengan penyedia jasa kesuburan dan bayi tabung di Thailand yang sudah memberikan pandangan buruk di  Jepang. Meyakinkan orang-orang tentang keamanannya, sistem yang teruji seperti yang kami miliki di Amerika ini adalah hal yang sangat penting untuk membuka mata mereka bahwa ini adalah mungkin.

Even ini akan diadakan oleh klinik kesuburan saya bersama dengan Agensi bayi tabung A Perfect Match dan The Reproductive Law Center, yang mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun di California Selatan. Tuan Rumahnya adalah J Baby, partner yang kritis dalam seminar ini. karena dia mempunyai spesialisasi membantu orang-orang jepang yang mencari opsi kesuburan di Amerika Serikat.

Ini bukan suatu kebetulan kenapa banyak partner yang membawa seminar ini ke Jepang berbasis di California. Fokus keberhasilannya adalah praktek-praktek yang aman dan terdaftar serta hukum-hukum tentang ini, dengan bantuan orang-orang yang datang dari seluruh dunia yang ingin membantu membangun keluarga mereka.

Sensus terakhir menunjukkan bahwa kurang dari 4 persen LGBT di Jepang mempunyai anak, jumlahnya naik tajam di Amerika serikat karena adanya hukum-hukum dan akses yang mereka punya untuk mendapatkan bantuan dalam proses reproduksi.  Biar pun bayi tabung adalah illegal di beberapa negara bagian seperti New York dan Michiganm praktek ini diperbolehkan di California.

Kami berharap bahwa seminar ini menjadi sebuah langkap besar untuk membuat mimpi menjadi kenyataan kepada saudara-saudara LGBT di Jepang.

Seminar Membangun Keluarga Melalui Bayi Tabung dan Donasi Sel Telur ini akan diadakan pada tanggal 19 Januari di Trunk oleh Shoto Gallery, lantai tiga (Shoto 1-5-4, Shibuya-ku, Tokyo).

Dr. Guy Ringler sumber foto : advocate.com

Dr. Guy Ringler
sumber foto : advocate.com

Menjadi orang tua gay di Amerika itu sangat sulit, tetapi di Jepang bisa dibilang tidak mungkin. Kata Dr. Guy Ringler, yang sedang bekerja dalam isu tersebut. Dia adalah seorang dokter bersertifikat dalam bidang kebidanan dan genekologi dan reproduksi endrokrinologi dan infertilitas. DIa bermitra dengan California Fertility Partners.

 

dikutip dan diterjemahkan dari artikel di advocate.com

 

 

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: