Advertisements
BERITA, BERITA TERKINI, FIGURES TERBARU, PUBLIC FIGURES

Pastur Gay di Vatikan

Sering kali terdengar di komunitas LGBT  slentingan tentang eksistensi pastur-pastur gay.  Tapi pada tanggal 7 Oktober 2015, beberapa harian berita di Luar Negeri, dan dalam negeri seperti merdeka memberitakan tentang dipecatnya Krzysztof Charamsa, seorang pastur di Vatikan, yang melakukan coming out, dia mengatakan bahwa dirinya adalah penyuka sesama jenis sejak lama.

Atas pengakuan tersebut, Krzysztof Charamsa dikirim ke pegunungan Alpen Swiss untuk menjalani terapi agar menjadi heteroseksual.

Pada hari Selasa 6 Juni 2015, CBS news melaporkan bahwa juru bicara Vatikan Federico Lombardi mengaku punya alasan kenapa pihaknya terpaksa melucuti semua jabatan dan hak Charamsa. Tahta Suci beralasan romo 43 tahun itu mengganggu jalannya pertemuan uskup, serta mencari popularitas pribadi dengan pengakuannya kepada media.

Salah satu sobat Charamsa, Mario Bonfanote, mengatakan sang pastur gay dipaksa mengikuti terapi awal pekan ini. “Charamsa diperintahkan pergi ke biara Venturini, di Trento, untuk kembali menemukan jalan yang benar,” kata Bonfanote.

Telegraph pun melaporkan bahwa Charamsa membenarkan ada perintah pelatihan itu dari Vatikan. Dia buru-buru menolaknya. “Mereka ingin ‘menyembuhkan’ saya tapi saya menolak pergi.”

sumber foto : merdeka.com

sumber foto : merdeka.com

Eduard, teman gay pastur Krzysztof Charamsa menemainya pada saat acara pers. Pastur Charamsa pun membantah jika pernyataannya di depan media adalah demi sensasi. Dia menyatakan bahwa tindakannya tersebut untuk mengubah persepsi para uskup yang sedang membahas definisi keluarga katolik.

“Saya ingin gereja Katolik bisa menjadi tempat bernaung penuh kasih bagi umatnya yang homoseksual,” kata Charamsa.

“Intinya, saya berusaha jujur. Saya seorang pastur, saya gay. Saya bahagia dan bangga menjadi pastur yang homoseksual,” tandasnya.

Hal yang menggegerkan dunia yang terjadi di lingkungan Vatikan bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya Paus Fransiskus sendiri dalam uangkapannya : “Jika ada seseorang yang gay dan mencari Tuhan dan berniat baik, siapa lah saya ini untuk menghakimi mereka?” kata Fransiskus pada 29 Juli 2013. Dia tetap berpendirian bahwa homoseksualitas tidak diterima dalam agama Katolik, tetapi dia menegaskan bahwa gereja harus lebih ramah kepada komunitas LGBT, dia pun menambahkan bahwa dia tidak sampai hati menghakimi para gay ynag berbuat baik.

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 23 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: