Advertisements
ARTIKEL KESEHATAN TERBARU, Kesehatan

STD – Penyakit Menular Seksual

STDs-Gone(STD) Sexually transmitted Dieases Atau Penyakit menular seksual adalah penyakit-penyakit yang menjangkit manusia yang disebabkan oleh hubungan seksual. Penyakit-penyakit yang dikategorikan dalam STD ini adalah yang paling ditakuti oleh setiap orang. Kelompok resiko rentan terinfeksi adalah orang yang sering „jajan” atau punya kebiasaan perilaku seksual yang tidak sehat.

Adalah mitos kalau perilaku seksualitas Gay adalah penyebab terbesar menularnya penyakit-penyakit ini. Semua perilaku seksual yang tidak sehat –bersih dan aman- sangat rentan terhadap penyakit-penyakit ini baik homoseksual maupun heteroseksual. Bahkan berdasarkan liputan CNN Indonesia pada tanggal 2 Desember 2014, pengidap AIDS tertinggi di Indonesia adalah Ibu rumah tangga.

Walaupun demikian, sebaiknya siapa pun itu, memastikan bahwa aktifitas seksualnya dilakukan secara sehat, bersih dan aman.

Mari kita bahas jenis-jenis penyakit menular seksual berikut ini.

Penyakit Menular Seksual sendir dibagi menjadi 2 golongan.

  1. Yang disebabkan oleh Virus
  2. Yang disebabkan oleh Bakteri

DISEBABKAN OLEH VIRUS

Virus-virus yang bisa menular melalui aktifitas seksual adalah sebagai berikut:

HIV (Human Immunodeficiency Virus)

std -aids

sumber foto : viralinfections.info

Bill Kirby tries to comfort his dying son, David, 1990.

Bill Kirby tries to comfort his dying son, David, 1990.

sumber foto : time.com

Seperti yang banyak dari kita sudah tahu, virus ini adalah penyebab AIDS (Acquired immune deficiency syndrome). Seperti namanya, virus ini menyerang kekebalan tubuh. Sistem kekebalan yang seharusnya memerangi segala sesuatu yang melemahkan tubuh, dibuat tidak bekerja seperti seharusnya. Hal ini menyebabkan orang yang terjangkit virus HIV rentan terhadap infeksi, penyakit bahkan kanker. AIDS sendiri sebenarnya tidak semata-mata penyakit menular seksual, tetapi salah satu perantara penularannya adalah melalui tindakan seksual. Penularan AIDS lainnya Adalah melalui jarum suntik, jatum tato yang tidak bersih.

Gejala-gejala:

  • Kehilangan 10% berat badan lebih dari satu bulan tanpa sebab.
  • Diare lebih dari 1 bulan
  • Demam yang berlangsung lebih dari satu bulan baik konstan maupun datang dan pergi
  • Batuk kering yang tidak sembuh-sembuh
  • Kulit gatal-gatal di seluruh tubuh
  • Herpes zoster (semacam cacar air) yang tak kunjung sembuh
  • Candidiasis, yang putih, mengangkat ruam pada mulut, lidah dan tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak dan selangkangan) dengan tanpa atau infeksi aktif.

Sejarah HIV

Sejarah 1926

Beberapa ilmuwan menganggap HIV menyebar dari kera ke manusia antara 1926-1946. Penelitian sekarang menunjukkan bahwa HIV kemungkinan pertama meloncat dari simpanse ke manusia pada 1675 tetapi jenis virus itu tidak menetapkan diri sebagai epidemi hingga 1930.

Sejarah 1959

Seorang laki-laki meninggal dunia di Kongo dengan apa yang dianggap peneliti sebagai kematian AIDS pertama yang terbukti. Kasus HIV AIDS pertama dilaporkan terjadi di Kinshasha, di Kongo tahun 1959. Kemudian virus tersebut terbawa hingga ke Atlantika, dan menjangkiti seorang remaja bernama Robert Rayford, yang tinggal di Missouri, Amerika. Dokter percaya bahwa Rayford mungkin adalah seorang penjaja seks pria, yang kemudian meninggal diserang AIDS tahun 1969.

Kemudian pada tahun 1977, virus ini telah sampai di Eropa. Seorang pelaut bernama Arvid Noe adalah korban pertamanya.

Sejarah 1978

Laki-laki gay di AS dan Swedia – dan laki-laki heteroseks di Tanzania dan Haiti – mulai menunjukkan tanda apa yang nantinya akan disebut gejala AIDS.

Sejarah 1980

Kematian karena AIDS di AS: 31 (termasuk semua kasus sebelum 1981).

Sejarah 1981

Sarkoma Kaposi (KS) adalah bentuk kanker kulit yang jarang dan umumnya relatif tidak ganas, yang cenderung dialami hanya oleh orang lanjut usia. Tetapi pada Maret sedikitnya delapan kasus yang lebih ganas sudah dilaporkan di antara laki-laki muda yang gay di New York, AS.

Seorang teknisi obat di Centers for Disease Control (CDC), AS, mencatat sejumlah permintaan yang luar biasa tinggi untuk obat pentamidin, obat yang dipakai untuk mengobati pneumoniaPneumocystis carinii (PCP). Ini mengakibatkan laporan ilmiah tentang PCP yang luar biasa pada lima laki-laki gay dari Los Angeles, AS.

Penelitian yang dimulai mencari penyebab PCP di Los Angeles dan KS di New York, AS. Calon utama penyebab yang timbul adalah popper atau penghirup nitrat. Penyebab lain yang mungkin adalah unsur menular.

Ada berbagai teori mengenai kemungkinan penyebab kasus infeksi oportunistik (IO) ini. Tetapi karena hanya sangat sedikit yang diketahui mengenai penyakit baru ini, ada kekhawatiran mengenai daya menularnya, dan apakah penyakit dapat disebarkan oleh orang tanpa gejala. Pengetahun mengenai penyakit ini berubah begitu cepat sehingga asumsi yang diambil sering dibuktikan salah setelah hanya beberapa bulan. Contohnya, pada Juli CDC beranggapan bahwa orang bukan gay tidak rentan terhadap penyakit ini.

Namun, sebelum akhir tahun, kasus PCP pertama tampak di antara pengguna narkoba. Pada saat yang sama, kasus pertama dilaporkan dari Inggris.

422 kasus AIDS didiagnosis di AS; 159 meninggal dunia.

Sejarah 1982

Penyakit masih belum diberi nama, dengan berbagai kelompok memakai istilah yang berbeda-beda. CDC AS umumnya mengacunya dengan nama IO, contohnya limfadenopati, walau kadang dipakai istilah “Kaposi’s Sakoma and Opportunistic Infections (KSOI)”. Sebaliknya beberapa kelompok masih mengkaitkan penyakit ini dengan kejadian pertama di antara laki-laki gay, dengan surat pada The Lancet memakai nama “gay compromise syndrome”. Yang lain memakai nama GRID (Gay-Related Immune Deficiency – penurunan kekebalan tubuh yang dihubungkan dengan kaum gay), AID (acquired immunodeficiency disease), “kanker gay” atau “community-acquired immune dysfunction.

Pada Juni, ada laporan mengenai sekelompok kasus di antara laki-laki gay di California Selatan, yang memberi kesan bahwa penyakit disebabkan oleh suatu unsur yang menular melalui hubungan seks.

Nanti, pada bulan yang sama, laporan pertama muncul mengenai penyakit yang terjadi di antara orang Haiti, serta juga orang dengan hemofilia. Ada yang menganggap bahwa ini adalah bukti bahwa epidemi berawal dari Haiti.

Kejadian penyakit pada orang non-gay berarti nama seperti GRID tidak cocok lagi. Pada Juli, akronim AIDS, kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome (sindrom dapatan yang disebabkan oleh penurunan sistem kekebalan tubuh) dianjurkan pada pertemuan di AS. Istilah SIDA dipakai dalam bahasa Prancis dan Spanyol.

Pada Agustus, nama AIDS mulai dipakai oleh surat kabar dan jurnal ilmiah, tetapi sindrom baru didefinisikan secara resmi oleh CDC pada September.

Beberapa organisasi layanan AIDS sukarela mulai didirkan di AS, termasuk San Francisco AIDS Foundation (SFAF), serta Gay Men’s Health Crisis (GMHC) di New York. Pada November, organisasi AIDS pertama didirikan di Inggris, yaitu Terrence Higgins Trust, yang mengenang orang pertama yang diketahui meninggal karena AIDS di negara itu.

Pada Desember, seorang bayi berusia 20 bulan meninggal karena infeksi terkait AIDS, setelah menerima beberapa transfusi darah. Kasus ini memberi bukti jelas bahwa AIDS disebabkan oleh unsur menular dalam darah, dan menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan transfusi darah.

Pada Desember, CDC juga melaporkan kasus pertama penularan yang kemungkinan terjadi dari ibu-ke-bayi. Oleh karena beberapa kasus ini, semakin banyak orang mulai sadar terhadap penyakit baru ini, karena semakin jelas bahwa kelompok orang yang terpengaruh jauh lebih luas.

AIDS dilaporkan terdapat di 14 negara di seluruh dunia.

Sejarah 1983

Pada Januari, mulai muncul laporan mengenai AIDS di antara perempuan tanpa faktor risiko lain, yang memberi kesan bahwa penyakit dapat menular melalui hubungan heteroseksual.

AIDS Candlelight Memorial pertama

AIDS Candlelight Memorial pertama dilaksanakan di San Francisco, AS.

Pada Mei, para dokter di Institute Pasteur di Prancis memisahkan sebuah virus baru yang mungkin penyebab AIDS. Virus ini disebut virus terkait limfadenopati (lymphadenopathy-associated virus/LAV). Contoh dikirim ke CDC dan National Cancer Institute (NCI) di AS.

Di Eropa, ada dua epidemi AIDS, satu berhubungan dengan Afrika, sementara yang lain berhubungan dengan laki-laki gay yang pernah mengunjungi AS. Laporan resmi pertama tentang AIDS di Inggris dibuat oleh Departemen Kesehatan Inggris. Tiga orang di Inggris telah meninggal. Kematian orang Australia pertama karena AIDS dicatat di Melbourne.

Pada saat ini, dokter yang bekerja di bagian Zambia dan Zaire mengamati munculnya bentuk KS yang sangat ganas. Kanker ini adalah endemik di Afrika Tengah, tetapi sebelumnya hanya berlanjut secara perlahan dan menanggapi pengobatan dengan baik, sementara kasus baru tampaknya jauh berbeda, dan sering mematikan.

CDC AS coba memberi penenteram hati dengan mengumumkan bahwa penyebab AIDS tidak diketahui, tetapi kemungkinan besar disebabkan oleh unsur yang disebarkan oleh hubungan seks dan melalui jarum suntik yang tercemar. Tidak ada bukti bahwa AIDS dapat menyebar melalui udara, atau melalui kontak sehari-hari.

Nanti dalam tahun ini, jumlah anak AIDS meningkat, dan ada kesepakatan bahwa anak itu memperoleh infeksi dari ibunya di dalam rahim atau saat persalinan. Juga, jelas virus penyebab AIDS dapat disebarkan melalui transfusi darah.

Konferensi AS pertama tentang AIDS dilaksanakan di Denver pada Juli. Sekelompok aktivis dengan AIDS masuk konferensi tersebut tanpa undangan, dan menyatakan pernyataan yang sekarang diketahui sebagai Asas Denver. Asas mulai dengan desakan agar “Kami menolak ditandai sebagai “korban”, istilah yang berbau kegagalan.”

Dr. Zubairi Djoerban melaksanakan penelitian terhadap 30 waria di Jakarta. Karena rendahnya tingkat limfosit dan gejala klinis, Dr. Zubairi pastikan dua di antaranya terinfeksi.

Pada September, CDC menerbitkan anjuran pertamanya mengenai kewaspadaan untuk petugas layanan kesehatan untuk mencegah penyebaran AIDS. Di Inggris, orang yang mungkin rentan terhadap AIDS diminta agar tidak mendonasi darah.

AIDS telah dilaporkan di 33 negara. 3.000 orang AS AIDS, di antaranya 1.283 telah meninggal.

Sejarah 1984

Dr. Robert Gallo
Dr. Robert Gallo

Pada April, pemerintah AS mengumumkan bahwa Dr. Robert Gallo di NCI telah memisahkan retrovirus penyebab AIDS dan itu diberi nama HTLV-III. Diumumkan bahwa sebentar lagi akan tersedia tes darah yang dapat menemukan antibodi terhadap virus.

Sekretaris Health and Human Service AS, Margareth Heckler, meramalkan secara yakin bahwa epidemi akan cepat selesai. Dia berkata “akan ada vaksin dalam beberapa tahun dan obat yang menyembuhkan AIDS sebelum 1990.”

Ada kemungkinan besar bahwa HTLV-III adalah sama dengan LAV yang ditemukan oleh Pasteur Institute.

Gaetan Dugas, yang disebut “pasien nol”, meninggal dunia. Dia dianggap orang yang “membawa” AIDS ke Amerika Utara. Sebetulnya istilah pasien nol timbul akibat kesalahpahaman; pada awal dia disebut “pasien O’ untuk ‘Out of California (di luar California)’, tetapi dibaca ‘pasien 0’.

Di San Francisco, AS, semua “tempat pemandian” kaum gay ditutup.

Para peneliti yang mengunjungi Afrika Tengah melaporkan ditemukannya 26 pasien dengan AIDS di Kigali, Rwanda, dan 38 di Kinshasa, Zaire. Penelitian di Rwanda menyimpulkan bahwa keterkaitan antara lingkungan perkotaan, penghasilan yang relatif tinggi, dan ‘seks bebas’ adalah faktor risiko untuk AIDS di Afrika. Penelitian di Zaire menemukan kemungkinan besar ada kaitan dengan penyebaran heteroseksual.

Pusat pertukaran jarum suntik pertama dalam skala kecil di buka di Amsterdam, Belanda.

Menjelang akhir 1984 7.699 kasus AIDS di antara orang AS, dengan 3.655 di antaranya sudah meninggal. Di Eropa, dilaporkan 762 kasus.

Sejarah 1985

Food and Drug Administration (FDA) di AS menyetujui tes diagnosis AIDS dari Gallo yang didasarkan teknik Western blot. Segera setelah itu perangkat tes antibodi komersial pertama disetujui. Nanti dalam tahun ini Institute Pasteur mengajukan tuntutan perkara melawan NCI, menuntut pembagian royalti dari tes darah AIDS yang telah dipatenkan oleh NCI.

Ada kekhawatiran mengenai beberapa masalah sosial dan etika terkait tes baru. Terutama adalah masalah terkait kerahasiaan dan artinya/dampak hasil tes yang positif.

RSCM dan FK-UI membentuk satuan tugas untuk mengkaji masalah AIDS, yang dikenal sebagai POKDISUS AIDS.

Konferensi internasional pertama tentang AIDS dilaksanakan di Atlanta, AS, dihadiri oleh 2.000 peserta. Segera setelah konferensi ini, WHO melakukan pertemuan internasional untuk membahas pandemi AIDS dan memulai tindakan sedunia yang terkordinasi.

Banyak orang diketahui terinfeksi di Afrika Tengah. Di Uganda AIDS dikenal sebagai “penyakit kurus,” karena efek wasting yang diakibatkannya.

Aktor Rock Hudson meninggal karena AIDS. Ia adalah tokoh masyarakat pertama yang diketahui meninggal karena AIDS. Juga di AS, Ryan White, seorang hemofilia berusia 13 tahun yang AIDS, dikeluarkan dari sekolah.

Pada awal, WHO memakai definisi AIDS pertama yang dikembangkan di AS pada 1982 untuk surveilans. Tetapi definisi ini membutuhkan sarana laboratorium yang tidak tersedia di sebagian besar negara di Afrika. Jadi pada 1985 definisi klinis baru dari World Health Organisation (WHO) tentang AIDS di Afrika disetujui, disebut sebagai definisi Bangui.

Pada tahun ini, pengetahuan mengenai cara penularan berkembang lagi, dengan laporan pertama mengenai penularan dari ibu-ke-bayi melalui menyusui.

Menteri Kesehatan RI, Dr. Soewandjono Soerjaningrat, menjawab pertanyaan wartawan, “Kalau kita taqwa pada Tuhan, kita tidak perlu khawatir terjangkit penyakit AIDS.”

Menjelang akhir tahun, AIDS dilaporkan terdapat di 51 negara, di semua benua.

Sejarah 1986

Program pertukaran jarum suntik pertama dibuka di Inggris.

Seorang wanita berusia 25 tahun, meninggal dunia di RSCM, tes darahnya memastikan bahwa dia terinfeksi HTLV-III, dan dengan gejala klinis yang menunjukkan AIDS. Kasus ini tidak dilaporkan oleh Depkes.

Menjadi jelas virus LAV dan HTLV-III sebenarnya sama. Suatu panitia internasional menyatakan bahwa kedua nama tersebut sebaiknya dibatalkan dan diganti dengan nama baru, yaitu Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Pada Konferensi AIDS Internasional kedua di Paris, Prancis, ada laporan awal tentang penggunaan obat zidovudine (AZT) untuk mengobati AIDS. Tetapi Direktur WHO melaporkan pada konferensi bahwa sampai 10 juta orang di seluruh dunia mungkin sudah terinfeksi HIV.

WHO meluncurkan strategi AIDS sedunia. Pada pertemuan WHO mengenai penyebaran AIDS di antara pengguna narkoba, dianjurkan penyediaan jarum suntuk yang steril pada pengguna narkoba sebaiknya di antara tindakan pencegahan oleh negara-negara sendiri untuk mencegah penyebaran AIDS.

Surgeon General’s Report

Menteri Kesehatan (Surgeon General) AS menerbitkan laporan utama tentang AIDS. Laporan ini adalah pernyataan besar pertama mengenai apa yang harus dilakukan di AS untuk mencegah AIDS.

Menteri Kesehatan Uganda mengatakan bahwa negaranya terserang AIDS, dan negara Afrika lain mengikuti dengan mengajukan permintaan untuk mendapatkan bantuan WHO. Departemen Kesehatan Zambia meluncurkan program pendidikan nasional tentang AIDS, membawa pendidikan AIDS ke sekolah dan kelompok masyarakat melalui tarian, sandiwara, dan lagu.

Seperti di negara maju, AIDS di Afrika ditemukan terutama pada orang muda dan usia pertengahan, sering yang belum nikah. Juga diakui bahwa sebagian infeksi terjadi akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian dalam sarana kesehatan.

Di Inggris, pemerintah membentuk Panitia Kabinet tentang AIDS.

Pada akhir 1986, 85 negara sudah melaporkan 38.401 kasus AIDS pada WHO, dengan 84 di antaranya di Asia.

HPV (Human papillomavirus).

Banyak sekali penyakit-penyakit yang disebabkan oleh Virus ini, setidaknya ada 40 penyakit. Yang semuanya bisa ditularkan melalui aktifitas seksual yang menyerang alat kelamin dan anus.. Penyakit-penyakit tersebut di antaranya adalah:

  • Kutil pada alat kelamin
  • Kanker mulut, tenggorokan, penis, vagina dan anus
  • Kanker Cervic (70% penyebab kanker ini adalah HPV

std.hpv

sumber foto : lifecaredental.com.au

std-hpv1

sumber foto: everything-i-can.co.za

std-hpv2

sumber foto: everything-i-can.co.za

Virus-Virus Hepatitis

std-hepatitis

sumber foto: womenhealthorder.com

Mungkin banyak yang tidak tahu dan mengerti bahwa penyakit hepatitis itu sangat berbahaya serta penularannya bisa melalui aktifitas seksual. Hepatitis sendiri ada 3 yaitu hepatitis A,B dan C. Hepatitis A adalah penyakit yang disebabkan virus hepatitis A yang menyebabkan infeksi hati dalam jangka waktu pendek. Ini bisa tertular melalui aktifitas seksual, tetapi yang paling sering tertular melalui aktifitas seksual adalah hepatitis B dan C. Dua hepatitis ini adalah yang paling serius, dan berkepanjangan. Kerusakan hati yang disebabkan bisa sangat buruk, bahkan sampai engakibatkan kematian.

Gejala-gejala:

  • Hepatitis A : Pusing kepala, mual dan muntah, sakit tenggorokan, nyeri sendi, penyakit kuning dan nyeri pada perut.
  • Hepatitis B, sering tidak menimbulkan gejala ataupun ciri-ciri, tetapi keluhan yang khas adalah nyeri dan gatal di persendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan jaundis.
  • Hepatitis C. sama dengan hepatitis B.

 

Herpex Simplex Virus (HSV)

std-herpes

sumber foto: thescienceofeating.com

Virus ini menyebabkan penyakit herpes yang menyerang vagina dan anus. Herpes pada alat kelamin bisa menimbulkan lecet-lepuh yang sangat sakit, selain itu juga bisa timbul di area mulut. Herpes ini TIDAK ADA OBATNYA.

 

 DISEBABKAN OLEH BAKTERI

 

Chlamydia

Bakteri Chlamydia Trachomatis adalah penyebab dari penyakit ini. Baru 2-3 minggu setelah penularan, penderita akan mengalami gejala-gejalanya. Penyakit ini menyerang mata dan alat kelamin, jika sampai parah bisa menimbulkan kemandulan.

Gejala-gejala:

Walaupun pada wanita berbeda pada laki-laki, tetapi yang umum sama adalah sakitnya buang air kecil.

Pada PRIA: Perlu diketahui bahwa penyakit ini tidak menimbulkan gejala-gejala apapun pada 50% penderita. Pada 50% lainnya dibarengi dengan rasa sakit pada buah zakar dan keluarnya cairan putih pada ujung penis. Walaupun gejala sudah tidak muncul tapi masih bisa menularkan.

Pada WANITA: 75% persen wanita yang terinfeksi bakteri ini akan menimbulkan gejala, sisanya tidak. Gejala yang umum terjadi adalah keluarnya darah saat dan usai berhubungan seksual serta keluarnya cairan dari vagina yang tidak biasa. Rasa sakit dibawah perut juga menyertai saat datang bulan.

std-clamyidia

sumber foto: glogster.com

std-clamyidia2

sumber foto: mdohio.com

Selain menyerang alat kelamin, bakteri ini juga bisa menyerang bagian-bagian tubuh berikut ini.

Mata.

Bisa menyerang matang jika mata terkena cairan sperma atau cairan vagina yang terinfeksi. Menyebabkan mata sakit, bengkak dan mengeluarkan cairan.

std-clamydiaeyes

sumber foto: studyblue.com

Anus

Bila bakteri ini menyerang anus maka akan menimbulkan pendarahan, keluar cairan, rasa sakit dan tidak nyaman.

std-clamydia anus

sumber foto: emaze.com

Tenggorokan

Sayangnya jika tenggorokan terinfeksi biasanya tidak terjadi gejala apapun.

std-clamydia throat

sumber foto: diseasespictures.com

Gonorrhea

Kencing nanah adalah nama lainnya, merupakan penyakit yang terjadi karena infeksi yang cukup berbahaya karena bisa menyerang tubuh bagian dalam. Bakteri ini sendiri sangat mudah ditemukan di toilet, jadi kebersihan badan dan toilet harus dijaga. Penyebaran bakteri ini tidak separah sifilis. Jadi berenang, mandi atau menggunakan toilet umum tidak akan mudah tertular. Penularan penyakit ini biasanya terjadi pada saat berhubungan seksual. Bagian-bagian yang mudah sekali terserang adalah vagina,penis, kulit tangan kaki dan anus.

std-gonorrhea

sumber foto: wikipedia.com

std-gonorrhea1

sumber foto: andelino.wordpress.com

Gejala-gejala:

  • Gatal-gatal pada tahap awal
  • Bengkak
  • Timbul rasa sakit saat buang air
  • Jika menyerang tenggorokan akan menimbulkan rasa sakit pada saat menelan
  • Pada wanita sangat berpengaruh saat terjadi keputihan dengan munculnya cairan berwarna hijau, bau, serta terjadi pendarahan walaupun sudah lewat masa datang bulan dan pinggang terus merasa nyeri sampai sakit.

Sifilis

Mungkin sudah banyak yang mendengarnya dan bahkan tahu nama lainnya, ya, Raja Singa. Penyebab penyakit ini adalah bakteri Treponema Palidium, Bakteri ini masuk kedalam tubuh melalui selaput lendir yang ada di dalam vagina, mulut dan melalui kulit. Jika tidak diobati bisa berbahaya. Penularannya melalui hubungan seksual dan melalui ibu ke pada janinnya, yang akan mengakibatkan bayi terlahir cacat. Seseorang yang sembuh dari penyakit ini masih rentan untuk terinfeksi lagi.

std-sifilis2

sumber foto: klinikutamagracia.org

Sifilis sendiri ada 4 fase

Fase Primier

Terjadi luka atau ulkus 3-4 minggu setelah infeksi. Luka atau ulkus ini tidak terasa sakit dan tidak mengeluarkan darah. Jika digaruk akan mengeluarkan cairan bening yang bisa menularkan penyakit ini. Tempat terinfeksi biasaya pada penis, vulva, vagina, rektum, anus, bibir, lidah, tenggorokan, lehet rahim dan jari-jari.

Fase sekunder

Dalam kurun waktu 6-12 minggu setelah infeksi, akan muncul ruam kulit yang bisa hilang walaupun tidak diobat. Tetapi akan muncul ruam baru dan ulkus atau luka di mulut. Penderita bisa mengalami peradangan pada mata, tulang dan sendi, ginjal, hati, juga selaput orak.serta pelebaran dan pembesaran kelenjar getah bening pada seluruh tubuh. Jika peradangan terjadi pada selaput otak bisa menyebabkan sakit kepala, kerontokan, kutulian, tidak enak badan, kehilangan nafsu makan, mual, lelah, demam dan anemia.

Fase laten

Fase ini cukup mengecoh karena seperti sudah sembuh. Bisa berlangsung bertahun-tahun sampau berpuluh-puluh tahun. SIfilis bisa muncul kembali jika kekebalan tubuh menurun, pola hidup tidak sehat, perilaku seksual tidak sehat, makan tidak teratur, serta terpapar ulang dengan bakteri ini.

Fase tersier

Jika penderita pada fase ini, maka tidak akan menularkan lagi, tetapi timbul gejala tersier jinak, sifilis kardiovaskuler dan neurosilis.

Tersier Jinak

Pada fase ini akan muncul benjolan di berbagai bagian tubuh, paling sering terjadi di bagian bawah lutut, bagian atas wajah dan kulit kepala.

Gejala-gejalanya sebagai berikut:

Pada laki.laki

  • Munculnya cairan atau kotoran dari penis, rasa sakit dan nyeri saat buang air dan hubungan seksual. Sakit pada bagian kerongkorngan untuk yang pernah melakukan oral.
  • Nyeri pada anus untuk orang-orang yang pernah melakukan anal.
  • Luka memerah tanpa rasa sakit sekitar penis, anus, kerongkongan atau lidah. Air kencing berwarna gelap. Tinja berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  • Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan kaki. Lelah tanpa sebab, keringat malam sert penurunan berat badan.
  • Timbul lepuh kecil di daerah alat kelamin, pembengkakan disertai demam dan rasa nyeri di seluruh tubuh.

Pada wanita

  • Keluarnya cairan dari alat kelamin seperti keputihan tapi agak kehijauan dan berbau amis.
  • Rasa nyeri saat buang air kecil dan saat berhubungan seksual, Gatal disekitar alat kelamin, Adanya lecet atau luka kecil yang seringnya tidak sakit disertai pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Adanya perubahan warna kulit dan mata. Saynags ekali pada wanita sering tidak menimbulkan gejala yang jelas dan tanpa keluhan sehingga wanita rentan menjadi sumber penularan.
  • Terjadinya pembengkakan kelenjar Bartholin sering penderita susah jalan karena nyeri. Bisa mengakibatkan kemandulan dan jika menyerang rongga perut bisa menyebabkan radang di usus dan perut.
  • Jika terjadi pada ibu hamil bisa menyebabkan janin terinfeksi dan mengakibatkan kebutaan pada janin.

 

Trichomoniasis

Adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Atau biasa disebut keputihan yang berlebihan, Bisa menyebabkan pembengkakan pada vagina dan penis, juga bisa menyebabkan kerusakan rahim, melahirkan prematur dan kanker preostat pada laki-laki.

std-Trichomoniasis

sumber foto: healthydemeanor.wordpress.com

 

Pencegahan penularan penyakit-penyakut menular seksual (STD)

Nah. Setelah mengetahui penyakit-penyakit yang bisa menular lewat hubungan seksual sebaiknya kita harus mulai sadar akan pentingnya kebersihan badan kita sendiri, pasangan kita, dan yang tidak kalah penting adalah kebersihan tempat tinggal.

Tips-tips terhindar dari STD (Sexually trasmitted diseases) atau Penyakit Menular seksual.

  1. Pakailah selalu kondom, jika merasa kurang yakin pada pasangan, apakah benar-benar bebas dari penyakit-penyait di atas.
  2. Jagalah kebersihan badan secara menyeluruh untuk diri sendiri, pasangan dan tempat tinggal.
  3. Setia pada pasangan.
  4. Harus BENAR-BENAR (!!!) yakin dan terbukti bahwa kalian dan pasangan kalian bebas penyakit jika kalian ingin melakukan hubungan seksual tanpa kondom, plus pakailah cairan pelicin yang berbahan dasar air. Jika terdapat luka pada vagina, mulut dan anus, JANGAN lakukan hubungan seksual tanpa kondom. Tetapi untuk lebih amannya, selalu pakailah kondom.
  5. Rajin-rajin tes kesehatan.
  6. HIlangkan mitos bahwa hidup dna mati adalah ditangan Tuhan dengan membenarkan untuk melakukan hubungan seksual bebas dan tanpa pengaman.

TES HIV GRATIS : banyak sekali institusi-institusi dan rumah sakit yang menyediakan jasa tes HIV gratis. Coba teman-teman google untuk tempat-tempat tersebut.

Sumber : Spiritia  vemale Wikipedia – STI, STD

 

 

 

 

Advertisements

About Kabar LGBT

Korannya Komunitas LGBT Indonesia

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan Pesan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements

Ikuti Tweet kami

Follow Kabar LGBT on WordPress.com

Join 22 other followers

Komunitas kami

%d bloggers like this: